Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 5.


__ADS_3

🌻🌻🌻


Alarm dalam telepon seluler itu berbunyi, pertanda sekarang sudah pukul 05.00 pagi. Sha terbangun, sholat subuh, setelah itu mulai membenahi barang-barang. Sha berencana setelah selesai bimbingan, ia dan keluarganya pulang ke rumah. Jadwal bimbingannya pukul 08.00 sampai pukul 12.00. Sha bersiap-siap karena waktu menunjukkan pukul 07.30.


"Ibu mau kemana?" tanya Putri.


"Ibu mau kerja dulu sebentar ya sayang... Putri boleh main sama Aunty, Mbah sama Nenek, selesai ibu kerja kita pulang ya."jawab Sha sambil memeluk Putri


"Okidoki" jawab Putri.


Bimbingan pun dimulai.. Sha sibuk memperhatikan siswa-siswa nya, sambil sesekali menuliskan sesuatu di buku agendanya. Wisnu sedari tadi mencuri pandang. Ia ingin mengobrol dengan Sha tapi entah kenapa terasa canggung.


Prraaak....


Tiba-tiba terdengar suara dari belakang ruangan. Sebuah gelas terjatuh ke lantai disusul dengan jatuhnya tubuh mungil.


Salah satu siswa magang ada yang pingsan. Seketika suasana di ruangan menjadi panik.


Adrian dengan sigap membawa siswa itu ke Rumah Sakit. Wisnu dan Sha pun ikut. Sesampainya di Rumah Sakit, dokter menyampaikan pada Sha agar siswanya dirawat untuk beberapa hari ke depan sambil menunggu hasil cek lab.


Sha, Wisnu dan Adrian menunggu di ruang perawatan.


"Bu Sha... maafin Desi sudah merepotkan ibu." ucap siswa itu lirih


"Tidak apa-apa Desi, sudah.. apa yang sakit nak?" Tanya Sha


"Perut Desi sakit bu, kepala pusing." jawab Desi


Sha, Wisnu dan Adrian saling menatap. Mereka mencoba menerka-nerka penyakit yang di derita siswa itu. Dokter tiba-tiba datang ke ruangan dan menjelaskan bahwa Desi menderita usus buntu dan harus dioperasi.


Sha langsung menelpon orang tua Desi, untuk memberi kabar. Orang tua Desi sedang bekerja, dan esok pagi baru bisa ke rumah sakit. Sha menutup telponnya. Raut wajah kebingungan jelas terlihat.


"Ada apa bu Sha? apa ada masalah?" tanya Wisnu..


"Orang tuanya sedang berhalangan, besok baru bisa kesini. Saya harus menemaninya sampai besok, Padahal siang ini saya dan keluarga akan pulang, bagaimana ya?" jelas Sha

__ADS_1


"Biar saya saja bu yang menjaga Desi sampai keluarganya tiba." Adrian mengambil inisiatif.


"Ga bisa pak, ini sudah tanggung jawab saya sebagai pembimbing. Hanya saja keluarga saya harus pulang hari ini... Besok Putri dan Aunty nya harus sekolah." Sha tambah kebingungan.


"Adrian yang akan mengantar keluarga ibu pulang. Saya yang akan menemani ibu menjaga Desi sampai keluarganya tiba." ucap Wisnu


"Baik pak. Tenang bu, saya akan pastikan keluarga ibu selamat sampai rumah ya." Adrian menyetujui ide Wisnu


Sha mengucapkan terimakasih pada keduanya. Ia kembali ke Hotel dan menjelaskan semuanya kepada keluarganya. Selesai mengantar keluarganya ke mobil, Sha kembali ke rumah sakit.


Desi terbaring di tempat tidur. Sha dan Wisnu duduk di sofa.


"Bu Sha... apa anda mau istirahat di Hotel? hari sudah mulai larut, ibu butuh istirahat." kata Wisnu


" Tidak apa-apa, saya disini saja. Oh iya Panggil saja saya Sha pak... karena sepertinya saya lebih muda dari bapak..." canda Sha pada Wisnu.


Mendengar itu Wisnu pun langsung menjawab "Apakah saya terlihat sangat tua? sehingga memanggil saya dengan sebutan pak?"


Sontak mereka berduapun tertawa kecil. Mereka sudah mulai mengobrol mengisi waktu. Karena jujur saja, menunggu orang sakit itu membuat waktu berputar begitu lama.


Wisnu tersenyum dan dengan santainya menjawab " Tenang saja Sha, saya belum berkeluarga, jadi tidak ada yang menghawatirkan saya. Bisakah panggil Mas saja? karena saya belum terlalu tua"


Sha pun tertawa sambil menjawab "baiklah".


Waktu menunjukan pukul 22.00


Sha sudah mulai merasa ngantuk, beberapa kali ia menguap dan mengusap air mata. Sha bingung harus tidur dimana. Diruangan itu hanya ada satu sofa, itupun sudah diduduki olehnya dan Wisnu.


"Sha, kamua yakin tidak mau ke Hotel saja? istirahat dan tidur disana." bujuk Wisnu.


"Tidak apa-apa mas disini saja. Desi siapa yang jaga nantinya" jawab Sha.


"Saya akan mencari suster yang mau menjaga Desi disini. Biar nanti saya yang memberikan imbalan" jawab Wisnu.


Wisnu keluar ruangan... setelah beberapa menit, ia kembali dengan seorang suster yang akan menjaga Desi semalam ini.

__ADS_1


"Ayo Sha, kita ke Hotel, kamu butuh istirahat." ajak Wisnu


Sha hanya mengangguk. Berpamitan kepada Desi, lalu pergi berjalan mengikuti Wisnu. Mereka pun tiba di Lobi Hotel. Wisnu meminta kepada resepsionis hotel untuk menyiapkan satu kamar untuk Sha tapi seluruh kamar di hotel itu penuh terisi oleh rombongan karyawan yang melakukan family gathering di Pantai esok. Hanya ada satu kamar yang tersisa yaitu kamar khusus untuk Wisnu. Mereka saling berpandangan dan mengernyitkan dahi.


"Sha, apa kamu tidak keberatan jika satu kamar dengan ku?" Tanya Wisnu.


"Hanya sekamar saja kan mas? baiklah.. tapi jangan macam-macam" ancam Sha.


Wisnu tertawa geli "Kamu pikir saya om-om nakal?"


Sha pun tertawa tapi dihatinya was-was. Ia ingat jika laki-laki dan berduaan, maka yang ketiga setan. Ia berdoa semoga tidak ada setan di kamar itu. 🤭🤭🤭


Di dalam kamar.. Wisnu membersihkan diri terlebih dahulu karena Sha sibuk dengan ponselnya. Sha merasa badannya lengket seharian memakai pakaian itu.. dan untungnya tas pakaian Sha tidak dibawa pulang oleh keluarganya jadi ada stok pakaian untuk ganti.


Wisnu sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sha keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Wisnu dan duduk disampingnya. Wisnu tersenyum melihat wajah Sha yang fresh..


"Mas, maaf... bolehkah aku lihat KTP mu?" Tanya Sha.


Sontak saja Wisnu kaget mendengarnya. Wisnu mengambil dompet dan mengeluarkan KTPnya sambil bertanya "Untuk apa? aneh-aneh saja"


Sha membaca dengan seksama KTP Wisnu... lalu mengembalikannya. "Ini mas, terimakasih.. aku hanya meyakinkan saja bahwa kamu belum berkeluarga.. aku tidak mau tiba-tiba ada perempuan yang marah-marah atau memakiku karena berduaan dengan suami orang."


"Ya ampun Sha, sampai segitunya.. aku memang belum menikah Sha. memangnya kamu pernah mengalami itu?" tanya Wisnu


"Tidak dan jangan sampai Mas. Status aku yang sekarang ini menjadi beban moril. Karena masih banyak diluaran sana yang beranggapan bahwa janda itu tidak baik, dan suka menggoda suami orang" jelas Sha.


"Ngapain sih kamu dengerin omongan orang, toh mereka juga belum tentu baik. Tapi maaf kalau boleh tau kenapa kamu pisah dengan suami?" tanya Wisnu dengan hati-hati.


Sha pun mulai menceritakan masa lalunya. Ia berpisah dengan suaminya karena perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Suaminya dipindah tugaskan oleh atasannya ke Pulau Jawa, mereka menjalani rumah tangga jarak jauh atau LDR. sejak itulah suaminya berselingkuh dengan perempuan pemandu karaoke ++. Sha pun minta cerai dengan suaminya...


Supaya terasa adil, Wisnu pun menceritakan mengapa sampai saat ini ia belum menikah. ia terlalu fokus dengan karir dan ingin membahagiakan ibu dan adiknya... tapi ditengah cerita Wisnu, Sha malah tertidur.


...udah kaya didongengin ya Sha? sampe ketiduran segala 😁😁...


Wisnu yang mengetahui itu jadi tersenyum. "pantas saja dia tertidur sudah pukul 00.00.. pasti dia kelelahan" gumam Wisnu. Wisnu memandangi Sha, ia merapikan rambut Sha yang menutupi wajahnya. Badan Sha bergeser tiba-tiba dan jatuh tepat di bahu Wisnu. Ada getaran hebat yang ia rasakan. Jantungnya berdebar kencang tak seperti biasanya. Wisnu mulai panik. Posisi Sha tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke tempat tidur, ia takut membangunkannya. Pada akhirnya ia menyerah pada keadaan. Mereka tidur disofa dengan posisi berpelukan.

__ADS_1


udah pindah ke hotel, tapi tetep aja tidurnya di sofa 😆😆


__ADS_2