
Aku tidak sanggup lagi membuka mata begitu tersadar sudah berada di rumah sakit samar samar aku melihat ibu mbak tyas dan mas dennis tampak duduk di sisi ranjang ku di tangan ku terpasang infus dan selang oksigen..
Tubuhku terasa sangat lemah mas dennis segera menggenggam tangan ku begitu aku membuka mata
"Saaayang ...sayaaang maafkan mas" ujar nya sambil terisak dan menggegam tangan ku aku belum bisa berkata apa apa untuk menggerakan bibir saja terasa berat.
Tenggorokan ku terasa sangat kering aku ingin minta minum tapi tidak ada tenaga untuk membuka suara atau sekedar memberi kode pada mereka.
Mataku ku kembali terasa sangat berat untuk di buka tapi telingaku masih mendengar apa yang dokter katakan ..
" Kondisi pasien drop dan harus masuk icu"
aku bisa merasakan kepanikan dokter dan suster mereka mendorong tubuh ku dengan sangat terburu buru
" Diiiinar sayaaaaang maafkan mas dinaaar" suara mas dennis memekik histeris
" Sabar den saabarr suara ibu dan mbak tyas mencoba menenangkan mas dennis hingga akhirnya aku tidak bisa mendengar apa apa lagi.
Setelah keluar masuk ICU khirnya kondisi ku membaik meski tapi belum bisa keruang perawatan biasa masih di tempatkan di HCU
Mas dennis setia menunggui ku wajahnya tampak sayu dan kuyu pasti kurang istirahat dan stress karena keadaan ku.
Tapi keadaan ku masih lemah tanpa sadar aku meraba perut aku merasa lega karena perut ku masih membuncit.
" Sayaaang" ujar mas dennis mencium tangan ku
" Mas aku hauus" ujar ku pelan
" Haus yaa sayaang hmm?"ujar mas dennis sambil membelai rambut ku mas dennis segera menyambar air mineral dari meja memasukan pipet dan mememberikannya pada ku
dengan telaten mas dennis memegangi pipet di botol mineral sampai aku selesai minum.
" Udah sayang" tanya mas dennis aku mengangguk
Setelah dirawat selama 10 akhirnya aku diperbolehkan pulang kerumah senang sekali terbebas fari suntikan dan obat obatan yang membuat ku mual.
Sebelum pulang dokter memberi kan advice padaku dan mas dennis
" Ini suatu mukjizat meskipun mengalami pendarahan yang cukup serius tapi janin bisa di selamatkan."
" Untuk kedepannya lebih hati hati lagi"
__ADS_1
urusan administrasi selesai akhirnya kami meninggalkan rumah sakit.
" Atas saran Ibu kami mengadakan selamatan atas kondisi ku dan sekaligus mitoni kehamilan ku yang menginjak usia 7 bulan mas dennis dan aku meutuskan untuk mengundang anak anak dari yayasan sekitar kompleks kami sebagai bentuk rasa syukur kami atas keselamatan yang allah berikan.
Acara berlangsung lancar dan penuh kihmat
Aku tidak kuasa membendung air mata saat membendung air mata tatkala mendengar ceramah dari ustad yang kami undang.
Pak ustad membawakan ceramah tentang kehidupan berumah tangga
" Ibu ibu cemburu wajar itu bentuk rasa cinta rasa sayang pada pasangan yang tidak yang tidak wajar itu ketika suami atau istri tidak punya rasa cemburu"
" Tapi, ada tapi nya cemburu sewajarnya saja, cemburu itu ibarat pupuk ibu ibu"
" Pupuk itu ada aturan pakainya, kalau pas takarannya bikin tanaman subur kalau berlebihan itu ya tidak baik"
" Kalau tidak percaya coba ibu beri pupuk pada tanaman ibu secara berlebihan bukannya subur tapi malah modar"!
Hahahha hahahha hahhaha hahahhah
Para undangan tertawa terpingkal pingkal mendengar gaya ustad menyampaikan tausiah nya.
Dan dalil lain meriwayatkan, Rasulullah SAW pun pernah bertanya kepada istrinya, Aisyah r.a, :
”Apakah engkau pernah merasa cemburu?” Aisyah menjawab, “Bagaimana mungkin orang seperti diriku ini tidak merasa cemburu jika memiliki seorang suami seperti dirimu”. (HR. Ahmad)
"Ali bin Abi Thalib pernah berkata : “Janganlah kalian terlalu sering cemburu terhadap pasanganmu karena justru keburukan akan mendatangimu.
Deghhh!! aku merasa tertampar dengan isi tausiah nya ustad yang kami undang aku melirik mas dennis yang duduk di samping ku mas dennis tampak serius mendemgarkan tausiah yang ustad sampaikan.
Setelah acara selesai dan tamu undangan meninggalkan rumah aku berniat dalam hati aku akan minta maaf pada mas dennis kalau perlu aku cuci kaki nya dan meminum air bekas cucian kakinya.
Isi tausiah ustad tersimpan dengan sangat baik dalam benak ku dan membuat ku bertekad merubah sikap ku.
Sejak kejadian jatuh nya aku dari tempat tidur mas dennis menjadi sangat hati hati sedikit saja merasakan gerakan ku saat kami tidur dia langsung berusaha bangun atau pun sekedar mengecek.
Dia tidak mau kehilangan bayi laki laki yang sudah diidam idam kannya dari lama.
Seperti layaknya ibu hamil kadang Kala malam hari aku merasa gerah dan gelisah tidak bisa tidur meski sudah sudah memakai pendingin udara akhirnya bolak balik mengannti posisi
" Kenapa sayang, ujar mas dennis sambil mengelus elus perut ku karena aku berkali kali mengganti posisi
__ADS_1
" Aku tidak bisa tidur mas, ulu hati ku terasa sesak dan begah" ujar ku
Mas dennis kembali mengelus elus perut ku dan mengecup kening ku
"Sabar ya sayang hmm , sini dekat mas" ujarnya agar aku mendekat ke arah nya "
Mas dennis meletakan lengannya di bawah kepalaku kembali di elus elus nya perut ku dengan lembut
" Boy jangan nakal ya kasihan mama bobo yuk anak papa" ujar nya berbicara pada calon anak kami"
Ajaibnya setelah mas dennis berkata seperti itu aku tidak lagi merasakan begah dan sesak pada ulu hati ku akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak sampai pagi.
" Duhh baby nya ganteng dan murah senyum nich seperti papanya" ujar dokter yang melakukan Usg sambil tersenyum kearah kami
Selama dokter melakukan Usg mas Dennis tidak beralih dari layar monitor senyum terkembang di wajahnya.
Karena melakukan Usg 4 dimensi jadi kami bisa melihat bentuk wajah Calon bayi kami.
" Selamat ya bapak ibu, " ujar dokter ada kami
" karena sudah mendekati waktu melahirkan perbanyak jalan kaki ya ibu" lanjut dokter kembali
Aku mengangguk
setelah mendengar kan penjelasan dokter panjang lebar juga saran nya pada kami kemudian kami pamit
"terimakasih dok" ujar mas dennis sambil menyalami bu dokter sebelum meninggalkan ruangan.
Seperti yang disarankan dokter menjelang persalinan agar banyak jalan kaki di pagi hari mas dennis selalu menyempatkan diri menemaniku jalan kaki di kompleks.
" Eeh bu dinar jalan pagi?" Sapa bu rt saat kami berpapasan
" Iya ini bu, mau kemana bu?" sahut ku ramah
"Biasa nunggu tukang sayur, udah bukannya ya bu" ujar bu rt sambil mengelus perut ku
" Seminggu lagi perkiraan dokter bu" sahutku
" Cowok ini kayaknya, selamat ya bu, pak"
" Terimakasih bu" sahut aku dan mas dennis
__ADS_1