Pegat

Pegat
LDR


__ADS_3

" Sayaaang.. besok mas mancing ya " seru mas dennis saat aku tengah di dapur memasak makan malam kami


Segera ku matikan kompor dan membawa masakan ke meja makan kemudian menghampiri mas dennis di ruang tengah.


" Mancing sama siapa mas? "


" Sama pak axel sama Riko ..arif banyak lah sayang "


" Pulang nya jam berapa? "


" Kenapa sayang? mau ikut hmmm?"


" Gak lah mas. .. aku pasti bakal kangen kalau mas pergi nya lama ujarku sambil menggelayut manja di lengannya.


" Kamu itu ya bisa ajaaa.. paling sore udah pulang sayang". ujarnya sambil mengacak acak rambut ku.


" Maa cantik tidak " ujar michelle menunjukan karya melukisnya


" Ini michelle yang buat sayang? waaah bagus sekali" puji ku pada putri ku yang kini sudah duduk di bangku kelas 3 SD


" Makasih maa" ada binar rasa bangga di wajah nya saat mendengar pujian ku atas karyanya


" Sama sama sayang"


Sebelas tahun tahun sudah aku membina rumah tangga dengan mas dennis banyak sekali aral yang menghalangi perjalanan kami.


Syukur alhamdullilah aku berhasil melalui tahun tahun krusial pada perjalanan pernikahan kami. semoga benar apa yang tertulis di artikel yang ku baca itu.


Kini usia ku sudah menjelang kepala 4 hanya berbeda 3 tahun dengan mas dennis lelaki tertampan ku itu kini berusia 41 tahun.


Berbicara mengenai kepala 4 sebenarnya ini usia yang rawan baik bagi perempuan maupun bagi laki laki karena ini di usia ini adalah fase puber ke 2. fase usia yang rawan dengan perselingkuhan


Aaakh!! semoga mas dennis memegang teguh ikrar janji sucinya di depan penghulu dan ayah 11 tahun yang lalu. ujar ku di dalam hati


" Mas ada tugas ke manado sayang karena perusahaan mas mau ekspansi bisnis disana"


ujar mas dennis suatu sore.


Entah kenapa aku merasa sangat tidak suka mendengar dia di tugas kan ke Kota itu, bukan tanpa alasan jika aku tidak menyukainya mantan nya tinggal di Kota ini mantan cinta pertamanya dan tidak di ketahui apakah mantannya ini sudah menikah atau belum.

__ADS_1


Cinta mereka terhalang restu ke dua orang tua mas dennis karena , si perempuan terkenal suka gonta ganti pacar saat itu. dan bergaya hidup hedon.


" Tolong siapkan baju baju yang mas akan pakai disana ya sayang"


"Iya mas" ujar ku singkat berat jujur sangat berat melepas mas dennis tugas disana, bukan aku tidak mempercai mas dennis tapi sebagai perempuan aku punya naluri .


Aku tidak mau michelle mengalami hal serupa dengan ku kehilangan sosok ayah apalagi saat aku teringat kata kata ibu sebelum menikah tiba tiba dada ku terasa sesak mata ku terasa memanas. ada rasa ketakutan yang sangat luar biasa.


Tanpa ku sadari butiran air mata sudah meleleh di sudut mata ku saat membayangkan michelle harus mengalami nasib seperti ku.


Aku merasa sentuhan di pundak ku aku menoleh kebelakang rupanya mas dennis sudah berdiri disana aku. saat aku menoleh kearahnya mas denis tampak terkejut dengan mata ku yang memerah.


" Sayang kamu nangis? kenapa sayang hmm?" ujarnya sambil duduk di samping ku yang tengah memasukan perlengkapan mas dennis ke koper.


" Gak ada mas ini tadi rambut masuk kemata" ujarku berbohong aku tidak mau membebani mas dennis jika tahu apa yang menjadi penyebab memerahnya mataku.


" Sayang ..mas tahu apa yang kamu fikirkan sehingga kamu menangis..mas tidak bodoh "


"Aaahkh mas macam ahli nujum aja bisa baca pikiran orang hehe" ujar ku berusaha bercanda


" Kamu tidak bisa berbohong dinar, bibir mu tersenyum tapi mata mu berkata lain"


Dia memeluk ku dan menepuk nepuk bahuku


" kamu adalah pilihan hati mas, juga menjadi pilihan orang tua mas, apa yang kamu takutkan?"


tangis ku pecah


" Maaas maafin aku ya mas aku begitu takut kehilangan mas ....makanya aku merasa berat mas kekota itu disana ada mantan mas" akhirnya aku jujur tentang perasaan ku


" Dinar wiranti, sejahat itu prasangka mu pada mas sayang?? suara mas dennis terdengar lembut tapi terdengar dalam menusuk...


"Maaaf mas ... semua karena aku mencintai mas"


Mas dennis menarik nafas panjang , melepaskan pelukan ku setelah saling berhadapan dia mengusap air mata kemudian mengecup kening ku .


"Tolong berikan sedikit kepercayaan pada mas"


aku merasa bersalah dengan prasangka ku pada mas dennis tapi entah kenapa naluri ku tetap berkata lain.

__ADS_1


Hari yang di tunggu pun tiba aku mengantar mas dennis ke bandara jika keluarga ku tinggal di kota itu mungkin aku tidak merasa beban rasa khawatir ku tidak seberat ini melepaskan mas dennis menuju ke Kota itu.


tapi sekarang keluarga mertua ku tinggal di Kota kembang.


" Hati hati ya mas," ujar ku sambil mencium tangannya


" Papa cepat pulang ya pa" ujar michelle


" Mas dennis melepaskan pelukannya pada ku dan beralih ke michelle dia memeluk putrinya lama sekali kemudian mengecup kening nya.


" Tentu sayang papa akan cepat pulang, doakan papa ya sayang" mas dennis melirik ke arloji


" Ya sudah sayang papa harus masuk kedalam kalian hati hati di jalan nanti, michelle jangan nakal ya sayang"


mas dennis menghampiri ku dan mengecup kening ku sekali lagi


mas dennis bergegas masuk kedalam untuk chek in dan sesekali menoleh kearah kami melambaikan tangan.


" Daah daaaah paaa paaa, I love you" " seru michelle


Kami baru meninggalkan bandara saat kami tidak lagi melihat mas dennis.


terasa berat seperti separuh ku jiwa pergi itu yang kurasakan saat ini.


Sudah 5 hari mas dennis ada di kota itu kalau hanya sekedar observasi dan melobi apa selama itu berada di sana? apalagi jarang sekali mas dennis mengabari ku selama disana dengan a lasan sibuk dengan petinggi perusahaan yang nantinya akan menjadi rekanan perusahaan tempat nya bekerja di Kota itu.


Aku berusaha positive thinking, tapi entah kenapa hatiku berkata lain .


akhirnya mas dennis mengabari kalau lusa akan pulang karena urusannya lebih cepat selesai dari yang di perkirakan.


tentu saja aku girang mendengar nyaterlebih lagi michelle


" Papa pulang yes yes yes! " pekik nya sambil berjingkrak jingkrak Kalau ada istilah like father like son .. kini ada istilah baru like mother like daughter.


Tingkah michelle tidak jauh berbeda dengan ku saat kecil, bahagia sekali saat berdekatan dengan ayah saat itu.


" Nanti michelle boleh ikut jemput ya ma"


" Boleh dong sayang, sekarang Bobo siang dulu ya cantik" bujuk ku michelle menurut dan segera beranjak menuju kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2