Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 22


__ADS_3

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Untuk kali pertama Wisnu harus jauh-jauhan dengan Sha. Memang tidak lama, tapi bagi mereka ini sangat lama... Wisnu harus berangkat ke luar kota karena ada Seminar pengembangan perhotelan. Wisnu tidam pergi sendiri tapi ditemani oleh Adrian.


"Sayang... selama aku pergi kamu pasti kerepotan. Apa perlu aku telpon Ibunda untuk menginap disini?" tanya Wisnu


"Boleh Mas, tapi itupun jika tidak merepotkan Bunda.." jawab Sha


"Iya sayang, Mas telpon ibunda dulu ya"..


..Keesokan harinya..


"Sayang aku berangkat ya.. nanti siang Ibunda kesini ya. Jangan lupa makan ya sayang.."


"iya Mas, hati-hati di jalan. Jangan lupa jaga mata, telinga dan hati ya.." ucap Sha


Wisnu tersenyum "aku hanya mencintaimu istriku, aku selalu kabari kok.. jangan khawatir" sambil mengecup kening Sha


Wisnu pun berangkat dengan Adrian. Selama di luar kota, komunikasi mereka sangat intens, selalu video call. Wisnu rindu pasa keluarga kecilnya itu.


Tak terasa seminarnya pun selesai. Wisnu tak sabar ingin segera bertemu keluarga. Di perjalanan Wisnu bergantian menyetir mobil dengan Adrian.


"Ad, biar aku yang bawa mobil sekarang" pinta Wisnu


"Tidak usah pak... biar aku saja, tidak enak" jawab Adrian sungkan


"ga pa pa.. kamu istirahat sejenak, nanti gantian lagi kalau ada rest area ya" jawab Wisnu.


Merekapun bertukar posisi. Cuaca malam itu tak bersahabat. Hujan turun pun turun. Wisnu mulai kurang fokus. Tiba-tiba terdengar suara diiringi hentakan yang hebat.


JEDDDEEERRRRRR


Mobil yang dikendarai Wisnu mengalami kecelakaan beruntun. Wisnu dan Adrian tidak sadarkan diri.


**Di rumah**


Baby Ray rewel banget... menangis terus- menerus. Sha kebingungan, untung ada Ibunda yang menemani jadi ada teman untuk diskusi.


"Ray biasa gini Sha kalau mau tidur?" tanya Ibunda


" Ga bun... ini baru pertama kali. jadi bingung aku Bun..."


"Digendong aja sambil di kasih susu coba..."


" Iya bun.."


Setelah 45 menit menangis akhirnya baby Ray tertidur.


*Di rumah sakit*


Adrian sudah sadar. Ia tidak mengalami banyak luka. Lain halnya dengan Wisnu yang masih pingsan. Disekujur tubunya banyak sekali luka, terutama kaki. Adrian bingung, mau memberi kabar tapi hari sudah malam. Jadi ia putuskan mengabari keluarga Wisnu besok pagi.


๐Ÿ“ฒ๐Ÿ“ฒ

__ADS_1


Dua panggilan tak tertawab di hp Sha..


"Hallo Adrian, ada apa?" sapa Sha


"Hallo bu Sha.. mohon maaf saya mau memberi kabar kurang baik. Pak Wisnu mengalami kecelakaan, saat ini ada di rumah sakit KC dan belum sadarkan diri" jelas Adrian dengan nada ragu


DEEGGG


Air mata jatuh ke pipi Sha. Ia tidak percaya ini terjadi.


"Baik, saya segera kesana." jawab Sha..


" Ibunda... Sha titip baby Ray dan Putri, nanti ayah dan Ibu Sha juga kesini untuk membantu" ucap Sha sambil menangis


" kenapa Sha? ada apa sayang?" tanya bunda bingung


"Mas Wisnu kecelakaan, aku mau ke rumah sakit sekarang" jawab Sha dengan tangisan yang makin menjadi


Ibunda ikut menangis... "iya Sha.. segera lihatlah kesana. Ibu titip Wisnu padamu ya"


Sha memesan taksi online.. lalu pergi menuju rumah sakit.


"Adrian, dimana suamiku?" tanya Sha panik


"Pak Wisnu ada di ruangan VIP kamar no 3A bu" jawab Adrian sambil menemani Sha


Di kamar itu.. Sha menangis, ia sedih melihat kondisi suaminya yang kini penuh dengan luka dan belum sadarkan diri.


"Mas, Aku disini sayang.. bisakah kau membuka matamu?" ucap Sha.


Sha menunggu disamping ranjang itu. Tak henti-hentinya ia memanjatkan doa agar suaminya segera siuman. Sha sudah 5 jam menunggu, ia lelah dan hampir saja tertidur.


"Sayang.. haus" kata Wisnu


"alhamdulillah, Mas sudah sadar. Sebentar aku ambilkan ya" Sha senang mendengar suara Wisnu.


"Ini dimana sayang?" tanya Wisnu


"Di rumah sakit, Mas tak sadarkan diri dari kemarin." jawab Sha


"Maaf kan Mas, tak bisa jaga diri" Wisnu menitikan air mata.


"sudah Mas, sekarang mas istirahat, agar lekas sehat" ucap Sha sambil mengecup kening Wisnu.


Sudah satu minggu Wisnu dirumah sakit. Wisnu mendapat kabar baik yaitu hari ini ia diperbolehkan pulang ke rumah. Tapi kabar buruknya, Wisnu tidak bisa berjalan dalam waktu dekat ini. Jika ingin berjalan lagi, Wisnu harus terapi.


Wisnu dan Sha saling berpandangan. Wisnu tak menyangka kecelakaan yang ia alami, bisa berakibat fatal seperti ini.


Throwback...


Malam itu Wisnu sedang menyetir menggantikan Adrian.. Hujan turun dengan derasnya. Yang ia ingat, mobil di depannya mengerem tiba-tiba. Ketika ia ingin membanting stir, mobil di belakang menabraknya. Terjadilah tabrakan beruntun itu.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

__ADS_1


Di rumah...


Wisnu selesai di bersihkan badannya oleh Sha dan kini berbaring di tempat tidur ditemani Putri. Sha sedang memandikan Baby Ray..


"Mana yang sakit Papa? Putri pijitin ya.." ucap Wisnu


"Papa sakitnya cuma sedikit, Putri temani papa aja disini, kita ngobrol ya" jawab Wisnu


Wisnu terhibur dengan ocehan Putri.


"Putri sayang... mandi dulu yuk, adik Ray udah mandi ini" ajak Sha


"iya ibu...Papa, Putri mandi dulu ya" pamitnya


" Mas, aku mandiin Putri dulu ya.. aku titip Ray disini" sambil membaringkan Ray di samping Wisnu.


Wisnu tersenyum. Ia melihat semua kegiatan istrinya di rumah. Matanya mulai berair "andai aku tidak kecelakaan, pasti aku bisa berbagi tugas dengan istriku" gumamnya dalam hati.


Hari sudah malam... Sha sudah menyelesaikan semua tugasnya. Lalu ia membaringkan tubuhnya disamping Wisnu.


"Mas, mau cemilan? atau mau aku ambilkan apa?" Sha menawarkan diri


"Ga sayang, terimakasih. kamu pasti cape banget hari ini. Ditambah sekarang aku yang seperti ini" jawab Wisnu


"Mas, aku istrimu, aku bagian dari hidupmu. Jangan sungkan aku ada disini. Aku tidak merasa lelah Mas, karena kalian semua orang yang aku sayang" jelas Sha.


"Aku mau tidur dipelukanmu" pinta Wisnu


Sha memeluk Wisnu, mengusap-usap kepalanya.


"Hemmmp nyaman" ucap Wisnu sambil menenggelamkan kepalanya di dada Sha.


Sha merasa terenyuh. Ia sangat suka dengan sifat manja suaminya. Mereka pun tidur. Tiba-tiba Wisnu mengigau dan gelisah, keringat membasahi kepalanya. Sha terbangun dan panik.


"Mas...Mas... kenapa?" tanya Sha


Wisnu membuka matanya dan memeluk erat Sha.


"Jangan tinggalkan aku sayang..."


"Aku disini Mas, disampingmu... Apakah kamu mimpi buruk?" tanya Sha


"Aku bermimpi, kamu meninggalkan aku.. aku takut itu terjadi sayang." ucap Wisnu dengan ekspresi sedih


"sssst Mas, itu hanya mimpi.. aku akan selalu mendampingimu." Sha meyakinkan Wisnu.. "Bobo lagi ya sayang.. sini aku peluk..."


Wisnu pun tertidur lagi.. Sha mengecup kening dan mengusap rambut Wisnu.


**Selamat membaca ya...


Maaf ni sekarang sering telat update...


Masih ditunggu saran dan komentarnya...

__ADS_1


jangan lupa like dan favoritnya juga


Haturnuhun๐Ÿ™**


__ADS_2