
Mas denis pulang kantor lebih awal dari biasanya tapi seperti yang sudah sudah kami tidak banyak terlibat dalam pembicaraan, sudah beberapa waktu ini kami tak ubah nya seperti orang asing yang tinggal dalam satu atap.
Aku sibuk mengurus anak anak sedang kan mas dennis sibuk dengan dunia nya sendiri
aku pun sudah jarang mengunjungi ibu rasanya tidak tega selalu membebani perempuan sepuh itu dengan segala keluh kesah ku.
"Mas mau bicara sama kamu"ucap mas dennis yang tiba tiba sudah berdiri di belakang ku saat aku tengah memasak makan malam
" Apa yang kamu bicarakan mas aku sudah lelah dengan pertengkaran" seloroh ku
"Tidak akan ada pertengkaran jika kita sama sama dewasa" sahut mas dennis
"Mas sebaiknya kita tetap seperti ini sampai salah satu dari kita menyadari kesalahannya" sahut ku datar sambil terus melanjutkan memasak
Mas dennis meraih bahuku dan membalik kan badan ku kami saling berhadapan dia menatap ku dengan pandangan yang tidak aku mengerti.
" Dinar sampai kapan kita kan terus seperti ini?" ujarnya lirih
" mbak tolong ibu, teruskan masaknya mbak" seru mas Dennis pada mbak prapti yang tengah menemani ibra bermain
" Baik pak"
Mbak prapti tergopoh gopoh menghampiri ku di dapur
" Sini bu saya teruskan"
" Gak usah mbak biar ibu saja"
" Ayo lah sayang, ujar mas dennis sambil meraih sutil yang ada di genggaman ku dan memberikannya pada mbak prapti.
Mas dennis memintaku masuk kedalam kamar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada diantara kami.
"Dinar kamu yakin untuk tetap seperti ini hmm? gak capek sayang?" ujar mas dennis sambil menatap ku dengan pandangan sendu
" Jujur mas capek, hati dan fikiran mas tidak fokus karena masalah yang berlarut larut "
Aku diam tidak mengeluarkan sepatah katapun ingin marah pun sudah tidak ada hasrat hati ku benar benar hampa .
"𝗗𝗶𝗻𝗮𝗿 𝗯𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗼𝗻𝗴 𝘀𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗵𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗮𝘀 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗻𝗮𝗺𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗿𝗼𝗹𝗼𝗴 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗮𝗹𝗼𝗴"
ujar mas dennis melihat ku tidak mengeluarkan sepatah kata pun
Aku menghela nafas terasa berat dan nyeri di dadaku di satu sisi aku tidak benar benar siap jika harus membesarkan kedua anakku tanpa kehadiran seorang ayah disisi mereka.
Tapi disisi lain aku juga tidak kuat hidup dalam tekanan bathin.
__ADS_1
"Mas , tidak ada jalan lain selain berpisah ini yang terbaik untuk kita" ujar ku setelah sekian lama nya aku terdiam
Mas dennis terperanjat mendengar perkataannku dia mengusapkan telapak tangan ke wajah nya dengan kasar
" Dengar Dinar sampai kapan pun mas tidak akan menceraikan kamu!" pekik mas dennis histeris
" Mas jangan egois , mas itu jahat belasan tahun aku menjaga kesetian ku tapi apa balasan mas?!" aku berusaha untuk tetap tenang dan datar.
" Mas mengkhianati aku, bahkan tanpa aku tahu mas sudah punya anak dengan perempuan lain di luar sana, apa kurang ku mas?"
Mas dennis benar benar shock setelah aku mengatakan apa yang menjadi rahasia nya selama ini.
" Kamu sudah tahu semuanya Dinar?"
" Ya saya sudah tahu semua itu sebabnya saya tetap ingin kita bercerai!"
" No Dinar, kita tidak akan pernah bercerai titik! Mas akan lakukan apa pun untuk menebus kesalahan yang mas lakukan"
Sama seperti yang sudah sudah tidak di capai kesepakatan hati ku sudah benar benar hambar sulit sekali untuk memaafkan kesalahan seperti yang Mas dennis lakukan
Lima tahun aku di bohongi lima tahun pula mas dennis bersandiwara di depan istri dan anak anaknya
"Mama kok mama jadi kurus" ucap michelle yang membuat ku tersentak tanpa kusadari putri ku mengamati ku dan menyadari ada ynag berubah dari mamanya
" Masa sih kak enggah ahh" ujar ku sambil bercanda untuk menutupi kesedihan ku
" Seandainya mama dan papa bercerai kakak bisa menerima "
Bulir bulir air mataku tidak kuasa aku bendung aku rangkul putri ku ynag sudah tumbuh menjadi gadis remaja
Meski baru duduk dibangku smp pemikirannya sudah sangat dewasa
" Dari mana kakak tahu semua ini sayang?"
" Kakak sering diam diam mendengar pertengkaran mama dan papa"
Aku menangis sambil merangkul putri ku ada rasa bersalah dan malu dengan putri ku merasa bersalah karena putri harus turut merasakan kesedihan ku, malu karena sebagai orang dewasa tidak mampu memberi contoh yang baik bagi anak anak .
...****************...
"Mas aku ingin pulang kerumah ibu ku" ujar ku suatu malam
" Kamu gak akan kemana mana! aku masih suami mu dan akan tetap jadi suami mu" ujar mas dennis
"Mas tidak ada gunanya lagi kita tetap bersama"
__ADS_1
" Pokoknya tidak ada kata perceraian titik jangan mengulangi lagi dan lagi mas muaaaaak!!!"
" Aku lebih muak mas, sekian lama mas mengkhianati saya dan merasa tidak berdosa?"
"sakit kamu mas!"
Bruaaaaaak!
Tiba tiba terdengar tendangan yang cukup keras dari arah pintu aku dan mas dennis sama sama terkejut mas dennis membuka pintu kamar untuk tahu siapa yang melakukan nya
Saat pintu terbuka kami terkejut bukan main michelle berdiri di depan pintu dengan muka marah
" Kalian keterlaluan! kami capek mendengar kalian bertengkar setiap saat!
Aku tertunduk malu melihat anak perempuan ku tengah meluapkan emosinya sementara mas dennis berdiri mematung tidak tahu harus berkata apa
" Jika kalian terus bertengkar kami akan pergi dari rumah ini!" tantang michelle dengan suara lantang
"Kakak kami bisa jelaskan semuanya" ujar mas dennis akhirnya setelahbsekina lama terdiam
"Kami? kami siapa? bukan kami seharusnya tapi papa yang jelaskan semuanyaaa!" pekik michelle histeris sambil menunjuk muka mas dennis aku tidak menyangka entah keberanian dari mana michelle bisa melakukan semua ini
Mas dennis menghampiri michelle dan tanpa kuduga dia melayangkan tamparan yang keras di pipi putri kami
PLaaaaak!
" Kurang ajar kamu, papa membesarkan kamu menyekolahkan kamu ini balasan kamu hah?!"
" Siapa yang mengajari kamu seperti ini?!"
Michelle tertunduk tidak berani menjawab lagi mas dennis yang sudah di kuasai emosi kembali melayangkan tamparan di pipi michelle
PLaaaaak!!
" Jawab! ujar mas dennis tidak bisa mengusai emosinya aku segera merangkul michelle dan melindungi nya dengan badan ku
" Cukup ! mas Mari kita introspeksi diri kenapa bisa terjadi seperti ini"
" Kakak masuk kamar sayang" pinta ku pada michelle
tanpa berkata sepatah kata pun michelle beranjak menuju kamarnya di lantai dua
Braaaaaak !! michelle membanting pintu kamarnya dengan sekuat tenaga hingga suara berdebum terdengar hingga ke lantai bawah.
Mas dennis berlari menaiki tangga hendak menyusul Michelle
__ADS_1
aku segera mencegah nya dengan aku menarik tangannya
" sudah mas sudah" ujar ku