
"Kenapa sich sayang kamu itu kok seolah olah tidak percaya dengan suami mu ini hmm?" ujar mas Dennis saat kami berada di dalam kamar
aku yang bersandar di dada bidang mas Dennis
aku hanya diam menikmati helaan nafas dan detak jantung mas Dennis .
Terasa damai sekali saat aku dalam pelukannya.
saat mas dennis masih muda dulu aku tidak begitu setakut ini, tapi justru ketika mas dennis sudah setengah baya justru ketakutan ku akan kehilangan dirinya berlipat lipat ganda entah apa sebabnya.
Ketampanan mas Dennis justru semakin terpancar saat usianya tidak lagi muda semakin berkharisma ini yang membuat aku tergila gila.
" Sayang kamu tidur? kok diam saja hmm"ujar nya sambil merundukan kepalanya kearah ku.
" Enggk kok mas, '
" Terus kenapa diam saja "
" Bukan nya aku tidak percaya mas, tapi sulit untuk menjelaskan perasaan ini" ujar ku menghela nafas
" You're still the one I belong to" ujar mas dennis mengusap rambut ku
Aku memperbaiki posisi ku kini kami saling berbaring berhadapan
Aku menatap lekat lekat wajah mas dennis
semakin lama aku menatap wajahnya justru rasa takut kehilangan semakin kuat bergejolak di hati⁰ ku .
Aku tidak bisa membayangkan jika suatu hari aku harus berpisah dengannya , sanggup kah aku? apakah harus sesakit ini ini mencintai? sedalam ini kah rasa cinta ku pada mas dennis?
Aku terdiam cukup lama sementara pandangan ku tidak lepas dari wajah mas dennis.
rupanya mas dennis merasa jengah dengan tatatapan ku yang tanpa kata dia mengalihkan pandangannya ke atas pada langit langit kamar.
" Sayang kamu kenapa? mas benar benar bingung , jangan membuat mas menerka nerka dong" ujar nya aku hanya menggeleng.
"Ya udah besok minggu depan mas ambil cuti kita pergi berdua michelle kita titip di rumah ibu gimana?
" Benar mas?" aku bersemangat mendengar kata kata mas dennis mas dennis menganbguk dan tersenyum
" Muaaach muaaach muachhhh" aku menghujani mas dennis dengan kecupan
__ADS_1
" Terus kemana mas kita rencananya?"
" Terserah kamu sayang, mas tahu mungkin perhatian mas kurang yang membuat kamu uring uringan"
Akhirnya mas dennis peka memang aku merasa mas dennis terlalu sibuk kadang pulang sudah larut kadang dia pergi dengan kawan kawannya kadang pergi keluar Kota mungkin ini yang membuat ku di Landa swing mood.
...****************...
Mas dennis memilih karimun jawa sebagai tempat kami berlibur nantinya, sekaligus untuk membayar kerinduannya pada hobby yang lama tidak di lakukannya yaitu diving .
Sebagai seorang yang punya hobby diving tentunya tidak salah jika mas Dennis memilih karimun jawa karena disana banyak spot spot yang tidak kalah kece di banding bunaken ataupun pulau padar di labuan bajo.
sehari sebelum keberangkatan aku sudah menghubungi ibu tentang rencana kami untuk bepergian tanpa michelle , kami berencana menitipkan michelle pada ibu untuk beberapa hari ke depan
Syukurnya ibu tidak keberatan malah senang karena 2 cucu dari mas ndaru dan mbak tyas jarang pulang karena tengah berada di pondok pesantren.
" Yo wes kapan rep di terkene ndene ?"
" Ngenjang bu sekalian kami berangkat" jawabku
Akhirnya pagi pagi kami sudah siap berkemas dan hendak mengantakan michelle kerumah ibu.
" Michelle are you okay babe,? Tanya mas dennis melirik michelle dari kaca mobil
" Sayang nanti kita berlibur bersama ya pas school season"
"Okay mama don't worry be happy" ujarnya sambil tersenyum manis , putri kami menjadi putri yang jelita dengan lesung pipit di kedua sisi pipinya menambah kecantikannya.
Setelah mengantar michelle dan berbasa basi sedikit dengan ibu kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan.
Menempuh perjalanan di jalan toll selama 12 jam akhirnya kami exit dari tol jepara Kami harus melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Kartini .
Setelah sampai di pelabuhan Kartini setelah membeli tiket kami masuk kedalam kapal kami menempuh perjalan dari pelabuhan selama 5 jam karena mas dennis memilih membawa mobil kami untuk trasportasi selama di sana.
Usai memilih penginapan kami pun di pandu tour guide lokal berangkat menjelajahi destinasi di pulau itu pertama menuju spot diving.
Aku takjub dengan hamparan pantai berwarna biru kristal berpadu dengan pasir putihnya yang lembut membuat siapa pun tersihir dengan keeksotisannya.
Ternyata tidak kalah cantik dari labuan bajo. mas dennis sangat excited akhirnya dia menekuni hobby nya kembali.
setelah puas kami pun kembali ke penginapan.
__ADS_1
Tiba tiba terdengar notifikasi dari ponsel mas dennis, saat mas dennis sedang mandi sebenarnya aku bukan tipikal istri yang senang mengecek ponsel pasangan. Tapi mengingat akhir akhir ini mas dennis sering keluar Kota akhirnya aku tergelitik untuk mengecek ponselnya.
Tangan ku gemetar saat meraih ponsel mas dennis karena ini pertama kalinya aku mengecek ponsel mas dennis .
mataku hampir melompat keluar sat aku baca pesan yang masuk
" Miss you so much" pesan yang singkat tapi penuh makna, aku segera mencatat nomor si pengirim pesan memblock nomor nya dan menghapus pesan .
Mataku fokus pada pintu kamar mandi takut kalau tiba tiba mas dennis keluar dari kamar mandi aku segera meletakan ponsel pada tempatnya dan bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa.
Keesokan paginya aku beralasan pada mas dennis agak sedikit tidak enak badan
" Mas hari ini aku di hotel saja ya, agak gak enak badan" ujar ku berbohong
mas dennis meraba dahi ku tampak cemas dengan keadaan ku
"Ya udah mas juga disini saja temani kamu sayaang hmm"
" Gak usah mas, mas pergi saja paling setelah minum obat akan membaik" ujar ku berbohong padahal aku ingin sendirian agar bisa ngecat si pengirim pesan kemarin.
" Yakin sayang gapapa mas tinggal?"aku mengangguk meyakin kanya akhirnya mas dennis keluar hotel untuk kembali memuaskan hasratnya menyalurkan hobby.
Sepeninggal mas dennis aku langsung mengunci kamar dan mengeluarkan ponsel segera aku lihat profile si pengirim pesan melalui whatsapp sayang nya aku tidak bisa melihat foto profilenya. mungkin dia mengatur hanya kontak nya yang bisa melihat foto profilenya.
Aku mengatur strategi untuk mengorek info
aku pura pura salah salah kirim chat
"Bu mega gimana ya ini uang arisan" pesan pancingan ke nomor stranger itu
ku tekan tombol send.
tidak lama yang bersangkutan membalas
" Maaf salah sambung ini bukan nomor bu mega"
Makin bersemangat aku jadinya ku balas lagi peannya .
" Kalau boleh tahu ini siapa? setahu saya ini nomor bu Mega" ujar ku berbohong demi lancarnya investigasi ku.
" Saya Adeline maaf dengan siapa?" balasnya
__ADS_1
" Saya Sinta, " ujar ku dari situ aku dapat informasi berharga ternyata ini bukan nomor Michelle mantan mas dennis aku sedikit merasa bersalah pada Michelle karena menyangka dia yang tidak tidak.
Lalu siapa adeline? teman kantor? atau jangan jangan purel ?