
π»π»π»
Wisnu dan Sha pergi ke lantai dua untuk melihat Putri dan kedua orang tuanya sekalian sarapan.
Tiba-tiba saja ada yang berlari dan menghampiri..
"Ibu... Papa..." teriak Putri
Wisnu langsung menggendong Putri. "Iya anak Papa, udah sarapan belum?"
"Belum, Putri ingin berenang dan main pasir Pah" rengek Putri
"Sarapan dulu yuk sayang biar nanti ga masuk angin, ajak Nenek sama Mbah juga" ucap Sha
"Tapi Putri mau berenang ibu..." rengeknya lagi
"sekarang Putri sarapan dulu habis itu baru berenang dan main pasir, nanti Papa temani ya" bujuk Wisnu
Putri mengangguk tanda setuju
Pagi itu mereka sarapan bersama.. Wisnu merasa ini momen luar biasa, Ia bisa sarapan bersama keluarga barunya. Selesai sarapan Wisnu menepati janjinya pada Putri. Canda dan tawa bahagia terukir di wajah Putri dan Wisnu. Sha begitu terharu melihatnya. "semoga ini selamanya" gumam Sha..
Hari mulai siang.. Sha meminta Wisnu dan Putri kembali ke hotel untuk istirahat.
"Papa.. Putri... ayo sudah dulu mainnya.." panggil Sha..
Mereka pun menghampiri Sha.
" Putri mau bobo bu... dimana Nenek dan Mbah?" ucap Putri yang kelelahan setelah bermain.
"Nenek dan Mbah ada di kamarnya, Putri ikut ibu dulu, bersihkan badan, mandi, baru bobo siang ya.." ucap Sha
"Mas, aku urus Putri dulu ya" pamit Sha pada Wisnu
"Iya sayang... aku mau cari Adrian dulu menanyakan suatu hal."
Sha mengantarkan Putri ke kamar Mbah dan Neneknya sambil membawakan makan siang. Putri ni memang pengertian atau kebetulan... Ia selalu minta bobo sama Nenek bukan sama Ibu... tau aja kalau Ibu sm Papa butuh banyak waktu berdua. πππ
Wisnu sedang mengobrol dengan Adrian di Lobi..
"Adrian, apakah semuanya sudah selesai? ada kerusakan atau kekurangan tidak?"tanya Wisnu
"Sudah selesai semua pak.. hanya tinggal dekor saja yang masih dalam proses pengemasan" jawab Adrian.
"Sudah Gol kah pak bos," canda Adrian sambil tertawa geli
"Hahahaha sepertinya ada yang penasaran nih," ejek Wisnu.
__ADS_1
Mereka tertawa bersama... "Coba dari dulu aku bertemu Sha..." ucap Wisnu
"Namanya juga jodoh pak, siapa yang tau waktu yang tepatnya kapan..." jawab Adrian
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Wisnu melihat Sha lewat sambil membawa tas.
"Sayang.. mau kemana?" ucap Wisnu sedikit berteriak. lalu mendekati Sha
Sha yang mengenali suara suaminya langsung menoleh...
"Aku mau minum yang segar-segar mas, mungkin di restoran ada jus Mas" jawab Sha
Wisnu memeluk Sha sambil berbisik "secepat itukah adik untuk Putri sayang"
Sha mencubit tangan Wisnu dan berkata "aku hanya haus Mas"
Adrian yang melihat pemandangan itu pun tertawa. "Selamat pagi ibu Sha." sapa Adrian
"Selamat pagi juga.. oia Adrian, terimakasih ya sudah banyak membantu untuk acara kemarin, pasti cape sekali ya" ucap Sha
"Sama-sama bu.. santai saja bu, hanya cape sedikit tapi saya senang ko bu jika melihat Pak Bos senang" jawab Adrian
Adrian tersenyum melihat tangan Wisnu yang sedari tadi melingkar dipinggang Sha. Menyadari hal itu, Sha lalu berkata
"Mas, ini, malu dilihat orang" sambil menunjuk ke tangan Wisnu.
Adrian tertawa geli. "Bu Sha ingin jus? biar saya pesankan, nanti diantar ke kamar"
" Oh ok.. terimakasih ya Adrian" ucap Sha
area masih mengandung bon cabe π₯π₯π₯
extra hareudang ya...
Wisnu dan Sha kembali ke kamar mereka. Tak lama kemudian ada room service yang membawakan dua gelas Jus dan beberapa cemilan.
"Yes, amunisi sudah tiba.. jadi tambah semangat deh" ucap Wisnu
" Semangat apa Mas?" tanya Sha
"Tadi Putri bilang sama Mas, katanya dia mau adik" jawab wisnu
" Ada-ada aja deh Mas..." jawab Sha sambil duduk di sofa dan meminum jus tadi.
Wisnu menghampiri Sha, duduk disampingnya tanpa basa-basi... Wisnu mencium bibir Sha...
"emm.. manis..." ucap Wisnu
__ADS_1
Belum sempat menjawab, Wisnu sudah memperdalam ciumannya. Sha menikmati itu lalu membalas ciuman suaminya itu. Wisnu me ***** bibir Sha, sambil tangannya mulai bergerilya menurunkan resleting belakang atasan Sha.
Setelah itu Wisnu mulai meraba punggung Sha, lanjut kebagian depan, ia me re mas squisy yang kenyal itu... Nafas Sha sudah mulai tak beraturan.
Wisnu mengajak Sha ke tempat tidur. Ia melepaskan seluruh pakaian Sha. Sha malu dan berniat menutupnya dengan selimut tapi Wisnu lebih cepat menindih tubuhnya. Wisnu mencium bibir lalu leher turun ke dada dan meninggalkan stempel kepemilikan disana. Wisnu asik memainkan squisy kenyal milik Sha.. Sambil sesekali mengusap lembut lembah yang bersembunyi di bawah.
"Mas..."
" Mas..."
Mendengar suara manja dari mulut sang istri ditambah tangan sang istri yang menelusuri dada bidangnya membuat Wisnu semakin semangat.
Jlebbb
Sekali hentakan pedang panjang itu sudah masuk sepenuhnya kedalam sarung.
"sa..yang... emmmh..." racau Wisnu
"Mas... aku..."
Mendengar itu Wisnu mempercepat serangannya..
"Aaahh..." desah keduanya...
Siang itu menjadi siang terpanas yang pernah ada. Mereka begitu menikmatinya hingga mengulang beberapa kali hingga sore menjelang. Permainan Wisnu begitu hebat. Sehingga Sha tertidur pulas tanpa menggunakan sehelai benangpun karena lelah.. Melihat tubuh istrinya, Wisnu menelan saliva nya. "Kamu candu ku sayang" gumamnya. sipedang panjang tiba-tiba sudah terasa mengeras kembali... Wisnu mengacak-ngacak rambutnya.. lalu pergi ke kamar mandi membersihkan diri.
π±dreeet...dreettt
Ponsel milik Sha bergetar.. Wisnu yang sedang memakai pakaian, penasaran lalu melihat layar ponsel itu... ternyata telpon dari Putri.
"Halo ibu...." terdengar suara Putri
"Iya sayang, ini Papa... Ibu lagi bobo... kenapa sayang?" tanya Wisnu
"Putri mau es krim..." pinta Putri
"Beli sama Papa yuk... tunggu sebentar ya, Papa ke kamar Putri" jawab Wisnu sambil menutup telpon.
Wisnu mengecup kening Sha yang masih tertidur pulas lalu pergi menemui Putri. Beberapa menit kemudian Sha terbangun, melihat kesampingnya tidak ada Wisnu. Sha pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika keluar dari kamar mandi, Sha terkejut, sudah ada Putri dan Wisnu di kamar. Mereka asik memakan es krim sambil menonton tv dan sesekali tertawa bersama. Sha dibuat takjub dan terharu melihat pemandangan itu. Ia mengucap syukur dengan kehadiran Wisnu yang mau menerima Putri sebagai anaknya. Sha bahagia karena kini Putri merasakan kasih sayang seorang Papa. Tanpa disadari dia telah mematung di pintu kamar mandi begitu lama, hingga akhirnya putri memanggilnya.
" Ibu... mau ga es krim?" tanya Putri
Sha tersenyum lalu menghampiri Wisnu dan Putri.
**mohon saran dan masukannya ya teman-teman...
jangan lupa like nya juga π
__ADS_1
terimakasih sebelumnya**...