
" Dinar mas mohon maafkan mas, mas khilaf dinar" ujar mas dennis sambil memeluk ku
" Lepas mas! jijik aku lihat mas, tega kamu mas! aku berlari kearah meja rias ku dan mengobrak abrik semua isinya
"Dinar saayang tolong tenang, kita bisa bicarakan baik baik "
" Baik baik mas bilang? setelah mas tidur dengan perempuan lain mas minta aku baik baik?keterlaluan kamu mas!"
" Disini aku mati matian menjaga marwah ku sebagai seorang istri, sedangkan disana mas dengan mudahnya meniduri perempuan lain dengan alasan mabuk? cuiiiiiih!"
" Mas tahu dinar kamu istri yang sangat baik"
" Lantas kenapa mas tega mengkhianati saya mas kenapaaa?" ujar ku di tengah tangis yang tidak bisa kutahan lagi
" Mas benar benar khilaf sayang "
Ada rasa marah yang ledak ledak dalam hati ku
kesetiaan ku Selama belasan tahun ,di khianati mas dennis dan dengan mudahnya dia bilang khilaf.
Aku menyambar kunci mobil dan berlari keluar kamar
"Mau kemana sayang ini udah tengah malam" mas dennis mengejar ku keluar kamar
" Bukan urusan kamu mas aku mau kemana!" ujar ku sengit seraya membuka pintu menuju keluar rumah
Segera aku memasuki mobil dan ku nyalakan mesinnya.
Mas dennis menghadang ku di depan pintu pagar
" Minggir kamu mas!" teriak ku sambil
" Nggak dinar,mas enggak akan minggir!"
Karena mendengar suara gaduh mbak prapti terbangun dan terpaku melihat adegan diantara aku dan mas dennis tapi dia tidak bisa berbuat apa apa.
"Bu, bu ingat anak anak bu" seru mbak prapti sambil menggedor gedor kaca mobil ku.
Seperti tersadar setelah mendengar ucapan mbak prapti yang mengingat kan ku tentang anak anak.
" Astaghfirullah, Astaghfirullah aku ucap ku tanpa henti perlahan aku matikan mesin mobil dan menenangkan diri .
...****************...
Malam ini aku terbangun tepat jam 3 pagi aku pernah mendengar jika kita terbangun di tengah malam tandanya allah sedang ingin berkomunikasi dengan kita
segera aku mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat tahajud.
__ADS_1
Dengan bercucuran air mata aku adukan segala kegelisahanku.
" Ya allah hamba tahu hal ini sudah menjadi ketetapan mu harus terjadi dalam kehidupan hamba,tapi ini berat ya allah untuk hamba jalani
perasaan ku menjadi plong selesai aku adu kan beban dan tumpahkan tangis ku di atas hamparan sajadah.
Masalah ku dengan mas dennis juga belum menemui titik terang, aku masih belum bisa memaafkan perbuatannya dengan dan atas alasan apa pun.
Siang ini aku memutuskan menjemput anak anak dari rumah ibu
" Mbak ikut ibu yuk jemput anak anak" ajak ku pada mbak prapti
" Baik bu, saya pakai hijab dulu" jawab mbak prapti seraya menuju kamarnya.
Sesampainya di rumah ibu hal tidak terduga terjadi mas Dennis sudah menjemput Michelle dan ibra tadi pagi
Panik bukan alang kepalang kemana mas dennis membawa meraka?
"Assalamualaikum "
" Waalaikum Salam " jawab ibu tergopoh gopoh keluar dari dalam rumah menyambut kami
" Kok sepi bu pada kemana anak anak ?" tanyaku karena suasana rumah yang sunyi tidak terlihat ibra maupun michelle yang biasanya berada di ruang tengah menonton acara favorite mereka
Ibu nampak kebingungan mendengar pertanyaan ku yang menanyakan keberadaaan anak anak.
karena sudah terlanjur basah akhir nya aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi
" Oalah njuk saiki piye nek ngene critone" ujar ibu tak kalah paniknya dengan ku
Mendengar keributan di ruang tengah mbak tyas menghampiri kami
" Loch nar?dennis udah jemput" ujar mbak tyas heran dengan kedatangan ku
Semua panik aku terus menghubungi nomor mas dennis berkali kali tapi tidak di angkat
" Mbak gimana ini mbak, ujar ku yang sudah mulai bercucuran air mata wajah ibra dan michelle terus berkelebat di benak ku , aku teringat tempo hari saat aku tidak kunjung mengangkat panggilan mas dennis sempat mengancam.
Tapi aku sama sekali tidak menyangka jika mas dennis akan melakukan hal seperti ini membawa anak anak lari dari ku.
" Tenang jangan panik, mungkin dennis membawa anak anak jalan jalan saja " ujar mbak tyas berusaha menenangkan ku aku dan ibu
akhirnyabaku memutuskan untuk pulang menunggu mereka di rumah.
Hingga malam menjelang mereka belum juga kunjung pulang aku tak henti hentinya terus menghubungi nomor mas dennis akhir nya bersedia mengangkat telfon dari ku
" Hallo mas, dimana tolong pulang mas" pinta ku saat kami tergubung melalui panggilan telfon.
__ADS_1
"Mas hanya akan pulang, kalau kamu bisa di ajak bicara baik baik"
" Kasihan anak anak mas ,tolong pulang"
" Anak anak anak baik baik saja,jangan lupa Kalau Mas adalah papa mereka Mas berhak membawa mereka kapan pun!" hardik Mas Dennis
Demi anak anak aku rela mengalah dan berjanji bicara baik baik saat mas dennis pulang nanti
seperti janjinya mas Dennis pulang
" Maaa maaaaa " seru michelle dan ibra bersamaan mereka menghambur kepelukan kuaku memeluk dan menciumi mereka bergantian
" Kalian sudah makan sayang?" mereka menganggukya
" Kakak, ibra ayok masuk kamar "
...****************...
Walaupun berat untuk di terima akhirnya aku putuskan untuk berdamai dengan Mas Dennis dan menganggap seolah olah tidak pernah terjadi apa apa sebelumnya .
Tapi ibarat gelas yang sudah pecah meskipun bisa bisa di satukan tetap saja tidak akan sesempurna seperti sebelumnya ,hubungan ku dengan mas dennis seperti nya menjadi benar benar hambar setelah aku tahu dia pernah tidur dengan perempuan lain.
Mas dennis lebih sering lembur dan aku pun sudah merasa lelah untuk mencari tahu apakah dia benar benar lembur atau hanya alasan saja.
" Ma papa kok sekarang pulang nya malam terus" tanya michelle suatu hari
" Mama nanti bicara sama papa ya sayang, memang nya michelle kangen sama papa?"
Dia mengangguk meskipun sudah menjelang remaja sifat manjanya pada papanya tidak berkurang.
" Mas anak anak itu kangen sama kamu , kok sekarang Mas sering lembur" ujar ku saat kami hendak menjelang beristirahat
" Ya kamu beri pengertian dong kalau Mas itu sibuk cari uang buat mereka" sahut mas Dennis acuh tak acuh
" Sudah mas, tapi kan namanya anak anak ya wajar kalau kangen papanya"
" Mas capek, tidur dulu ya" Mas dennis menjadi dingin dan acuh tak acuh akhir akhir ini
TRIIIIIING
Sebuah pesan masuk ke ponsel ku dari nomor yang sama yang dulu meneror ku
" Perempuan bodoh ngaca" isinya sama persis dengan pesan yang di kirimkan beberapa bulan yang lalu .
Aku jadi semakin yakin jika ini bukan faktor ketidak sengajaan atau pun salah kirim,
Akhirnya aku berfikir keras bagaimana caranya bisa mendapat kan info dari si peneror apa maksud dan tujuannya mengirim pesan yang sama terus menerus pada ku.
__ADS_1