
🌻🌻🌻
Tak terasa usia pernikahan mereka sudah menginjak tiga bulan. Sha diijinkan mengendarai motor ke sekolah oleh Wisnu.
Semuanya berjalan dengan baik. Hingga pada suatu hari.. Wisnu pulang lebih awal, sesampainya di rumah ia tidak menemukan Sha. Mobil Wisnu sedang di bengkel karena ada masalah di bagian radiator, lalu Wisnu meminta Adrian untuk mengantarnya ke sekolah Sha.
Sesampainya di Sekolah, Wisnu melihat pemandangan yang membuatnya terbakar api cemburu. Ia melihat Sha sedang asik mengobrol sambil berjalan dengan seorang laki-laki berpakaian rapi yang tak kalah tampan darinya.
"Oh jadi ini alasan tidak mau diantar jemput oleh ku, supaya bebas mengobrol dan pulang jam berapa saja" umpat Wisnu yang terdengar oleh Adrian.
"Pak, sabar dulu.. mungkin itu salah satu guru disini" ucap Adrian menenangkan Wisnu
"Dia bukan guru disini... saya mengenal semua guru disini" jawab Wisnu dengan nada tinggi.
Wisnu menyuruh Adrian bertukar posisi. Kali ini Wisnu yang menyetir mobil. Ia melajukan dengan kecepatan luar biasa.
Adrian mulai panik dan berusaha menenangkan Wisnu. "Pak, apa tidak sebaiknya kita tanyakan dulu pada bu Sha?
Bukannya menjawab, Wisnu malah menambah kecepatannya. Tak lama kemudian
Deeeerrrr........
Mobil menabrak sebuah mini bus di depannya yang tiba-tiba berhenti, ditambah tabrakan motor dari arah berlawanan. Adrian masih sadar hanya luka kecil tapi lain halnya dengan Wisnu yang terluka parah di bagian lengan, kaki dan dahi. Wisnu dilarikan ke Rumah Sakit karena tak sadarkan diri. Adrian pun menemani.
Adrian menelpon Sha untuk memberikan kabar.
📱 ponsel Sha berdering...
"Ada apa Adrian menelpon ku " gumam Sha
"Assalamualaikum Adrian, ada apa ya...?" tanya Sha
"Waalaikumsalam bu, maaf bu.. Pak Wisnu sekarang ada di rumah sakit *******.. beliau kecelakaan" jelas Adrian
"Apaaa? baik kalau begitu saya kesana sekarang" Sha menutup telponya lalu mengendarai motor menuju Rumah Sakit.
Setelah 30 menit, akhirnya Sha sampai di Rumah Sakit. Wisnu sudah dipindahkan ke ruangan tapi belum sadarkan diri. Ia menanyakan kepada Adrian bagaimana kronologisnya. Adrianpun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Sha menghela nafas " Huuffftt... Salah faham... yang tadi kalian lihat adalah orang tua murid yang mengucapkan terimakasih karena kemarin saya mengantar anaknya pulang, kram perut sedang haid".
Adrian mengerti penjelasan Sha. "Tadi saya sudah berusaha menenangkan Pak Wisnu, tapi beliau keburi terbakar api cemburu bu" jelas Adrian.
Wisnu ternyata sudah sadar, hanya saja dia masih menutup matanya. Ia mendengar percakapan Adrian dengan Sha. Ia malu jika membuka matanya sekarang, karena ia sudah salah faham
kepada istrinya.
Adrian pamit pulang karena hari sudah mulai malam. Sha meminta tolong pada Adrian untuk mampir ke rumah orang tua nya, mengabarkan keadaan Wisnu dan menitipkan kunci rumah.
__ADS_1
Sha mulai mengantuk.. Ia menundukan kepalanya di ranjang pasien itu. Melihat istrinya yang lelah, Wisnu mengusap kepalanya. Sha merasa ada yang bergerak di kepalanya, lalu mengangkat kepalanya.
"Mas.. sudah siuman... mau aku ambilkan minum? tanya Sha
Wisnu menjawab dengan anggukan
Sha mengambil segelas air, lalu membantu wisnu untuk minum.
"Apa yang terasa sakit Mas? pusing ga kepalanya?" tanya Sha khawatir.
Wisnu menggenggam tangan Sha.
"Maafkan Mas ya sayang.. Mas malah jadi merepotkanmu sekarang" ucap Wisnu lirih.
" Aku tidak merasa direpotkan ko sayang.. aku kan istrimu Mas, aku akan menemani disaat suka dan duka, sedih dan senang, sehat dan sakit." ucap Sha dengan lembut
Mendengar hal itu.. Wisnupun bahagia sekaligus sedih.. Matanya berkaca-kaca..
Cupp...
Sha mengecup pipi Wisnu lalu tersenyum.
" Tapi, lain kali tanya dulu ya.. jangan langsung cemburu" goda Sha...
Wisnupun malu, menarik tangan Sha lalu menciuminya. " jangan pernah tinggalkan Mas ya sayang". pinta Wisnu.
"Iya suamiku sayang" jawab Sha.
Keesokan harinya Wisnu dan Sha pulang ke rumah dan langsung disambut oleh Putri..
"Ibu.. Papa... ko lama pulangnya?" tanya polos.
"Iya sayang, Papa sakit, jadi bobo di rumah sakit deh" jawab Sha seraya mengejek Wisnu
Wisnu mencubit pinggang sha.
"Papa pakai perban, kepalanya pusing ya?" tanya putri...
" Iya sayang, kepala Papa pusing" jawab Wisnu sambil pura-pura sedih
"Papa bobo aja... ayuk Putri anterin" Putri menarik tangan Wisnu ke kamar.
Malampun tiba.. Wisnu makan malam di kamar, disuapi oleh Sha dan dihibur dengan ocehan-ocehan Putri.
"Papa... malam ini Putri bobo sama Papa ya, biar Papa cepet sembuh" dengan lucunya..
Wisnu mengernyitkan dahi " yah... ga bisa mesra-mesraan sama istri doong" gumam Wisnu
__ADS_1
" Iya boleh bu dokter kecilku sayang " jawab Wisnu sambil tersenyum melirik ke arah Sha.
Ini kali pertama Wisnu tidur bersama dengan Putri. Ia memeluk Putri dan merasakan kasih sayang yang begitu besar. Wisnu merasa ada keterikatan batin dengan Putri meskipun bisa dibilang belum lama dan Putri bukan darah dagingnya.
Sesekali ia memandangi Sha yang juga tertidur lelap karena lelah menjaga Wisnu di rumah sakit.
Ia merasa beruntung telah dipertemukan dengan dua bidadari itu.
Dia mengirimkan pesan kepada Adrian agar besok membelikan sebuah boneka rapunzel untuk Putri dan sebuah tas berwarna Pink untuk Sha.
Keesokan harinya, Wisnu terbangun dan melihat disampingnya sudah tidak ada siapa-siapa. Ia panik "Apa mereka meninggalkanku sendirian di rumah?" pikir Wisnu. Ia ingin sekali bangun dari tempat tidur tapi kepalanya pusing dan kakinya terasa sakit.
ceklek...
Sha masuk ke dalam kamar..
"Mas, sudah bangun.. mau sarapan sekarang?" tanya Sha
"Kamu dari mana sayang? Mas pikir kamu berangkat mengajar" tanya Wisnu
"Aku baru pulang mengantarkan Putri sekolah Mas. Hari ini aku tidak mengajar, aku sudah ijin." jawab Sha
" Ijin kenapa sayang?" tanya Wisnu..
"Prioritas utamaku sekarang kan keluarga.. Mas kepala keluarga, sedang sakit pula, aku akan mengurusi dan menemani Mas sampai sembuh"
Wisnu tersenyum kagum sama istrinya.
"Sini dong sayang" pinta Wisnu kepada Sha
Sha mendekati Wisnu dan berbaring disampingnya. Wisnu memeluk erat Sha dan mencium bibir nya dengan lembut. Sha pun membalasnya. Wisnu memperdalam ciumannya.
"emmmh" lirih Sha..
Wisnu menggigit bibir Sha
"Mas.." ucap Sha sambil mengehentikan aktivitas itu.
"udah dulu ya.. Mas kan masih sakit, masih harus istirahat." jelas Sha
"huuufffttt" Wisnu kecewa. Tapi iya pasrah, mau gimana lagi memang badannya tidak mendukung.
Sha tertawa geli melihat wajah Wisnu yang kecewa itu. Sha pun berbisik "lekas sehat ya suamiku sayang"
"Pasti sayang, Mas rindu suara manjamu" Wisnu tertawa sambil mengedipkan matanya.
**semoga suka ya dengan cerita ini...
__ADS_1
jangan lupa dukungannya like, saran dan komentarnya**...
Haturnuhun 🙏