
🌻🌻🌻
Sha yang kian hari kian sibuk dengan kegiatan di sekolah. Begitupun dengan Wisnu yang sibuk karena akan membuka cabang toko furniture. Disela-sela kesibukan, mereka selalu menyempatkan bertemu di akhir pekan, sekedar makan bersama atau mengajak Putri jalan-jalan.
Ibunda Wisnu memperhatikan perubahan anaknya akhir-akhir ini yang sering senyum sendiri ke layar HP..
"Wisnu.. ada yang mau kamu ceritakan sama Bunda?" tanyanya
Wisnupun kaget " cerita apa bun?"
"Bunda perhatikan sikap kamu berubah akhir-akhir ini" jelasnya
Wisnu pun menceritakan semuanya, bahwa ia sedang dekat dengan seorang perempuan bernama Sha yang berprofesi sebagai pengajar dan telah memikili seorang Putri.
" Kamu suka sama perempuan bersuami? apa kata suaminya? kamu mau jadi perusak rumah tangga orang?" tanya bundadengan nada tinggi.
"Sha sudah berpisah dengan suaminya setahun yang lalu. Saat ini dia tinggal dengan Putri dan kedua orang tuanya." jelas Wisnu sambil berusaha menenangkan ibundanya.
" Kamu sudah tahu alasan mereka berpisah? sudah berapa lama kamu mengenalnya" tanya bunda
"Sudah bun, Sha sudah menjelaskan semuanya. Sudah lima bulan bun, kami sedang dalam masa penjajakan mengenal lebih dekat satu sama lain. Apakah bunda keberatan?" Wisnu sudah mulai panik, takut bundanya tidak menerima pilihannya
"Bunda ingin bertemu. Bunda menghargai pilihanmu, tapi bunda belum memberikan restu sebelum mengenalnya" jawab ibunda
"Baik bun... minggu ini aku minta Sha untuk ke rumah kita dan bertemu bunda" Jawab Wisnu
...****************...
Wisnu mengajak Sha dan Putri untuk ke rumahnya dan bertemu dengan Ibunya. Disepanjang perjalanan Putri bertanya pada Wisnu tentang apa yang ia lihat, sedangkan Sha hanya diam saja.
"Sha.. kamu kenapa? ada masalah?" pertanyaan Wisnu membuyarkan lamunan Sha.
"Hanya sedikit takut mas... entah lah semenjak menjadi Single Mom aku agak takut jika bertemu dengan orang baru.. takut akan penilaian mereka". jelas Sha
" kamu takut sama bunda?" tanya Wisnu
"Ga tau lah mas ini rasa takut atau cemas atau apa.." ucap Sha bingung.
sambil menggenggam tangan Sha Wisnu berkata "Aku mencintaimu, kita yakinkan bunda sama-sama. Aku merasa bunda akan menyukaimu dan juga Putri. Aku selalu disampingmu"
Wisnu memarkirkan mobil di garasi rumah. Mereka turun dan masuk rumah bersamaan. Di dalam Ibunda dan Adik Wisnu sudah menunggu... Begitu sampai di depan pintu tiba-tiba...
"Assalamualaikum... " ucap Putri
Ibunda Wisnu tersenyum seraya menjawab "Waalaikumsalam... anak cantik, anak pintar... ayo masuk, siapa namanya?
__ADS_1
"Nama aku Putri" jawab Putri sambil mencium tangan ibunda Wisnu
Sha dan Wisnu saling menatap dan tersenyum. "Bun, perkenalkan ini Sha dan ini Putri"
"Sha menghampiri ibunda Wisnu lalu mencium tangan".
"Ayo masuk" ajak bunda. "Tari... ayo turun, ada tamu" panggil bunda
"Halo, perkenalkan saya Tari, adiknya mas Wisnu" sapa Tari. Tari sangat suka anak kecil terlebih yang bawel seperti Putri. Tari pun mengajak Putri bermain di lantai dua. Sha, Wisnu dan Ibunya mengobrol di ruang tamu. Sesekali ibunya memperhatikan Sha dari ujung rambut hingga ujung kaki. Sha sedikit grogi mengetahui itu, tapi Sha memakluminya. Obrolan Sha dengan Ibunda semakin lama semakin seru. mereka memiliki hobi yang sama yaitu mengumpulkan resep masakan namun jarang mengeksekusinya... sesekali terdengar tawa dari Sha dan ibunda Wisnu.
Mereka makan siang bersama di rumah. Setelah itu Sha membantu ibunda Wisnu mencuci piring di dapur. Wisnu, Tari dan Putri bermain di teras rumah. Terasa kehangatan di keluarga itu. Ibunda menceritakan kepada Sha mengapa Wisnu belum menikah sampai saat ini, setelah kecelakaan yang menimpa keluarganya dan ayahnya meninggal. Wisnu selalu fokus dengan karir dan membahagiakan ibunda dan adiknya. sampai ia lupa dengan dirinya sendiri.
Sha mendengarkan cerita Ibunda sambil merapikan meja makan.
Hari sudah mulai sore. Sha mohon pamit pada bunda untuk pulang. Bunda berterimakasih pada Sha karena sudah bersilaturahmi ke rumah dan meminta Wisnu untuk mengantar Sha dan Putri pulang.
"Aunty cantik... aku pulang dulu ya." ucap Putri pada Tari.
Tari yang gemas pun menciun pipi Putri. "Nanti main lagi ya.."
"iya Aunty, tapi kalau aku libur sekolah ya.. kalau ibu aku ga sibuk ya..." jawab Putri
Mendengar jawaban Putri, Tari dan Ibunda Wisnu sontak langsung tertawa... Wisnu senang sekali melihat mereka begitu akrab. Ia berharap keakraban dan kegembiraan itu akan berlanjut ke masa depan.
Wisnu mengantar Sha dan Putri pulang. Disepanjang perjalanan Putri tertidur pulas, sedangkan Wisnu sesekali mencuri pandang ke arah Sha.
Wisnu tersenyum " Terimakasih ya sayang, mau kerumah, mau ngorbol sama bunda" sambil memegang tangan Sha
Sha hanya tersenyum..
"kok cuma senyum sih? bikin gregetan aja. jadi pengen... itu" sambil mengusap bibir Sha dengan lembut.
" Apa sih Mas, lagi nyetir, jangan bercanda ah.." jawab Sha malu.
Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah Sha. Wisnu memarkirkan mobilnya sedangkan Sha lebih dulu masuk karena menggendong putri yang masih tertidur pulas. Wisnu dipersilahkan masuk oleh orang tua Sha. Wisnu duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Sha.
Sha menghampiri Wisnu "Mau minum apa mas?"
" Ga usah sayang.. aku ga lama, mau pulang lagi aja, bolehkan sayang? aku ga sabar mau denger komentar bunda tentang kamu" ucap Wisnu..
"Ga cape Mas? kan baru aja sampai" tanya Sha
"Aku minta obat penyemangat dan penghilang cape dong sayang..." canda Wisnu sambil tertawa
"Loh, memang ada obat kaya gitu mas?"
__ADS_1
Sha kebingungan
Cup...
Wisnu mencium bibir Sha.. "Boleh yang lama ga sayang?" tanya Wisnu
Sha tersenyum dan mengangguk.
"Emmmh ... Mas..." lirih Sha
"Ya sayang.. udah ko ini" jawab Wisnu "aku mencintaimu" bisik Wisnu.
"Aku juga mencintaimu Mas." Jawab Sha
Hati Wisnu berbunga-bunga, senyum bahagia terukir dibibirnya, ini kali pertama Sha mengucapkan kalimat cinta padanya. Wisnu berpamitan kepada orang tua Sha. Ia segera pulang dan ingin mendengar penilaian bundanya tentang Sha.
☘☘☘
Di rumah Wisnu...
Selesai makan malam. Wisnu Ibunda dan Tari duduk di ruang keluarga.
"Bun... bagaimana?" tanya Wisnu..
"Apanya yang bagaimana?" kata bunda
"Bagaimana menurut bunda tentang Sha dan Purti" tanya Wisnu lagi
"Aku sih YES" ucap Tari sambil tertawa dan berlali ke kamarnya "Semangat Kaka!" Tari mendukung Wisnu supaya hubungannya dengan sang pacar bisa berjalan mulus. Sebenarnya Tari sudah memiliki pacar yang ingin mengajaknya menikah, tapi ia tidak enak hati pada kakaknya yang selama ini menjomblo. Jika kakaknya sudah memiliki calon pendamping maka ia dapat dengan mudah melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan pacarnya. Begitulah pikir Tari.
"Bun... " panggil Wisnu
"Ga usah lah" jawab ibu
DEEG
Wisnu kaget mendengar jawaban dari bundanya.. Raut wajahnya sudah terlihat sedih.
"Tapi kenapa bun ?" tanya Wisnu dengan suara sedih
Ibunda tersenyum melihat ekspresi Wisnu. Ternyata ia ingin mengerjai anaknya itu..
" Ya menurut bunda, ga usah lah pacaran lama-lama, langsung menikah saja" jawab bunda sambil tersenyum
Mendengar itu, Wisnu yang tadinya sedih tiba-tiba berubah menjadi bahagia... iya memeluk bundanya dan berkata " Bunda merestui kami? Terima kasih bunda" ucap Wisnu
__ADS_1
"Ya nak... semoga kalian bahagia, saling mencintai, menerima dan melengkapi satu sama lain"
Wisnu sudah tak sabar, ingin menyampaikan berita ini pada Sha... tapi ia tahan. Wisnu mencari waktu yang tepat.