Pegat

Pegat
Welcome to the world boy


__ADS_3

Pulang kantor mas dennis langsung mencari ku


"Ibu mana mbak?" kudengar suara dennis menyakan ku pada mbak prapti


" Ibu sedang di dapur pak" mas dennis segera menyusul ku ke dapur melihat ku sedang memasak mas dennis memeluk ku dari belakan g dan menopangkan dagunya di bahu ku tangannya mengusap usap perutku yang semakin membesar


"Sayaaang lagi apa ?mas kangen banget" ujar nya sambil menciumi ku


" Ini mas goreng ikan, masa sihh? goda ku sambil mendongakkan kepala


" Betul sayang mas pengennya cepat pulang"


tiba tiba si baby menendang dengan keras


Duuuk! mas dennis mengusap perut


" Uluh uluh gak sabar mau main bola sama papa ya" ujar mas dennis pada calon bayi kami.


Aku hanya bisa tersenum melihat kelakuan mas Dennis.


Seperti biasa malam ini aku kembali merasakan begah dibulu hati ku sangat tersiksa kehamilan kali ini berbeda dengan saat aku hamil michelle


Aku kembali membolak balik kan badan tiba tiba tiba terasa ingin buang air kecil mencoba turun seperti biasa begitu merasakan gerakan mas dennis langsung terbangun.


" Mau kemana sayang " ujarnya


" Mau pipis mas" ujar ku Mas dennis sigap memegangi tangan ku dan membantu ku turun


" Mas lanjut tidur aja mas aku bisa insha allah" ujar ku yang merasa kasihan demgan mas dennis selalu terbangun.


"Mas tunggu aja sayang mas gak mau kejadian Kaya dulu lagi" sergahnya


Baru juga keluar di pintu sudah ada rasa ingin buang air kecil lagi begitu berkali kali.


Sangat menyiksa sekali tiba tiba aku merasakan seperti kesemutan menjalar di pinggang.


akhirnya aku mencoba tidur


Tiba tiba aku merasakan kontraksi yang awalnya 15 menit sekali kini semakin rapat jarak nya.


Sangat berbeda dengan michelle dulu ini benar benar menyiksa


Aku mencengkeram lengan mas dennis kuat kuat


arghhhhhh! rintih ku


Mas dennis yang dasar nya belum begitu lelap setelah mengantar ku kekamar mandi spontan bangun


"Kenapa lagi sayang" ujarnya sedikit panik


" Mas sepertinya aku akan melahirkan "


Mas dennis melompat dari tempat tidur dan segera mengannti baju sengan kaus dan jeans memanggil mabk prapti untuk menolong ku berganti pakaian


Dengan cekatan mbak prapti menyiapkan baju baju yang akan ku bawa ke rumah sakit dan membawanya kedalam mobil.

__ADS_1


" Mbak ikut kami kerumah sakit ya?" ujar mas dennis pada mbak prapti


" Baik pak sebentar saya pakai jilbab dulu"


" Mas dennis membopong ku ke mobil dan segera menuju rumah sakit.


Jam menunjukan pukul 5 pagi saat kami meninggalkan rumah menuju kerumah sakit semoga michelle bangun siang sepertia biasanya di hari libur.


Aku segera diantar ruang bersalin dan sudah berganti dengan jubah yang di sediakan pihak rumah sakit.


Kontraksi ku semakin dekat interval nya dan rasanya berkali kali lipat


"Kuat ya sayang ujar mas dennis mengecup kening ku tangannya mengenggam erat tangan ku.


" Arrrgh arghhh sakit mas" erang ku sambil mencengkeram tangan mas dennis


" Tarik nafas yang dalam bu hembuskan tarik hembuskan "perintah suster


Dalam hati aju menggerutu rasanya pingin aku cakar kamu sus!


15 menit kemudian suster kembali memasukan tangannya ke organ vital ku untuk mengecek proses pembukaan.


" Sudah pembukaan 8 sebentar lagi bu" ujar suster


"Arrrgh arghhh astagfirullah allahhu akbaaar" pekikku membasahi wajah dan leher ku


Sementara mas dennis terlihat terus mengusap usap kepalaku matanya terlihat berkaca kaca melihat perjuangan ku.


Baru kali ini mas dennis melihat perjuangan seorang ibu melahirkan


"Ooooek oeeek ooek ooeeek" akhirnya perjuangan ku berhasil seorang bayi montok lahir dengan selamat


" ayo pak di adzanin dulu" seru suster


Tiba tiba aku merasakan mual yang amat sangat aku muntah setelah nya aku merasa dingin di sekujur tubuh dan badan ku terasa melayang aku tidak kuasa mehana rasa kantuk yang begitu hebat. akhirnya tnagan ku terkulai


" Dok pasien muntah dan tidak sadar kan diri" ucap suster panik yang sempat ku dengar.


" Dok kenapa istri saya dok ujar mas dennis panik


" Tenang pak tenang"


Aku tersadar dan sudah berada di ruang perawatan


"Sayaaang " ujar mas dennis sambil menciumi tangan ku


Aku mencoba tersenyum kearah mas dennis


" Maaas , mana si kecil?" tanya ku


" Itu lagi tidur sayang " sahut nya sambil menunjuk box di sampin tempat tidurku


Putra ke dua kami kami beri nama


IBRAHIM HARSHA nama belakang nya diambil dari nama belakang mas dennis.

__ADS_1


" Assalamualaikum " ibu , mas ndaru michelle mbak tyas mbak prapti, daffa renita berdatangan .


ibu menggendong ibra dan memberikannya pada ku untuk di beri asi.


"Nyoh susonen" aku segera menyambut bayi mungilku dan memberi nya asi


Ku pandangi bayi mungil itu tampak ganteng dengan rambut lebatnya dan mancung hidung nya seperti mass dennis.


Rekan rekan mas dennis pun menyusul berdatangan dan memberi selamat atas kelahiran Putra ke 2 kami


" Selamat ya pak, bu semoga menjadi anak yang sholeh berbakti dan berguna untuk orang tua nusa dan bangsa. ucap mereka satu persatu


"Aamiin terimakasih" sahut aku dan mas dennis


" Ndok wes mbok kabari morotuo mu" tanya ibu


" Sudah bu tadi sudah video call" sahut mas dennis


" Oh yo wes"


Kami pun bersiap siap untuk meninggal kan rumah sakit setelah 4 hari disana.


" Cepat besar ya anak papa, papa gak sabar nich buat main bola" ujar mas dennis saat bercengkerama dengan anak lelakinya


"Iya cayaaang cayaaang papa muuuiach"


" Mas ibra mau mandi dulu"


"Biar mas yang mandiin sayang" ujar mas dennis


Saking bahagianya dapat anak lelaki mas dennis .


" Iyaa anak papa mandi dulu ya cayaang" mas dennis terus saja mengajak anaknya bicara


Untung nya jauh sebelum Ibra lahir kami sudah memberikan pengertian pada michelle saat adiknya lahir nanti perhatian kami pasti kan terbagi.


Lengkap lah sudah kini kami sudah mendapat sepasang Putra dan putri yang sehat dan lucu Semoga kelak Anak anak ku dapat menjadi manusia yang berbudi luhur dan berguna untuk sesama ujar ku dalam hati.


Kehadiran ibra menjadikan hubungan ku dengan mas dennis semakin harmonis .


Tidak terasa ibra menginjak usia 3 tahun dia tumbuh menjadi anak yang sangat menggemas kan.


"Ibra kalau sudah besar mau jadi apa nak?" tanya ku saat Iya tengah bermain mobil mobilan di lantai


"PIyot " sahutnya maksudnya pilot


"Mau jadi pilot sayang?"


" Butan mau jadi poyisi" Ku tidak dapat menahan tawa ku mendengar celetukannya


" Ayo mau pilot apa polisi" ujar ku


saat kami tengah asyik bermain mas terdengar suara mas dennis memasuki halaman


" Assalamualaikum " sapanya

__ADS_1


" Waalaikum Salam papa" selain menjadi lebih bijak mas dennis kini mengucapkan salam setiap masuk rumah padahal bisanya tidak pernah di lakukannya.


__ADS_2