
Suara dering telfon berkali kali terdengar di telingaku tapi mata ku terasa berat untuk di buka , akhirnya aku berhasil memaksa mata ku untuk melek aku melirik ke samping tampak mas dennis tertidur lelap
Saat hendak mengangkat telfon yang kembali berdering justru aku terperanjat saat menyingkap selimut baru menyadari bahwa tidak ada sehelai benang pun di tubuh kami berdua.
Aaaaarghhhhhh!!
Entah apa yang ada di fikiran ku tiba tiba refleks menjerit saat melihat keadaan kami tanpa sehelai benang pun mas dennis terbangun karena kaget mendengar teriakan ku.
" erhhh ,, ke...kenapa sayang?" ujar mas dennis panik dan mencoba duduk sambil mengucek ucek mata
aku membisikan agar mas dennis mencoba menyingkap selimut dan lihat keadaan di dalam
" asksbsksbdndk*#,$$;$?#" bagai kerbau di cucuk hidung nya tanpa berfikir panjang mas dennis mengintip kedalam selimut melihat keadaan kami berdua
" hahahahahaha hahahahha hahahaha somplak!" ujar mas dennis sambil menoyor kepala ku setelah tahu apa yang membuat ku menjerit
" sensasinya beda ya sayang kalau habis berantem" ujar nya sambil mengedipkan sebelah matanya kearah ku
"isssh" sahut ku sambil menaikan sudut bibir ku
Mas dennis menarik tangan ku sehingga badan ku bergeser kearahnya tiba tiba dari arah pintu terdengar ketukan .
TOK TOK TOK!
"Room service" terdegar suara dari luar kami panik tunggang langgang mas dennis segera menyambar handuk dan dililitkan di pinggang nya dan segera menutupi ku dengan selimut.
" I...Iya... sebentar" sahut mas dennis setelah melilitkan handuk di pinggang nya mas dennis segera menuju pintu dan membukanya sedikit
" Maaf pak sudah waktu nya untuk chek out apa kamarnya mau di perpanjang?" ujar petugas hotel
" Oh Iya diperpanjang mas"
" Baik apa mau di bersihkan sekarang ?" ujar petugas hotelnya lagi
" nanti kami kabari jika ingin di bersihkan" sahut mas dennis
" baik ..saya permisi"
setelah petugas room service pergi mas dennis segera mengunci pintu dan menghambur ke atas kasur kami tertawa terbahak bahak mengingat kekonyolan kami.
" Jam berapa mas? tanyaku dari balik selimut
__ADS_1
Mas dennis menyambar ponselnya
"12.45 sayang, mandi yuk lanjut cari makan " ujar mas dennis sambil mengerling nakal aku sudah faham kode kode nakal dari mas dennis.
"No mandi sendiri sendiri" ujar ku sambil menghindar dari mas denis aku menggoyang goyang kan jari telunjuk di depan wajah ku sambil tersenyum.
Mas dennis berusaha menarik selimut yang melilit di tubuh di tubuhku dan berhasil menangkap ku
HAAAP!!
"Kena.."!! ujar nya mendekap ku dari belakang dan segera membopong ku ke kekamar mandi.
" lepasin maaas hahahha hahahahh haha" ujarku sambil memukuli tangan nya
" shhhhht diam" ujar mas dennis
Setelah berganti pakaian dan berdandan kami memutuskan untuk keluar memencet tombol lift ke lantai 1 menuju resepsionis untuk memperpanjang kamar dan meninggalkan pesan agar kamar kami di bersihkan sekalian minta referensi dari pihak hotel tempat wisata yang bisa kami kunjungi.
Mas dennis menggandeng tangan ku menuju mobil saat aku sedanng memasang safety belt mas dennis diam diam mengamati ku menatap ku dengan senyuman yang sumringah sekali.
" Kenapa mas cerah banget" ujar ku berusaha menutupi rasa salah tingkah ku karena sikap mas dennis
" Mas benar benar bahagia sayang hari ini, ternyata ada hikmah di balik segala sesuatunya" ujarnya sambil terus tersenyum di tambah lesung pipitnya makin menambah pesona mas dennis
" Muuuach I love you" ucapnya sambil mengecup kening ku
" love you too .. so much" balas ku tidak mau kalah
" udah ahh yuk"
Mas dennis menggangguk namun sebelum menghidupkan mesin mas dennis kembali memaling kan wajahnya kearah ku dan lagi lagi tersenyum manis sekali aku jadi salah tingkah d i buatnya
" Maaaas ayok lah laper nich" rengek ku menutupi rasa salah tingkah
Akhirnya Mobil melaju meninggalkan parkiran hotel menuju tempat yang di rekomendasikan pihak hotel.
Urusan perut selesai kami berkunjung ke pusat oleh oleh membeli beberapa makanan khas Kota ini untuk dibawa pulang besok kami kembali ke hotel menjelang malam hari mengemasi barang barang bawaan dan juga oleh oleh yang kami beli tadi .
Setelah segala sesuatunya selesai kami segera beranjak pergi beristirahat karena besok pagi pagi sekali kami berencana untuk chek out agar bisa memulai perjalanan lebih pagi saat udara masih segar.
Mas segera menyerah kan kunci dan mengambil deposit ,kami meninggalkan hotel dan memulai perjalanan pulang.
__ADS_1
Suasana di jalan tol itu masih sangat lenggang karena sangat pagi saat kami memasuki area tol.
"Tidurlah sayang kalau masih ngantuk" ujar mas dennis " aku menggeleng
" Kalau capek bilang ya mas kita gantian " ujar ku menawarkan diri
"Okay ya udah tidur biar bisa gantian nanti" sahut mas dennis sambil melirik ku dari spion dalam
" Kalau aku ngantuk nanti aku tidur kok mas timpal ku seraya melemparkan senyum maut ku, perjalanan yang panjang itu tidak terasa melelah kan bagi kami sepanjang perjalan kami bercerita dan kadang berdendang mengikuti lantunan music dari cs yang diputar mas dennis.
Aku dan mas dennis punya artis favorite yang sama yaitu boy and asal Denmark MLTR. jadi kebanyakan lagu lagu yang di putar di mobil mas dennis dari band itu . kami sama sama ikut bersenandung saat lagu favorite kami di sedang di putar.
*You took me right out of the blue simply by showing that you love me too*
kami ceria sekali selama perjalanan layaknya pasangan muda mudi seolah lupa bahwa kami adalah sepasang papa dan mama dari anak yang sudah berusia 10 tahun.
" Semoga kita seperti ini terus ya sayang" celetuk mas dennis saat sedang terjebak macet
" Aamiiin insha allah mas" timpal ku
Ternyata perjalan molor 3 jam lebih karena berhenti di rest area dan terjabak macet menjelang tengah malam kami baru memasuki tol dalam kota.
" Kita pulang kerumah ibu atau ke rumah kita sayang?" tanya mas dennis ketika sudah keluar dari tol
" Udah tengah malam mas kita pulang kerumah aja lah besok baru jemput michelle"
Mas dennis mengangguk setuju
" Asyik .. bisa dech kita lanjut mengerjakan proyek" timpal mas dennis
Aku yang sedang menahan kantuk dan pegal di seluruh badan karena menempuh perjalan jauh jadi tidak fokus arah pembicaraan mas dennis .
" Proyek apaan mas?" Tanya ku polos
"Proyek bikin adiknya michelle " ujar mas dennis setengah berbisik
mendengar jawaban mas dennis membuat ku gemas dan mencubit pahanya.
" Awwwwwww, sakit dong sayang" mas dennis meringis kesakitan karena cubitan ku
tidak terasa mobil sudah memasuki kompleks kami.
__ADS_1
Aku bergegas turun untuk membuka pagar dan menurun kan barang barang bawaan.