
Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba pagi pagi sekali michelle sudah rapi karena saking antusias nya untuk menjemput papanya pulang.
" Maa jam berapa kita pergi..ayok lah maa" rengeknya
" Sabar dong sayang kan peswat papa terbang dari sana pukul 9.30"
Aku menunggu mbak prapti selesai membersihkan rumah baru berangkat menjemput mas dennis.
Aku memilih mengenakan blouse longgar dan jeans 👖 belel ku terasa lebih nyaman
ada keinginan di hati untuk mengenakan hijab Tapi aku sedang memantapkan hati aku tidak mau buka tutup dengan alasan apa pun.
Aku merasa miris dengan fenomena selebritis dan beberapa selegram yang membuka hijabnya dengan alasan tertentu.
setelah mbak prapti selesai pekerjaannya aku segera mengajak michelle untuk pergi.
" Yuk sayang kit berangkat"
Setibanya di bandara belum juga nampak batang hidung mas dennis tiba tiba ada notifikasi di hp ku mas dennis mengabari kalau pesawat delay.
daripada bosan menunggu di bandara aku mengajak michelle ke mall dulu.
Duh untung cuma delay kalau sempat mas dennis bisa menunda kepulangannya bukan hanya michelle yang ngamuk aku pun pasti kan ngamuk heheh.
Saat sedang menikmati yogurt di kedai yang khusus menjual yogurt homemade aneka rasa, mas dennis menelfon kalau pesawatnya sudah take off aku meminta michelle agar lekas menghabiskan makanannya
Setibanya di bandara mas dennis sudah berdiri di pintu kedatangan karena aku sempat terjebak macet.
" Maaf mas macet tadi " ujatku selepas mencium tangannya.
" It's okay sayaang gimana Kangen gak sama mas hmm" ujarnya sambil merangkul bahu ku dan berjalan keluar menuju Mobil kami
" Banget" jawab ku malu malu
" Mas mana kata mas mau ambil foto dengan Para rekanan di sana??" tanyaku keesokan harinya saat kami tengah bersantai
" Eeeh maaf sayang lupa, mas kan segan masa sempat sempatnya minta mereka selfi sama mas"
Aku menelan ludah merasa kecewa dengan jawaban mas dennis ,padahal aku begitu antusias menunggu untuk melihat foto foto kegiatan mas dennis selama disana.
Meski alasannya terdengar make sense tapi tak urung membuat ku kecewa.
mas dennis sendiri yang menjanjikan untuk memberikan bukti otentik bahwa disana dia benar benar di tugas kan dari kantor bukan untuk tujuan lain.
" Once again maaf sayang tapi mas janji lain kali akan mas tepati" ujarnya
__ADS_1
lain kali berarti ada kemungkinan mas dennis akan kembali ke Kota itu? aku merasa Ada yang janggal dengan semua itu bukan kah jabatan mas dennis adalah chief legal officer? lalu kenapa dia yang mengurus projek perusahaan?? apa dia merangkap sebagai business development? hingga harus melobi kesana kemari?? ahhhh entahlah.
Ya sudah lah aku memilih diam aku tidak mau memancing keributan karena hal itu, toch allah maha melihat jika dia berbuat curang allah melihat jika dia jujur juga allah maha menyaksikan ujar ku menghibur diri.
Aku meminta izin mas dennis untuk mengunjungi ibu sudah lama sekali tidak sowan kerumah ibu kangen sekali dengan wejangan ibu apalagi di saat saat seperti ini. dimana hati ku di liputi keraguan akan kejujuran hati mas dennis.
" Mas aku minta izin untuk kerumah ibu ya"
" Kapan sayang, kenapa tidak menunggu sabtu saja sekalian kita semua kesana"
" Nanti siang setelah michelle pulang sekolah kami kesana rencananya" sahut ku
" Oouh ya sudah kalau begitu.. sampaikan Salam mas pada ibu dan yang lain".
" ya nanti saya sampaikan"
" Oh Iya naik apa kalian kesana? atau mas naik taxi online saja kekantor biar kamu yang bawa mobil ?"
" Gak usah mas kami naik taxi online saja" tolak ku
seperti biasa aku menunggu mbak prapti selesai membersihkan rumah dan menunggu michelle pulang sekolah dulu .
akhirnya kami tiba di rumah ibu
" Assalamualaikum yaaaaang tiii" ucap michelle
" Waalaikum Salam ngger masuk masuk" jawb ibu sambil menciumi cucunya.
melihat kami hanya datang berdua dan tidak melihat mobil dimas dennis ibu tampak heran
" Loh nar kok nggak sama dennis ndok"
" Mas dennis di kantor bu, mbak tyas kemana bu?
" Tyas lagi kondangan ke rumah teman kuliahnya anaknya di sunat" jawab ibu
"Tumben ndok kowe ndene ra karo dennis"
akhirnya aku tumpahkan keluh kesah semua kegelisahan ku pada ibu.
"Ngger cah ayu ibu ra iso ngomong opo opo "
" terus pripun, nek kulo ngendiko mangke geger geden"
"Ndok urip ki jok di pikir nemen nemen , kuat yo di lakoni ora kuat yo wis Los no"
__ADS_1
Ibu memberi ku wejangan panjang lebar intinya apa pun yang terjadi dalam rumah tangga ku jangan sampai orang luar tahu meskipun itu ibu kandung atau mertua sendiri.
akhirnya karena waktu beranjak sore dan sudah mendekati jam pulang kantor aku pamit pada ibu untuk pulang selama hampir 11 tahun berumah tangga baru kali ini aku memberanikan diri berkeluh kesah pada ibu .
" Michelle ayok Salim dan pamit sama yangti kita pulang sayang" ujar ku
" Maa michelle masih betah disini" michelle sepertinya enggan untuk pulang
" Sabtu kita kesini sama papa sayang" setelah mendengar bahwa kami akan berkunjung kerumah ibu lagi akhirnya dia menurut.
" Bu kami pulang dulu Salam sama mbak tyas dan mas ndaru"
"Yo nduk seng ngati ngati"
" Daaaah daaah yangti" ujar michelle yang di sambut lambaian tangan ibu.
tidak lama mas dennis pulang tepat 15 menit setibanya kami di rumah.
" Loch sayang katanya mau kerumah ibu?" tanya mas dennis setelah melepas sepatu dan masuk kedalam rumah
" Belum lama kami pulang mas" ujar ku sambil mengambil tas kerja dari tangan mas dennis
" oouhh"
" Ya udah mas mandi dulu giih aku siapkan makan malam" ujar ku seraya pergi ke dapur. Saat menyiapkan makan malam di dapur semua nasehat ibu terngiang ngiang kembali
" Urip ki ojo di pikir nemen nemen ndok kuat yo dilakoni ora kuat yo los no"
creek!!
Terdengar nyaring saat pisau mengiris Jari ku
karena aku tidak fokus saat merajang bahan bahan masakan pisau yang tajam sukses mengiris Jari telunjuk ku cukup dalam lukanya.
"Innalillahi!!!! pekik ku antar kaget dan menahan nyeri karena luka
darah mengucur dengan cukup deras dari Jari ku mengotori kaos yang ku kenakan .
rupanya mas dennis sudah selesai mandi dan berada di ruang tivi mendengar jeritan ku segera berlari menghampiri ku di dapur.
" Ya allah sayaaang kok bisa begini, kalau capek jangan di paksakan dong " ujar mas dennis
membimbing ku duduk di meja makan dan dengan sigap membebat luka ku dengan tissue sementara wajahnya nampak sangat cemas.
dia segera bergegas mencari kotak p3k kami mengambil kasa dan iodine.
__ADS_1
setelah membebat luka ku mas dennis meneruskan masakan ku yang baru setengah jalan.
" Biar mas yang masak" ujar nya.