Pegat

Pegat
Penjelasan


__ADS_3

Bahkan aku tidak juga bisa memejamkan mata ku hingga sayup sayup adzan berkumandang dari masjid.


Akhirnya aku putuskan mandi dan berwudhu untuk selanjutnya menunaikan sholat subuh.


Aku curahkan segala keluh kesah ku pada pada dzat sang pemberi hidup hati ku sedikit plong setelah mencurah kan segala keluh kesah ku dan akhirnya aku tertidur.


Aku terbangun ketika adzan dhzuhur berkumandang


Aku keluar kamar suasana rumah nampak sepi ku longok kelamar ibu rupanya ibu sedang menunaikan sholat.


Tenggorokan ku terasa kering akhirnya aku meraih air dari kulkas


Glek geek glek!


Satu botol air putih tandas tidak tersisa.


" Nembe tangi kowe ndok" ujar ibu yang sudah berdiri di belakang ku


" Nggeh bu" sahut ku sambil mengisi kembali tumbler dengan air dan meletakan nya kembali kedalam kulkas.


"Yo wes ndang mangan sek ki loch mau Tyas njangan mangut"


Aku melongok kedalam tudung saji nampak Mangut ikan Pari dan lalapan daun singkong tapi Aku belum berselera untuk makan.


Aku kembali kekamar aku raih hp ku ada panggilan tidak terjawab 4 kali dan juga chat.


Tidak lama terdengar kembali panggilan saat aku tengah mengutak atik hp ku.


" Saaayang kok baru diangkat tadi kemana bikin mas cemas" Sapa Mas Dennis saat kami tersambung


" Ketiduran mas," jawab ku pendek


" Kok suaranya terdengar ogah ogahan gitu gak kangen sama mas hmm?"


Aku masih Marah karena kejadian kemarin nomor mas dennis tidak aktif 1 harian.


" Errhhhhhm , mas semalam kok nomor nya tidak aktif?" Sela ku mengabaikan pertanyaaan mas dennis


" Oouh itu eeh anu.. ehhhm mas lupa ngecas"


jelas alasan mas terdengar mengada ada bagi ku bukan kebiasaan mas dennis lupa ngecas


" Oouuh yakin mas? kok sampai malam juga lupa ngecas sesibuk itu kah?" cecarku


Mas dennis tentu tidak akan menyangka jika sampai jam 1 malam aku masih mencoba menghubunginya dan nomor nya masih tidak aktif.


Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi.


" Lain kali kalau mau berbohong tolong pintar sedikit mas, biar tidak terdengar konyol"

__ADS_1


" Sayaang kok gitu ngomong nya"


" Jelas mas aku ini mengenal dan hidup bersama mas sudah hampir 12 tahun bukan kebiasan mas lupa mengecas" pungkas ku


Mas dennis tampak terdiam untuk beberapa lama sampai akhirnya komunikasi kami terputus .


TRIIIING TRIIIING TRIIIIING TRIIIING


Ponsel ku kembali berdering sengaja aku biarkan lama berdering sebelum mengangkatnya


" Ya maas"


" Lama banget kamu angkatnya sayang, jangan kekanak kanakan dong sayang dengerin penjelasan mas"


" Apa yang mau mas jelaskan? nomor tidak aktif seharian jelas bukan kebiasaan mas, something fishy"!


" Naach kan nuduh, sayaang kenapa kamu jadi egois begini sich hanya gara gara nomor tidak aktif"


" Maas tahu tidak aku itu cemas, khawatir takut terjadi apa apa sama mas!"


" Mas tahu sayang dan mas bersyukur punya istri yang care, tapi hari itu mas benar benar sibuk so that's why I forget about"!


" Forget? I don't think it's hard to do maaas isn't your habit!!!"


" Ok don't fight.. don't fight just because a small matters sayaaang"


" Small matters?... small matters?!.. ok I'm understood!".


Rasanya benar benar nyesek khawatiran kecemasan ku ketakutan ku dianggap angin lalu dan nomor yang tidak aktif seharian dianggap masalah sepele.


Bulir bulir air mataku sudah berjatuhan karena perkataan mas dennis yang sepertinya menganggap sepele hal itu, perempuan mana yang tidak cemas, khawatir dan akhirnya negative thinking jika nomor suaminya tidak aktif hampir 24 jam??.


Apakah aku over protektif? aku rasa tidak selama ini aku membebaskan mas dennis untuk melakukan hobbynya, dan tidak sekalipun aku mengganggunya dengan nelfon berkali kali saat dia bersama teman temannya.


Tapi aku marah kali ini karena ada alasan nya , pertama karena kami sedang berjauhan dan dia berada di Kota dimana mantannya tinggal , aku tidak tahu apa yang terjadi disana.apakah ada jaminan dia tidak menghubungi mantannya?


Semilirnya angin sore di teras depan rumah ibu yang asri tidak juga mampu menenangkan perasaan ku rasanya benar benar sesak.


karena sibuk dengan fikiran ku aku tidak menyadari kehadiran mas ndaru yang baru pulang dari kantor.


" Ngopo ndok nangis? pasti tukaran karo dennis?" ujar mas ndaru karena melihat mataku yang merah sembab mas ndaru segera duduk di samping ku sambil melepas kan sepatu dan kaus kakinya.


" Mas aku kesal karena nomornya tidak aktif seharian apa aku salah?" tanyaku saat mas ndaru sudah selesai melepas sepatunya.


" Ndok bojomu kuwi kan yo menungso bioso, ada saat nya dia lupa , kalian kan sudah sama sama tua mbok ya saling ngerti"


" Mas sekarang aku tanya kalau mbak tyas nomornya gak aktif seharian sedangkan posisi kalian berjauhan apa mas masih bisa tenang?"


" Mas akan berfikir positive barang kali hp nya rusak, lupa ngecas atau dia sibuk sesimple itu loh ndok"

__ADS_1


" Mboh lah mas," sungut ku kesal


" Wes ayo mlebu ra penak engko ibu reti malah panggah rame" ujar mas dennis mengajak ku masuk kedalam.


Aku menuruti saran mas ndaru dan jalan di belakang nya


" Baru pulang ru" tegur ibu yang melihat mas ndaru dan kami beriringan masuk kedalam rumah


" Mboten bu kulo ngobrol teng ngajeng wau


" Ooouhh" sahut ibu


...****************...


Triiingg triing triiing


Ponsel ku berdering mas dennis memanggil ini sudah 3 hari ini komunikasi tidak begitu baik


" Ya maas, "


" Pa kabhar sayang masih marah hmmm? ayolah sayang jangan begitu" bujuk mas dennis di ujung telfon


Aku menghela nafas tapi ada rasa sesak yang ku rasa di dada ku terasa di satu sisi aku masih sangat kecewa, tapi di sisi lain sebagai istri aku tidak mungkin terus mengabaikan mas dennis


aku tidak mau bertambah bebannya dengan sikap ku.


" Hallooo, sayaaaang kok diam masih disana kan?"


" I.. Iya maaas.. mas kapan pulang? " tanya ku


" Ini lagi beres beres sayang besok pagi mas pulang" jawab mas dennis


" Pak axel masih sama mas disana?


" Beliau 2 hari yang lalu pulang sayang"


Deghhhh!


Berarti mas dennis di hotel sendirian? dan nomor tidak aktif?


" Penerbangan jam berapa mas? biar aku jemput" aku berusaha tenang di tengah hati ku yang bergejolak


" Jam 8.15 sayang.. mau di belikan apa dari sini hmmm? klapetaart? halua kenari? pala manis? atau panada?


Sejenak aku lupa dengan segala kekesalan dan prasangka air liur ku terbit membayangkan rasa makanan khas Kota itu


" Mau semuaaaa haha hahaa"


" Semuaaa?? ok sayaaang mas bawakan apa sich yang gak buat istri mas"

__ADS_1


" Hati hati maas see you muaach ilove you"


" See you.. love you too"


__ADS_2