
Menjelang sore mas dennis pulang ke penginapan wajahnya terlihat gembira karena bisa menyalurkan hobby lamanya.
Disisi lain aku merasa bersalah pada michelle mantan mas dennis karena aku selalu mencurigainya akan merebut mas dennis dari sisi ku
Isi pesan yang adeline kirimkan membuat ku benar benar murka, perempuan mana yang tidak murka jika ada perempuan lain mengirim pesan seperti itu pada suaminya?
Ternyata selama ini mas dennis berhubungan dengan perempuan lain padahal didepan ku dia adalah sosok yang suami dan ayah yang nyaris sempurna
Aku melihat foto profile adeline di whastapp gadis muda berusia sekitar 28 berkulit putih bening dan dengan rambut curly yang cantik.
siapa yang tidak tertarik dengan perempuan sepertinya?
" Hai sayang gimana sudah baikan" ujar mas dennis setelah masuk kedalam kamar dia hendak mencium ku tapi aku melengos
mas dennis tampak terkejut dengan sikap ku yang demikian.
" Sayaaaang what's going on? "ujarnya wajahnya terlihat heran
" Gak ada apa apa mas jawab ku singkat sambil menuju kamar mandi
" Oouh okay"
" Aku mengguyur kepala ku yang terasa pening sekali memikirkan segala kemungkinan yang telah terjadi antara mas dennis dan perempuan si pengirim pesan mesra itu.
miss you so much?? kata ini terdengar singkat tapi bisa beribu makna terkandung di dalamnya aaaarghhhhh!! guyuran air dari shower itu lumayan mendinginkan isi kepala ku yang hampir mendidih rasanya.
Ternyata mas dennis tega berbuat seperti itu sementara aku benar benar menjaga marwah ku sebagai seorang istri
" Tega kamu maaaas!" jerit ku di bawah guyuran air dari shower itu karena aku cukup lama berada di kamar mandi mungkin mas dennis merasa khawatir sehingga dia menggedor gedor pintu kamar mandi.
TOK...TOK.. TOK!!
"Sayaaaang kamu baik baik aja kan?" serunya dari luar kamar mandi
" Iya maaas sahut ku"
Setelah siap berdandan rapi mas dennis mengajak ku untuk makan malam di resto hotel selama jamuan makan malam itu aku lebih banyak diam dan menghindari bertatap mata dengan mas dennis.
" Sayaang coba dech enak pasti kamu suka" ujar mas dennis seraya mengulurkan sendok berisi pudding ke arah ku aku refleks mendorong tangan mas dennis sehingga pudding itu jatuh ke meja.
mas dennis tampak terperangah dengan tindakan ku dia meletak kan sendoknya dengan sedikit kasar
TRIIIING!!
Suara sendok beradu dengan piring terdengar cukup nyaring dia menatap ku dengan pandangan yang tajam.
Mas dennis segera mengelap mulut pandangan nya tidak lepas dari wajah ku pandangan yang marah kesal dan kecewa ada disana.
Di lemparnya napkin itu dengan kasar hingga terpental ke lantai aku diam tidak bereaksi apa pun.
Bahkan untuk mengangkat wajah menatap kearah nya pun tidak ada keberanian aku tahunaku salah dengan tindakan ku tapi semua ku lakukan karena didorong rasa kecewa ku.
Mas dennis segera bangkit dan berjalan menuju kamar tanpa menghiraukan ku, aku berlari lari kecil mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Ketika sudah berada di dalam kamar dia menghempaskan pintu dengan sekuat tenaga jika tidak berada di hotel yang di lengkapi dengan peredam suara mungkin bantingan pintu itu sudah menimbulkan suara berdebam yang memekak kan telinga
dia menyambar remote tivi menekan tombol on dan mengeraskan suara 📺 tidak sampai 5 menit menyalakan telivisi dia kembali menyambar remote dan menekan off.
Matanya tajam rahang nya mengeras dia membanting remote ke lantai dan meninju dinding kamar mas dennis tampak sangat kesal dengan kejadian di resto mungkin merasa harga dirinya terinjak injak
Mas dennis menghampiri ku menatap ku tajam wajahnya sama sekali tidak bersahabat.
Dengan menumpukan salah satu tangannya pada dinding di sisi tempat tidur dan berdiri tepat di depan ku yang duduk di tepian ranjang .
Nafasnya tampak naik turun dan rahangnya mengeras.
" Kamu kenapa? ada apa sama kamu?!" ujar nya suranya agak meninggi
Aku menunduk tidak bergeming aku tidak berani mengangkat wajahku.
" Kamu sepertinya butuh psikolog muak mas dengan sifat kamu!!
Tangannya terulur ke arah ku berusaha menegakkan kepala ku yang tertunduk
aku menepiskan tangannya dan berusaha bangkit dari posisi duduk mencoba berdiri tapi mas dennis menekan bahuku sehingga aku terduduk kembali.
Jawaaaab!!!!" bentaknya
Aku bangkit dari posisi ku dan mendorong tubuh mas dennis tapi badannya yang kekar dan tenaganya yang kuat berhasil mencegah ku kini dia mencengkeram bahu ku.
Aku memaling kan wajah ke arah lain sementara mulut ku masih membungkam tidak mengeluarkan sepatah kata pun. tangganya kembali terarah ke wajah ku mendorong wajah ku agar kami berhadapan.
Airmata sudah membasahi wajah ku bahuku naik turun.
" Jawaaaaaab!!!!!!! atau " dia hampir melayangkan tangannya ke pipi ku
"Atau apa mas? pukul mas pukuuul!!!!! teriak ku
mas dennis menurunkan tangannya kembali
" Oouuch shiiiiiiit!!! dengus nya kesal
mas dennis duduk di tepian tempat tidur dan berkali kali mengusap wajahnya dengan kesal.
Setelah sekitar 15 menit saling diam akhirnya mas dennis berusaha menekan emosinya dan berjalan mendekati ku yang duduk di kursi dekat jendela.
menggeser kursi dan posisi duduk berhadapan dengan ku.
" Kamu kenapa tolong jelasin.. mas rela ngambil cuti dan pergi kesini demi kamu tapi kamu malah seperti ini"
" Mas munafik!!
" Mas munafik? apa maksud mu dinar?"
" Selama ini mas berpura pura menjadi suami yang baik ayah yang bertanggungbjawab dan sayang keluarga Nyatanya??!
" Dinar sayaang kamu itu terlalu larut dalam imajinasi mu sayang".
__ADS_1
Hati ku sangat sakit dengan perkataannya mas dennis fikir aku mengada ada karena mas dennis tidak tahu bahwa ada perempuan yang mengirimi chat mesra.
"Cukup mas aku tidak berimajinasi seperti yang mas tuduh kan!" pekik ku
" Then? apa kamu punya bukti atau alasan kuat sampai kamu uring uringan menuduh mas?"
" Siapa adeline Mas?!!
" Ooouuuh jadi ini masalahnya? Sayaaaang tolong dengerin mas mas bisa jelaskan ini tidak seperti yang kamu bayang kan"
" Cukup mas aku kecewa dengan mas!!"
" Sayaang please calm down, mas bisa jelaskan"
" Sekarang tolong katakan dari mana kamu dapat info ini" ujarnya berusaha menenangkan ku
" Tidak penting info ini dari mana tapi yang jelas mas sudah munafik!!!"
" Fine mas salah dalam hal ini, mas minta maaf tapi demi allah mas tidak melakukan hal yang tidak pantas sama dia, murni profesional"
" Who' s know mas aku tidak bersama mas 24 jam dan 7 hari dalam seminggu yang tahu apa yang kalian lakukan hanya tuhan dan kalian!"
" Demi allah demi rasulallah dinar, mas tidak melakukan apapun, adeline hanya assisten mas that's all "
" Jangan bersumpah mas! Pekik ku melihat ku yang makin menjadi mas dennis kembali kembali tidak bisa menguasai emosinya dan kembali meninju dinding
BUUUUUUUUK!!! Tangannya tampak gemetar nafasnya memburu
" Sekarang mau mu apaaaaaaaaa!!!!!!!" Teriaknya histeris
Karena suasana sudah tidak kondusif akhirnya kami memutuskan pulang lebih awal dari rencana semula liburan paling kelabu yang pernah ada di dalam hidup ku .
Selama perjalanan aku diam membungkam mas dennis melirik ke arahku berharap aku mau membuka percakapan .
" Sayaaaang come on tolong jangan begini kamu itu over thinking , kamu juga pernah menjalani kehidupan sebagai karyawan kantor.
" Kamu tahu betul seluk beluk dunia kerja itu seperti apa"
"Mas mengenal dinar wiranti perempuan cerdas bukan perempuan yang bisa begitu aja percaya dengan sesuatu yang belum jelas!"
Aku masih tidak memberikan reaksi apa pun
Tangan mas dennis berusaha meraih tangan ku dan berusaha menggenggam nya namun aku menepiskan nya.
" Ok lebih baik kita mati bersama kalau sikap mu terus begini ".
Mas dennis menginjak pedal gas dan menambah kecepatan laju mobil kami di jalanan yang memang terlihat lenggang itu.
Aku segera teringat michelle kalau kami mati saat ini gimana dengan nasibnya? Aku berteriak teriak histeris
" Maaaas maaaas tolong hentikan mas"
Mas denis tidak menghiraukan teriakan ku mobil masih melaju dengan kencang aku sudah pasrah jika terjadi hal buruk saat itu.
__ADS_1
" Maaaaas.. tolong hentikan mas aku mohon " ujar ku sambil memegangi lengan mas dennis. Akhirnya mas dennis perlahan mengurangi laju kendaraan dan menepikan kendaraan ke bahu jalan.
" Kenapa haaa?? takut mati??! " bentaknya.