
🌻🌻🌻
Hari berganti, bulan berlalu. Wisnu semakin rajin mengasah pedang hingga suatu malam...
"Aw.. sakit Mas.." sebentar ya sayang.
"Mas.." Sha meringis...
Wisnu bingung melihat sikap Sha. Seperti biasa, Tidur didekapan sang suami. Wisnu heran, nafas istrinya tak terdengar seperti biasa.
Keesokan harinya, Wisnu kaget Istrinya masih tertidur padahal biasanya sudah sibuk di dapur.
Wisnu mengecup keningnya dan ternyata terasa panas..
"Sayang.. kamu demam.." ucap Wisnu khawatir
Sha tidak menjawab..
Wisnu panik.. menitipkan Putri ke Nenek... Lalu membawa Sha ke rumah sakit. Wisnu semakin cemas ketika beberapa dokter turun tangan memeriksa Sha. Setelah menunggu satu jam lamanya...
"Keluarga ibu Sha.." panggil salah satu dokter.
"ya saya Suaminya dok" jawab wisnu
"Terimakasih ya pak sudah jadi suami siaga.. Ibu Sha harus dirawat inap beberapa hari ya untuk memulihkan kesehatannya dan memantau jabang bayinya." jelas dokter...
"jabang bayi maksudnya dok?" tanya Wisnu heran
"Oh.. iya.. selamat Pak, anda akan menjadi seorang Ayah. Ibu Sha sekarang sekarang sedang mengandung... usia kehamilannya baru empat minggu. Masih rentan untuk keguguran..." jelas Dokter
Mata Wisnu mulai berkaca-kaca. Disela kekhawatirannya dengan keadaan Sha, ternyata ada kebahagiaan.
"Alhamdulillah... serius dok? lalu saya harus bagaimana sekarang?" tanya Wisnu
"Bapak betugas menjaga ibu Sha jangan sampai terlalu capek, jangan strez, makanannya juga diperhatikan... dan satu lagi.. di trimester pertama jangan terlalu sering berhubungan intim ya pak.." jelas dokter..
Wisnu mengacak-acak rambutnya mendengar kalimat terakhir dari dokter. Dokter yang memperhatikan paham betul apa yang dirasakan oleh Wisnu...
"Nanti bapak bisa konsultasi dengan dokter kandungan ya... " senyumnya
"Dok... apakah sudah boleh saya menemani istri?"
tanya Wisnu.
"Tentu saja boleh pak..silahkan"
Wisnu masuk ke kamar rawat inap... melihat Sha masih terbaring tidur, Ia merasa bersalah. Ia mengecup kening istrinya..
"Maafin Mas ya sayang" bisik Wisnu sambil mengusap rambut Sha
"Mas... ini dimana?" tanya Sha bingung
"Di rumah sakit sayang.. tadi kamu demam lalu pingsan" jelas Wisnu
" Mas, aku haus.." ucap Sha
"Ya sayang" Wisnu mengambilkan air minum
Wisnu duduk disamping ranjang Sha. Ia mengusap-usap perut Sha sambil tersenyum lalu menciumnya.
__ADS_1
"Mas kenapa?" tanya Sha
"Mas sedang menyapa Wisnu junior" kekehnya " Terimakasih ya sayang"
"Apa aku hamil?" tanya Sha lagi
" Iya sayang" senyum Wisnu
Sha tersenyum lalu terdiam...
"Kenapa sayang. apa yang kamu pikirkan?" tanya Wisnu
"Ga ko Mas, ga pa pa" elak Sha
"jangan ada yang ditutup-tutupi.. mulai sekarang jangan terlalu banyak pikiran, oke!" tutur Wisnu
"Iya mas"
Sha memejamkan matanya kembali... Ada beberapa hal yang mengganggu pikirannya. Disatu sisi ia bahagia kini telah mengandung anak Wisnu. Di sisi lain ia takut, jika nanti kasih sayang Wisnu akan hilang untuk Putri karena Putri bukan anak kandungnya.
Hari ini Sha diperbolehkan pulang, tapi sebelum itu ia harus konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.
Sha dan Wisnu berada di ruangan dokter kandungan. Sha melakukan usg, ditemani Wisnu.
" Bapak dan ibu selamat ya.. usia kandungannya memasuki 4 minggu, semuanya baik-baik saja.
Tolong dijaga asupan makanannya ya... dan jangan lupa di trimester pertama ini masih rawan". jelas dokter
"Dok, apa iya 3 bulan ini saya puasa?" tanya Wisnu polosnya
Dokterpun tertawa kecil.. "Sabar ya pak, untuk satu bulan ini bapak puasa dulu tidak apa-apa ya.. nanti bulan depan check up lagi, kita lihat perkembangan janinnya."
Merekapun pulang ke rumah..
Di rumah 🏠
Sha berbaring di tempat tidur. Ia masih memikirkan bagaimana Putri nantinya.
Wisnu dan Putri masuk ke kamar Sha.
"Ibu... aku mau punya adik ya?" tanya Putri
"Iya sayang" jawab Sha
"Asiiik... aku punya adik... aku punya adik" Putri riang gembira.
"Putri seneng ya?" tanya Wisnu
"iya dooong," sambil menciumi perut ibunya
" Papa juga senang. punya Ibu, punya Putri, punya calon Dedek bayi" sambil mengusap perut istrinya.
Sha tersenyum.. "Semoga kasih sayangmu tak berkurang pada Putri Mas". gumam Sha
☘☘☘
Trimester pertama kehamilan Sha, begitu luar biasa... Sha selalu mual dan muntah. Wisnu khawatir melihat kondisi Sha.
"Sayang... kita ke dokter sekarang ya?" ajak Wisnu
__ADS_1
"Ga usah Mas, ini biasa ko Mas untuk beberapa Ibu hamil. Nanti juga hilang" jelas Sha..
"Tapi Mas khawatir sayang... pasti badan kamu lemes deh, semua makanan yang dimakan pasti kamu muntahin lagi" cemas Wisnu
"Ga pa pa Mas... Waktu hamil Putri juga gini ko Mas." jelas Sha
"ok kalau gitu.. Banyakin istirahat sayang, jangan ke Sekolah dulu lah.. nanti kecapean." pinta Wisnu
"Ga bisa Mas, aku tetep ke sekolah" jawab Sha
" Ko kamu ngeyel sih.. penting mana sekolah sm anak kita?" nada bicara Wisnu sudah mulai tinggi
"Sudah kubilang, prioritasku adalah keluarga. Aku juga bisa mengukur diri Mas. jika dirasa sudah tak sanggup pasti berhenti" tegas Sha
"Terserah.. memang kamu keras kepala" ucap Wisnu
DEEGG
Ucapan itu menyakiti hati Sha. Ia menangis lalu mengurung diri di kamar sedangkan Wisnu pergi bekerja.
*Di ruang kerja Wisnu*
tok
tok
"Permisi pak.. ini laporan perkembangan bulanan hotel" kata Adrian
"Ya.. simpan saja dimeja" jawab wisnu singkat
"Apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Adrian
" Duduk" titah Wisnu "Saya sedang kesal dengan istri saya yang keras kepala. Bisa-bisanya lebih mementingkan sekolah daripada anak dikandungannya"
"Wah Bu Sha sedang mengandung pak? selamat ya pak" ucap Adrian.
"Terimakasih. Istri saya selalu mual dan muntah. saya sarankan untuk istirahat di rumah, tapi malah maunya ke sekolah." jelasnya
" Mungkin bu Sha tidak enak pada pihak sekolah pak. Saat ini beliau masih bertanggung jawab untuk mengajar di kelas" kata Adrian
" Bukannya anak yang dikandungnya juga tanggung jawabnya? Lalu aku dianggap apa!" Wisnu sudah mulai sewot.
Adrian mulai kebingungan "coba bapak ngorbol baik-baik dengan ibu.. siapa tau ibu luluh hatinya.. karena setahu saya, orang yang sedang hamil itu lebih sensitif dan lebih galak" jelas Adrian
"cih... tau dari mana kamu?" kata Wisnu
"Kakak ipar saya begitu pak.. selama hamil, saya sering lihat dia berantem terus sama suaminya.. padahal sebelumnya tidak. Pas udah lahiran, biasa lagi pak, ga marah-marah." jelas Adrian
Wisnu mengernyitkan dahinya. Ia mengeluarkan hp lalu searching di internet, dan ternyata beberapa memang begitu. Ia menelpon ibundanya, dan ternyata mengiyakan. Bahkan Wisnu diminta lebih sabar menghadapi istrinya yang sedang hamil.
" Jangan-jangan bawaan dedek bayi pak" terka Adrian
Wisnu mulai merenungi semuanya. Ia berencana saat pulang nanti akan mampir ke toko buah, untuk membelikan anggur hijau kesukaan istrinya sebagai permintaan maaf atas kejadian tadi pagi.
**Terimakasih sudah membaca..
ditunggu saran dan komentarnya ya...
jangan lupa like dan favorite nya juga...
__ADS_1
Hatur nuhun 🙏**