Papa Untuk Putri

Papa Untuk Putri
Bab 20.


__ADS_3

🌻🌻🌻


*Di rumah**


Semua berkumpul dengan gembira menyambut anggota keluarga baru. Apalagi Putri yang ga mau jauh dari adik kecilnya itu. Kini semua anggota keluarga bekerja sama membantu Sha.


orang tua Sha menjaga Putri.. Ibunda Wisnu menjaga adik bayi bergantian dengan Sha..


Wisnu stanby disamping sang istri yang sekarang lebih manja dan tambah sensitif.


"Sudah diberi nama belum jagoannya?" tanya Ibunda..


"Sudah bun... Namanya Rayyan Putra Pratama" jawab Wisnu..


"Semoga jadi anak kebanggan keluarga ya.." Jawab Ibunda.


Wisnu mengambil cuti beberapa hari. Ia ingin menemani Sha merawat jagoannya. Sha semangat mengASIhi. Setiap malam Wisnu melihat Sha bergadang untuk memberi ASI untuk Baby Ray. Dan tak jarang pula Wisnu melihat raut wajah lelah.


🕜


"Sayang... kamu ngantuk ya?" Tanya Wisnu


"Iya mas.. tapi kasihan Baby Ray haus" jawab Sha


" Kamu pasti kurang tidur ya beberapa hari ini, mau Mas buatkan minuman hangat?


"Ga pa pa ko Mas, jadi Ibu ya begini.. Ngantuknya hilang udah liat baby sih.." jawab Sha


"Makasih ya sayang... Mas mencintaimu" mengecup kening Sha


Wisnu menemani Sha. Ia ingin menjadi suami siaga.


Hari pun berlalu... waktu berganti.. Ibunda Wisnu sudah pulang ke rumahnya. Wisnu sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Kini Sha lebih sensitif, mudah marah, bahkan tak jarang iapun menangis.


Seperti halnya sore itu.. Putri terjatuh, tangannya terluka lalu Sha mengobati dan memangkunya. Di kamar baby Ray menangis juga entah kenapa, mungkin haus. Sha kebingungan harus bagaimana, dihadapkan dengan dua anak yang menangis bersamaan. Ia malah ikutan menangis juga. Untung saja Wisnu segera datang. Lalu menggendong Putri...


"Kenapa sayang? ko semuanya menangis?" tanya Wisnu panik


"Putri jatuh Pah.. terus dede juga nangis, ibu juga ikut menangis" jawab Sha sambil terisak


"cup..cup.. cup.. jangan nangis lagi ya teteh sayang" lalu ia menghampiri Sha yang sedang menggendong Baby Ray.


"Kenapa sayang? kamu kerepotan ya?:" tanya Wisnu pada Sha


Sha tidak menjawab, air matanya mengalir terus menerus.


Wisnu menemani Putri di kamarnya, lalu menghampiri Sha yang tengah terbaring ditempat tidur. Ia memeluk Sha, menciumi pipinya..

__ADS_1


"aku mencintaimu sayang.. kamu wanita hebat."


Bisik Wisnu tanpa betanya apapun.


Kemudian Sha tertidur dipelukan Wisnu, wajahnya dibenamkan ke dada suaminya. Itu posisi ternyaman bagi Sha untuk tidur.


Wisnu memahami betul apa yang sedang istrinya rasakan saat ini. Ia pun memutuskan untuk tidak pergi ke Hotel esok dan menemani Sha pergi ke dokter.


🌻🌻🌻


*Di ruangan Dokter*


Wisnu menceritakan semua yang telah terjadi kapada istrinya beberapa hari terakhir ini. Ia menanyakan apakah mungkin ada kaitannya dengan sakit fisik.


"Oh begitu ya pak... Ibu Sha sedang mengalami baby blues. Saat ini ibu Sha butuh perhatian lebih, mungkin lebih baik lagi jika ada yang menemani dan membantu kegiatan beliau di rumah. tapi ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu." jelas dokter


Mendengar penjelasan dokter.. Wisnu langsung mencarikan orang untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi Sha fokus sama anak-anak. Ia juga lebih sering pulang cepat, membawakan hadiah untuk Sha.


🌻🌻🌻


*Di rumah*


"Papa pulang..." ucap Wisnu..


"Asik papa pulang" teriak Putri langsung memeluk Wisnu. Sha pun menghampiri Wisnu sambil menggendong baby Ray.


Malam tiba, Putri dan Baby Ray sudah tidur. Wisnu mengobrol dengan Sha...


"Sayang.. bagaimana kalau kita pergi berlibur, menginap beberapa malam. Baby Ray sudah enam bulan, sepertinya sudah bisa diajak jalan-jalan jauh" tanya Wisnu


"Kira-kira mau kemana Mas?" tanya Sha


"Ketempat yang sejuk supaya Baby Ray nyaman, yang ada binatangnya, Putri suka kan lihat binatang-binatang" jelas Wisnu


"Boleh Mas, aku setuju.. Kapan Mas?"


"Minggu depan ya sayang, Mas selsaikan dulu pekerjaan di Hotel dan di toko"


"Iya sayang... " jawab Sha lembut


"ehem... senangnya dipanggil sayang setelah sekian purnama" goda Wisnu


"ih lebay banget sih Mas" jawab Sha sambil tertawa..


"bener ko, kamu tuh marah-marah mulu, sedih mulu, Mas jadi bingung harus gimana.. kamu udah ga perhatian lagi sama Mas." jawab Wisnu sambil cemberut


"Maaf ya sayang, kalau selama ini aku kurang perhatian. Aku masih menyesuaikan diri dengan peran Ibu dua anak. Aku takut kalau ada apa-apa dengan anak-anak, Mas akan memarahi dan menyalahkanku" jelas Sha.

__ADS_1


"Ga gitu dong sayang... justru cerita kalau ada apa-apa.. kamu tidak harus menyelesaikan semuanya sendirian. Mas belahan jiwamu, Mas usahakan selalu ada untukmu." jawab Wisnu


Wisnu telah berubah. Kini ia lebih penyabar, pengertian dan sering mengalah. Aura ke Bapak annya semakin kuat 😊


"Mas, terimakasih untuk semuanya Terimakasih telah adil membagi kasih sayang kepada ku, kepada baby Ray dan juga Putri. meski putri....." belum selesai menjawab


Cup.. Wisnu mencium bibir Sha


"Kamu adalah istriku satu-satunya, bagian dari hidupku. Ray dan Putri adalah anak-anakku.. aku tidak akan pernah membeda-bedakan. " jelas Wisnu


Sha memeluk erat Wisnu... "Mas jangan tinggalkan aku" lalu Sha pun terlelap.


Kini mereka saling mengisi satu sama lain, saling membutuhkan, saling mengisi satu sama lain.


Wisnu tak henti-hentinya menatap wajah Sha. Ia teringat lagu Favoritnya yang berjudul Jodoh Pasti Bertemu. Wisnu begitu yakin Sha adalah jodohnya meskipun baru dipertemukan di usia 40 tahun. Wisnu berharap, seklaipun ia bukan yang pertama bagi Sha, tapi ia akan menjadi yang terakhir. Wisnu membelai rambut Sha, mencium pipinya dan saat akan turun ke bibir, Sha terbangun.


"Mas, ko belum tidur. apa ada masalah?" tanya Sha


"Aku sakit" jawab Wisnu


"Sakit apa Mas? yang sebelah mana?" tanya Sha panik


Wisnu tertawa geli...


"ish ko malah tertawa sih Mas?" Sha masih kebingungan


"Yang dibawah sakit sayang kalau ga masuk ke sarungnya" hahahahaha


"idih kumat deh mesumnya..." Sha cemberut sebal.


"yuk sayang.. satu ronde aja ga apa-apa kok" rengek Wisnu..


"tinju kali Mas, pake ronde segala" Sha tertawa geli


"ayolah sayang.. kalau deket-deket pasti bawaannya mau itu..." rengeknya lagi


Sha ga pernah bisa nolak untuk urusan yang satu itu, karena tidak bisa dipungkiri, ia pun menikmatinya.


Dan malam itu terjadilah pergulatan mengasah pedang lalu mengamankannya ke dalam sarung. Aktivitas itu menjadi hal yang wajib bagi mereka di setiap malam. Kecuali saat jadwal puasa tiba 😁😁


**Terimakasih ya teman-teman yang setia membaca novelku..


Author masih meminta saran dan komentarnya nih...


Jangan lupa like, vote dan favorit ya... Biar tambah semangat lanjutin ceritanya


Hatur nuhun 🙏**

__ADS_1


__ADS_2