
☘☘☘
Di teras rumah, Adrian duduk merenung sambil meminum ice coffee. Ia memikirkan obrolan tadi sore dengan Rini. Adrian tak mau kehilangan Rini, karena Rini adalah cinta pada pandangan pertamanya. Ia membuka aplikasi mobile banking dan mengecek saldo tabungannya..
"Huuffftt cuma 20 juta... masih kurang banyak, cari kemana ya sisanya". Malam itu Adrian berpikir keras. Ia takut Rini keburu menikah dengan laki-laki itu.
...****************...
Wisnu sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Hari ini Ia mulai ke Hotel untuk mengecek semua hal karena sudah ditinggalkan berbulan-bulan sejak ia kecelakaan.
"Mas... jangan nyetir dulu ya.. minta Adrian aja buat jemput" pinta Sha
"Iya sayangku.. aku sudah kirim pesan sama Adrian, sebentar lagi dia kesini" jawab Wisnu
Sepuluh menit kemudian Adrianpun tiba. Mereka berdua berangkat menuju hotel.
Adrian memecah keheningan di mobil itu
"Pak, boleh kah saya meminjam uang 15 juta?" tanya Adrian
"Lumayan juga Ad, untuk apa?" Wisnu balik bertanya
Adrian menceritakan kisahnya dengan Rini. Wisnu dan Adrian bertukar pikiran.
"Oh jadi begitu, tapi kamu resikonya kan? kira-kira orangtuanya salah paham ga nanti?"
"Entah pak, tapi saya serius sama Rini Pak. Saya suka dia Pak." jelas Adrian
" Sepulang kerja, mampirlah ke rumah, coba kita ngobrol sama istri saya ya... biasanya dia lebih bijak menghadapi masalah.." saran Wisnu
"Baik pak, terimakasih" Adrian sedikit tenang.
🌻🌻🌻
Mobil terparkir di rumah Wisnu.
"Assalamualaikum..." ucap Wisnu
"Papa... Papa..." Putri dan Ray berlarian memeluk Wisnu.
__ADS_1
Wisnu tersenyum bahagia. Ini momen yang kemarin sempat hilang beberapa bulan. "benar juga yang Istriku katakan tempo hari, kalau anak-anak merindukanku.. mungkin momen ini salah satunya" gumam Wisnu
Wisnu menggendong kedua anaknya sekaligus. Mereka tertawa bersama..
"Aduh... ko digendong sama Papa dua-duanya.. kasihan Papa itu keberatan dong sayanng" ucap Sha dari arah dapur yang langsung menghampiri mereka bertiga.
"Ya ampun, hampir lupa, Adrian ayo masuk" ajak Wisnu. Adrian yang dari tadi mematung melihat kehangatan keluarga itu pun akhirnya masuk.
"Oh, ayo masuk... kebetulan sekali hari ini ada menu kesukaan kamu... sekalian makan bareng ya.." sapa Sha dengan ramah
"Wah.. asik.. jadi seneng, sering-sering mampir ah, hahaha" canda Adrian
Mereka semua makan malam bersama... setelah itu Wisnu membacakan dongeng untuk kedua anaknya hingga mereka terlelap.
"Sayang.. kesini deh.. ada yang mau ngobrol nih" ucap Wisnu
"Loh ada apakah gerangan? Mau les privat? hahaha" canda Sha
Mereka duduk di ruang tamu di temani tiga gelas ice coffee.. Adrian mulai menceritakan semuanya kepada Sha lalu meminta sarannya.
"Hemm.. Kamu suka sama Rini ya dan kamu mau melangkah jauh dengannya, apakah kamu yakin Rini suka sama kamu?" tanya Sha
Adrian terperangah mendengar pertanyaan dari Sha. Wisnu pun sama.. Wisnu menatap Sha, yang kemudian Sha memengang tangan Wisnu.
"Kenapa kaget ya? pedes ya kalimat saya?" tanya Sha. "Adrian, dalam sebuah hubungan perlu adanya rasa saling. Menikah dan berpisah memanglah tujuan akhir dari sebuah hubungan. Saran saya sekarang, kamu pendekatan dengan Rini terlebih dahulu, cari tahu bagaimana rasa yang dia miliki untuk kamu sebelum kamu melangkah dengan 35juta. Karena uang itu hal yang sensitif, bisa membuat senang, bisa membuat tegang, bisa membuat hancur suatu keadaan. Kamu mau menikah dengan berlandaskan cinta atau karena hutang budi?" jelas Sha sambil bertanya kepada Adrian
"Saya memang suka sama Rini bu, tapi saya belum tau apa Rini punya perasaan yang sama. Tapi saya takut kalau diulur-ulur Rini keburu dinikahkan sama laki-laki-itu bu" jawab Adrian.
"Kamu tau istilah terburu-buru dalam menikah?
Ini nih.. yang disebut terburu-buru itu bukan waktu perkenalannya, bukan proses persiapannya.. yang dimaksud terburu-buru adalah alasan kenapa kamu menikah. Ad, jodoh tak akan kemana, sekalipun kalian terpisah jarak dan waktu." jelas Sha "Menurut saya, sekarang kamu pendekatan dengan Rini, cari tahu bagaiman perasaannya sama kamu. Karena jika memang kalian berjodoh untuk menikah, maka yang harus berjuang untuk hubungan kalian, adalah kalian berdua, bukan salah satu dari kalian. Paham kan?" tanya Sha
Adrian mengangguk.. ia merasa lega setelah mendengar semua penjalasan dari Sha.
"jangan khawatir, saya mengijinkan suami saya untuk meminjamkan uangnya untukmu... tapi saya mau melihat kalian menikah karena cinta, bukan karena nafsu ingin memiliki atau balas budi. Semangat ya, melangkah mengejar cinta.. setelah itu kamu harus mulai mengenal keluarga nya perlahan, karena kamu akan berurusan dengan hal yang paling sensitif di dunia, yaitu uang" penjelasan Sha panjang lebar.
"Terimakasih banyak bu Sha pencerahannya.. hampir aja saya salah langkah. Bu.. terimakasih saran dan petuahnya dan satu lagi sayur asem nya... Ibu paling the best" kata Adrian
"Husss sudah Ad, dia Istri saya" ucap Wisnu langsung memeluk Sha dari belakang.
__ADS_1
Adrian tertawa geli " Iya Pak Bos.. Saya mengaanggap ibu dan Bapak seperti keluarga kedua saya.. masa iya saya macem-macem sama ibu."
Wisnu tersenyum, lalu..
Cup..
Wisnu mengecup bibir Sha 3 detik, di depan Adrian. Adrian yang melihat itu jadi salah tingkah.
"Mas.. ko gitu, ada Adrian loh ini.. " ucap Sha sambil tersipu malu.
"Ga apa-apa sayang... ini penyemangat untuk anak muda itu.. kalau menikah dengan cinta itu ya begini enaknya... hahahaha" Wisnu tertawa
"Haish... Pak bos bisa aja.. iya iya, saya siap membuatnya jatuh cinta" jawab Adrian dengan PeDenya.. "Maaf Pak, Bu.. saya pamit pulang sekarang ya... ga enak lama-lama disini, nanti jadi mengganggu" Adrian Pamit
"oh iya, hati-hati di jalan" ucap Sha dan Wisnu.
"Sayang.. love u so much.." bisik Wisnu sambil memeluk Sha dari belakang
"Love you more sayang" jawab Sha.
"Kagum banget sama perkataan kamu tadi, pedes tapi ngena, tapi hangat." ucap Wisnu
"Ko kaya Susu jahe sih Mas, hihihi" Sha malah menjawab dengan candaan
"Dih... orang serius malah dibecandain sih.. bikin gregetan aja... harus beralih ke ring ini sih" Wisnu menarik Sha ke kamar.
"Mas mau tinju? hahaha" Sha masih meledek Wisnu
"Iya mau masukin pedang panjang ke dalam sarungnya.. kasian puasanya kelamaan... " jawab Wisnu
Sha melirik suaminya sambil tersenyum penuh arti.
Next... Siap-siap area mengandung hareudang ya..
Maklum suami-istri bucin ini sih...
**jangan lupa like, vote dan favorite juga ya.
silahkan komentar jika ada kekurangan atau kesalahan..
__ADS_1
Haturnuhun 🙏**