
"Assalamualaikum yangtiiiii" ucap anak anak ku" begitu mereka Turun dari mobil .
" Waalaikum Salam eeeeh cucu cucu yangti" tanpak ibu tergopoh gopoh keluar menyambut kami, diciuminya cucu cucu nya
Muach muuachhh!
Ibra mengusap pipinya dengan kaus yang dikenakan dengan mimik muka kesal, memang sejak dini kami ajarkan pada ke dua anak ku bahwa selain anggota keluarga tidak boleh membiarkan orang memegang bagian tubuh mereka termasuk mencium.
Karena masih balita ibra misunderstood dengan apa yang aku kami tanamkan , yang dia anggap anggota keluarga adalah yang tinggal serumah dengannya saja.
" Gak boleh cium cium no no itu gak sopan" celoteh ibra sambil menggoyang goyang kan jari telunjuknya di depan wajahnya.
Baik aku ataupun ibu terperangah dengan reaksi ibra aku segera menyadari kesalahan , berlutut di depan ibra dan bicara dengannya bahwa apa yang di laku kannya itu salah,yangti adalah anggota keluarga, anggota keluarga bukan hanya yang tinggal satu rumah saja.
" Ibra kok gitu sama yangti,? yangti boleh mencium ibra kan yangti juga anggota keluarga sayang ayok minta maaf sama yangti"
Ibra dengan muka polosny tampak malu malu menghampiri ibu dia mendekati ibu dan mencium tangannya
" Yangti ibla minta maaf yaaa, yangti boleh cium ibla" ucapnya sambil menunjuk pipinya yang cubby
Muuuuachhh! muachhhh ibu mencium nya untuk ke dua kali ibra tampak senang mendapat ciuman dari ibu diusap usapnya rambut cucunya itu
"Pinter cucu yangti"
" Yangti ndak malah cama ibla kaaan" lanjutnya lagi dengan sura yang belum begitu jelas
" Ya ndak"
Michelle mengajak ibra menjumpai sepupu mereka renita dan daffa.
...****************...
"Kapan dennis muleh ndok?"
ujar ibu suatu pagi saat kami baru saja menyelesaikan sarapan
" dereng ngertos bu"
"Ooouh seng sabar dongakno ojo mbok pisu'i"
__ADS_1
Aku menganguk mendengarkan nasehat yang ibu katakan baru saja.
Aku segera memberi tahu ibu apa yang mengganggu fikiran ku belakangan ini bahwasanya aku mendapat teror dari orang yang tidak ku kenal.
" Di teror piye?" ujar ibu tampak cemas demgan keadaan anak dan kedua cucunya
" Teror dengan kata kata bu, kulo di lok lok no ngagem kata kata seng mboten cetho"
" oalah ngono? opo kowe jotak'an mbek konco mu?" sepemikiran dengan ku bahwa ibu juga mengira mungkin aku bermusuhan dengan seseorang di luar sana atau ada yang merasa sakit hati dengan tingkah ku.
" mboten niku bu"
"La terus sopo kok iso ujug ujug misu'i kowe?"
Aku menggelengkan kepala sebagai isyarat bahwa aku juga tidak tahu dengan alasan apa orang itu meneror ku.
" Nek ngono Jarno, ra usah digagas mengko lak yo kesel dewe" seloroh ibu
saat kami tengah mengobrol membahas teror itu mbak tyas ikut nimbrung sambil membawa sepiring lumpia goreng yang masih mengebul.
"Nyoh mumpung iseh angel iki loch" ujar mbak tyas meletakan lumpia itu di meja depan kami.
" Nggawe dewe ndek biyen jebule iseh ono nang frizzer"
TRIIIIIING TRIIIIIING TRIIIIIING!
Ada panggilan masuk di ponsel ku mas dari mas dennis
" Assalamualaikum, mas?" tapi tidak ada sahutan disana dan panggilan itu terputus begitu saja.
Aku berfikir mungkin jaringan sinyal dari tempat mas dennis tidak bagus kalau kehabisa oulsa jelas tidak mu gkin karena mas dennis menggunakan pasca bayar.
Menunggu beberapa lama dengan harapan mas dennis akan menghubungi ku kembali nyatanya tidak ada panggilan masuk setelah terputus tadi.
Kuputuskan untuk mencoba menghubunginya karena perasaan ku tiba tiba tidak enak, ada nada tersambung tapi tidak diangkat.
Ku ulangi lagi menghubungi nomor mas dennis tidak berapa lama panggilan ku di angkat tapi yang terdengar suara ******* seorang wanita di telinga ku.
Terkejut bukan main aku mendengar suara ******* yang sangat meresahkan saat aku menghubungi nomor mas dennis aku matikan sambungan telfon itu.
__ADS_1
Tangan ku gemetaran menahan emosi apa yang kamu lakukan di sana mas! dengus ku dalam hati fikiran ku sangat kacau bisa bisanya ada ******* wanita saat aku menelfonnya.
Jangan jangan mas dennis? Segala prasangka buruk memenuhi fikiran ku , aku rasa siapa pun akan berprasangka buruk jika mendapati hal yang serupa dengan ku.
Seharian ku mood ku kacau setelah mendengar suara ******* wanita seperti tengah berhubungan layaknya suami istri saat aku menelfon mas dennis.
Waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari tapi mata ku enggan terpejam
Ku pandangi wajah ibra dan michelle yang tengah terlelap tidur gara gara suara ******* itu mereka menjadi pelampiasan kekesalan ku tadi sore.
Aku membentak ke duanya karena mereka meminta dengan sedikit memaksa untuk membawanya jalan jalan dengan sepupu mereka Anak mbak tyas dan mas ndaru.
" Kalian Ini tidak tahu ya mama sedang pusing nonton tivi sana!!" Ujarku dengan suara yang lantang.
Ibu dan mbak tyas yang mendengar suara bentakan ku di susul tangisan ibra menghampiri ku, mbak tyas mengajak ibra dan michelle keluar rumah rumah , ibu berdiri memandang ku dengan pandangan tidak mengerti.
" Ngopo kowe to ndok kok mbengok mbengok mesak'e bocah bocah iki loch ra ngerti opo opo mbok getak'i" Ibu memarahi ku karena melihat ku membentak bentak cucunya.
" Nek ono masalah karo bojo mu ojo anak mu seng mbok jadikan pelampiasan mikir kowe iki!" Lanjut ibu sambil memandang ku dengan tatapan mata jengkel.
Blaaaaarrr!!!
Ibu membanting pintu kamarnya dengan sangat keras karena kesal dengan kelakuan ku,setelah suasana mereda mbak tyas menghampiri ku
" Ada apa to nar? Kowe gak kasihan sama anak anakmu? Jangan jadikan anak anak pelampiasan kemarahan mu!"
" Ada apa? Sini cerita sama mbak" ujar mbak tyas sambil merengkuh bahu ku dan mengusap usapnya.
Tangis ku pecah di pelukan kakak ipar ku, ku ceritakan apa yang terjadi tadi
" Kamu yakin nar gak salah nomor? " tanya mbak tyas setelah mendengar cerita ku.
Ku sodorkan ponsel ku dan membiarkan mbak tyas melihat history panggilan di ponsel ku hari ini.
Disana hanya ada tiga riwayat panggilan dari mbak prapti, dari mas dennis dan dari sales bank yang menawarkan penambahan limit di kartu kredit ku.
"Astaghfirullah ko bisa dennis seperti itu?" Ujar mbak tyas setelah yakin bahwa aku tidak salah menelfon atau menerima telfon.
" Ya udah tenangkan pikiran mu diam, cukup mbak yang tahu jangan sampai mas mu atau ibu tahu nanti panggah ribet panggah rame.
__ADS_1
" Wes ra karu karuan mengko criton'e, tunggu dennis muleh, minta penjelasan selesaikan dengan baik baik" mbak tyas mewanti wanti.