Pegat

Pegat
Tamasya


__ADS_3

Aku sekuat tenaga untuk menepiskan fikiran fikiran buruk dari kepala ku dan mencoba memejam kan mata, akhirnya bisa tertidur menjelang pagi.


Hari ini genap 14 hari mas dennis ada di kota itu itu berarti aku mengabaikan semua panggilan dan chat darinya.


Karena mas ndaru libur aku mengajak nya membawa anak anak berlibur dengan mengunjungi tempat wisata


" Mas mlaku mlaku you karo bocah bocah sediluk neh kan do mlebu sekolah" ujar ku pada mas ndaru yang tengah mengecek mesin mobilnya.


" Yo wes ndang kon do adus ngono loh"


Aku memberi tahu ibu dan mbak tyas bahwa rencananya hari ini kami akan pergi tamasya bersama anak anak.


"Michelle, ibra mandi sayang kita akan jalan sama pakde " ujar ku meminta anak anak ku segera mandi


" Asyiiik, mas daffa dan mbak renita ikut ma?" tanya michelle


" Ya ikutlah sayang termasuk yangti"


Setelah semua siap akhirnya kami berangkat dengan mobilnya mas ndaru .


Anak anak tampak gembira menikmati wahana di tempat itu di temani mas ndaru kami bertiga duduk di Cafe yang tidak jauh dari mereka


" Piye dennis wes menghubungi?" tanya mbak tyas setengah berbisik.


" Wes telfon bola bali tapi ra tak gagas!


"Shhht! " mbak tyas meminta kami berhenti bicara dan memberikan kode dengan gerakan. mata karena mas ndaru terlihat berjalan kearah kami.


" Ndi bocah bocah mas ?" tanyaku begitu mas ndaru sudah duduk di bangku dekat ibu


"Nang kono do ra gelem tak jak" ujar mas ndaru nampak kelelahan.


"Bu kerso numpak Kora Kora bu?" ujar ku meledek ibu


" Matamu ! Ibu kok mbok aja numpak Kora Kora ki piye semaput repot ngko !" sahut mas ndaru sambil mendelik


"Hahahah hahhahaha hahahha hahaah" kami semua tertawa dengan jawaban mas ndaru Setelah puas bermain mencoba segala permainan kami mengajak anak anak meninggalkan tempat itu dan lanjut ke mall hari ini aku pokoknya harus happy hapy


...****************...


Beberapa hari aku ini aku sengaja mematikan ponsel begitu juga aku meminta mengaktifkan michelle mode airplane sehinggga mas dennis tidak bisa menghubungi siapa pa pun.


Dua minggu lagi anak anak akan masuk sekolah jadi aku puas puaskan mengajak mereka mengisi liburan.


Biar tahu rasa mas dennis tidak bisa menghubungi anak istrinya di hari ke 5 yang aku menyalakan ponsel banyak sekali pesan dari mas dennis dan mbak prapti melalui whatsapp dan mungkin ribuan kali juga dia mencoba menghubungi ku.


" Assalamualaikum" Sapa ku menelfon mbak prapti

__ADS_1


"Waalaikum Salam bu, alhamdullilah saya khawatir ibu kenapa kenapa, karena nomor ibu tidak aktif belakangan ini"


" Heehehehe, ibu baik baik aja mbak secepat nya kami pulang" ujar ku mendengar mbak prapti mencemaskan ku


" Ini bu bapak menelfon saya berkali kali dan marah sama saya, dikira saya berbohong"


"Gak usah diambil hati biar nanti ibu yang selesaikan".


Tidak lama aku selesai berbicara dengan mbak prapti panggilan mas dennis masuk


aku reject berkali kali puas sekali hati ku berhasil membuat mas dennis tersiksa beberapa hari ini.


Sebuah pangilan dari nomor baru masuk aku mengangkatnya karena aku penasaran siapa gerangan yang menelfon.


" Sayaaang  kenapa siksa mas seperti ini?" Terdengar suara mas dennis dari ujung telfon .


Saking frustasi nya  karena telfonnya  selalu ku reject dan pesan pun ku abaikan mas dennis memakai nomor baru untuk menghubungi.


Begitu tahu kalau itu mas dennis segera ku   ku tekan tombol end.


TRIIIIIING! Notif pesan masuk  di  ponsel ku


" Sayaaang  kalau kamu terus begini kamu tahu akibat nya" tulis mas dennis dalam pesannya


" Apa maksud mas hah?!"


"Angkat telfon mas malas untuk mengetik" balas nya


Kami berbicara panjang lebar   tentang suara desahan  saat aku menghubungi nomornya itu


" Hahahahah hahahhaha hahah, gak usah  melawak mas gak lucu sama sekali" sergah ku.


Mas dennis berkilah bahwa ******* itu adalah kerjaan rekan kantornya dia bilang mana mungkin mas dennis melakukan hal yang tidak senonoh.


Mas dennis tahu bahwa masalah ini tidak akan selesai jika bicara melalui telfon atau whatsapp maka nya dia memutuskan untuk bicara langsung


"Aku tidak peduli mas pulang atau tidak" tulis ku dalam pesan yang ku kirim.


Kami baru saja menyelesaikan makan malam saat sayup sayup terdengar suara seseorang mengucapkan Salam dari luar


" Assalamualaikum " aku tahu itu suara siapa sengaja ku besarkan volume televisi agar t tersamar dengan suara tivi.


" Assalamualaikum "


"Kok Kaya ada orang yang ngucapin salam di luar ya?" ujar mas ndaru


" Itu loch mas dari tivi"

__ADS_1


" yo to?"


" ho"oh" jawab ku singkat


Hampir setengah jam mas dennis ada di luar lama tidak terdengar suara nya lagi


"Assalamualaikum " kali ini mas ndaru penasaran dia membuka pintu untuk tahu siapa itu.


" Astaghfirullah dennis?" terdengar suara mas ndaru dari luar mas ndaru tergopoh gopoh masuk kedalam dan mengambil kunci pagar.


" Kowe ku gemblung , jare soko tivi lah wong bojo mu ngono kok."


Mbak tyas mencubit tangan ku memberi kode agar aku tidak membuat masalah saat mas dennis sudah di dalam aku membalas dengan mengacung kan jempol ku.


Ekspresi ku datar saja saat mas dennis sudah masuk ke dalam,


" Eh den kok malam pulang nya?, gak ngabari dinar tadi?" ujar mbak tyas pura pura terkejut dengan kedatangan dennis.


Supaya ibu dan mas ndaru tidak curiga kalau sebenarnya kami tengah perang dingin aku berusaha bersikap wajar terhadap mas dennis di dapan mereka.


" Iya nich mbak mendadak" sahut mas dennis


" Paaaa paaaaa" seru ibra yang langsung melompat ke pelukan mas dennis


" Errrh cayang jagoan papa" sambut mas dennis sambil membopong ibra dengan satu tangan dan tangan yang satunya merangkul michelle


" Loh den dari tadi?" tanya ibu


" Baru saja bu" mas dennis m menyalami ibu


Karena khawatir aku ngamuk sama mas dennis malam itu mbak tyas punya ide untuk mengajak ku ke luar dengan alasan minta di temani ambil jahitan.


" Den pinjam dinar sebentar ya mau tak suruh antar ambil jahitan " ujar mbak tyas pada mas dennis


" Silahkan mbak"


" Wes ayo ndang nar, "


"Bu medal riyen nggeh "pamit mbak tyas pada ibu


Mbak tyas mengarah kan sepeda motor ke sebuah warung baso yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah ibu .


" Pokok'e sak mangkel mangkel mu tahan sek ngomong'o apik apik yo.


" Eling ono bocah bocah , kowe lak reti dewe senajan mas mu kui senang bercanda tapi kalau tahu masalahnya seperti itu ya bakal ngamuk!"


" Terus aku harus gimana mbak? pura pura tidak terjadi apa apa? atiku ki loro mbak" sahut ku

__ADS_1


" Mbak tahu tapi kamu harus tahu Sikon"


Mbak tyas menasehati ku panjang lebar dia tahu betul tabiat ku yang suka ngamuk kalau kalau sudah terluka.


__ADS_2