Pegat

Pegat
Liburan kelabu


__ADS_3

Menjelang sore mas dennis pulang ke penginapan wajahnya terlihat gembira karena  bisa  menyalurkan hobby lamanya.


Disisi lain aku  merasa bersalah pada michelle mantan mas dennis karena aku selalu  mencurigainya akan merebut mas dennis dari sisi ku


Isi pesan yang adeline kirimkan membuat ku benar benar murka,  perempuan mana yang tidak murka jika ada perempuan lain mengirim pesan seperti itu pada suaminya?


Ternyata selama ini mas dennis berhubungan dengan perempuan lain padahal  didepan ku dia  adalah sosok yang  suami dan ayah  yang nyaris sempurna


Aku melihat foto  profile adeline di whastapp gadis muda berusia sekitar 28 berkulit putih bening dan   dengan rambut curly yang cantik.


siapa yang tidak tertarik dengan perempuan sepertinya?


" Hai sayang gimana sudah baikan"  ujar mas dennis setelah  masuk kedalam kamar dia hendak mencium ku tapi aku melengos


mas dennis tampak terkejut  dengan sikap ku yang demikian.


" Sayaaaang what's going on? "ujarnya  wajahnya terlihat heran


" Gak ada apa apa  mas jawab ku singkat sambil menuju kamar mandi


" Oouh okay"


" Aku mengguyur kepala ku yang  terasa pening sekali  memikirkan segala  kemungkinan yang telah terjadi  antara mas dennis dan perempuan si pengirim pesan mesra itu.


miss you so much?? kata ini terdengar singkat tapi  bisa beribu makna terkandung di dalamnya aaaarghhhhh!!   guyuran air dari shower itu lumayan mendinginkan isi kepala ku yang hampir mendidih rasanya.


Ternyata mas dennis tega berbuat seperti itu sementara aku benar benar menjaga marwah ku sebagai seorang istri


" Tega kamu maaaas!" jerit ku  di bawah guyuran air dari shower itu   karena aku cukup lama   berada di kamar mandi   mungkin mas dennis merasa khawatir sehingga dia menggedor gedor pintu kamar mandi.


TOK...TOK.. TOK!!


"Sayaaaang kamu baik baik aja kan?" serunya  dari luar kamar mandi


" Iya maaas sahut ku"


Setelah  siap  berdandan  rapi  mas dennis mengajak ku untuk makan malam di resto hotel selama jamuan makan malam itu aku lebih banyak diam dan menghindari bertatap mata dengan mas dennis.


" Sayaang coba dech enak pasti  kamu suka" ujar mas dennis seraya mengulurkan sendok berisi pudding  ke arah ku   aku refleks  mendorong tangan mas dennis sehingga pudding itu jatuh ke meja.


mas dennis tampak  terperangah dengan tindakan ku    dia meletak kan sendoknya  dengan sedikit kasar


TRIIIING!!


Suara sendok beradu dengan piring terdengar cukup nyaring  dia menatap ku dengan pandangan yang  tajam.


  Mas dennis segera  mengelap mulut pandangan nya tidak lepas dari wajah ku pandangan yang marah  kesal  dan kecewa ada disana.  


Di lemparnya  napkin itu dengan kasar  hingga terpental ke lantai   aku diam tidak bereaksi apa pun.


Bahkan untuk mengangkat wajah menatap kearah nya pun tidak ada keberanian  aku tahunaku salah dengan tindakan ku tapi semua ku lakukan karena didorong rasa kecewa ku.


Mas  dennis segera bangkit dan berjalan menuju kamar tanpa menghiraukan ku,  aku berlari lari kecil mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Ketika sudah  berada di dalam kamar dia menghempaskan pintu dengan sekuat tenaga jika tidak  berada di hotel yang di lengkapi dengan peredam suara mungkin bantingan pintu itu sudah menimbulkan suara berdebam yang memekak kan telinga


dia menyambar remote tivi  menekan tombol on dan mengeraskan suara 📺 tidak sampai 5 menit menyalakan telivisi dia  kembali menyambar remote dan menekan off.


Matanya tajam rahang nya mengeras  dia membanting remote ke lantai dan meninju dinding kamar  mas dennis tampak sangat kesal dengan kejadian di resto mungkin merasa harga dirinya terinjak injak


Mas  dennis menghampiri ku  menatap ku tajam wajahnya sama sekali tidak bersahabat.


Dengan menumpukan salah satu tangannya pada dinding di sisi tempat tidur  dan berdiri tepat di depan ku yang duduk di tepian ranjang .


Nafasnya tampak naik turun dan rahangnya mengeras.


" Kamu kenapa? ada  apa sama kamu?!" ujar nya  suranya agak meninggi


Aku menunduk tidak bergeming aku tidak berani mengangkat wajahku.


" Kamu sepertinya butuh psikolog muak mas  dengan sifat kamu!!


Tangannya terulur ke arah ku  berusaha menegakkan kepala ku  yang tertunduk


aku menepiskan tangannya dan berusaha bangkit dari posisi duduk mencoba berdiri  tapi mas dennis menekan bahuku sehingga aku terduduk kembali.


Jawaaaab!!!!" bentaknya


Aku bangkit dari posisi ku dan mendorong tubuh mas dennis tapi badannya yang kekar  dan tenaganya yang kuat berhasil mencegah ku kini  dia mencengkeram  bahu ku.


Aku memaling kan wajah ke arah lain sementara mulut ku masih membungkam tidak mengeluarkan sepatah kata  pun. tangganya kembali terarah  ke wajah ku   mendorong  wajah ku agar kami berhadapan.


Airmata sudah membasahi wajah ku  bahuku naik turun.


" Jawaaaaaab!!!!!!!  atau " dia hampir melayangkan tangannya ke pipi ku


"Atau apa mas?  pukul mas pukuuul!!!!! teriak ku


mas dennis menurunkan tangannya kembali


" Oouuch shiiiiiiit!!! dengus nya kesal


mas dennis duduk di tepian  tempat tidur dan berkali kali mengusap wajahnya dengan kesal.


Setelah sekitar 15 menit   saling  diam akhirnya mas dennis  berusaha  menekan emosinya dan  berjalan mendekati ku yang duduk di  kursi dekat jendela.


menggeser  kursi  dan  posisi duduk berhadapan dengan ku.


" Kamu kenapa tolong jelasin.. mas rela ngambil cuti   dan pergi kesini demi kamu tapi kamu malah seperti ini"


" Mas munafik!!


" Mas munafik? apa maksud mu dinar?"


" Selama ini mas   berpura pura menjadi suami yang baik  ayah yang bertanggungbjawab dan sayang  keluarga  Nyatanya??!


" Dinar sayaang kamu itu terlalu larut dalam imajinasi  mu sayang".

__ADS_1


Hati ku sangat sakit  dengan perkataannya  mas dennis fikir aku mengada ada  karena mas dennis tidak tahu bahwa  ada perempuan yang mengirimi chat mesra.


"Cukup mas  aku tidak berimajinasi seperti yang mas tuduh kan!" pekik ku


" Then? apa kamu punya bukti atau alasan kuat sampai kamu uring uringan menuduh mas?"


" Siapa adeline Mas?!!


" Ooouuuh jadi ini masalahnya? Sayaaaang   tolong dengerin mas mas bisa jelaskan ini tidak seperti yang kamu bayang kan"


" Cukup mas aku kecewa dengan mas!!"


" Sayaang please calm down, mas bisa jelaskan"


" Sekarang tolong katakan dari mana kamu dapat info ini" ujarnya berusaha menenangkan ku


" Tidak penting info ini dari mana tapi yang jelas mas sudah munafik!!!"


" Fine mas salah dalam hal ini, mas minta maaf tapi demi allah mas tidak  melakukan hal yang tidak pantas sama dia, murni profesional"


" Who' s know mas aku tidak bersama mas 24 jam  dan  7 hari dalam seminggu  yang tahu  apa yang kalian lakukan hanya tuhan dan kalian!"


" Demi allah demi rasulallah dinar, mas tidak melakukan apapun, adeline hanya assisten mas that's all "


" Jangan bersumpah mas!   Pekik ku  melihat ku yang makin menjadi  mas dennis kembali  kembali tidak bisa menguasai emosinya dan  kembali meninju dinding


BUUUUUUUUK!!! Tangannya tampak gemetar nafasnya memburu


" Sekarang mau mu apaaaaaaaaa!!!!!!!" Teriaknya histeris


Karena suasana sudah tidak kondusif akhirnya kami memutuskan pulang lebih awal dari rencana semula   liburan  paling kelabu yang pernah  ada di dalam hidup  ku .


Selama  perjalanan aku diam membungkam  mas dennis melirik ke arahku berharap aku mau membuka percakapan .


" Sayaaaang  come on tolong jangan begini  kamu itu over thinking , kamu juga pernah menjalani kehidupan sebagai karyawan kantor.


" Kamu tahu betul seluk beluk dunia kerja itu seperti apa"


"Mas mengenal dinar wiranti perempuan cerdas  bukan perempuan yang bisa   begitu aja percaya dengan sesuatu yang belum jelas!"


Aku masih tidak memberikan reaksi apa pun


Tangan mas dennis berusaha meraih tangan ku dan berusaha menggenggam  nya namun aku menepiskan nya.


" Ok lebih baik kita mati bersama kalau sikap mu terus begini ".


Mas dennis menginjak pedal  gas  dan menambah  kecepatan laju mobil kami di jalanan yang memang terlihat lenggang itu.


Aku  segera teringat michelle kalau  kami mati saat ini gimana dengan nasibnya? Aku berteriak teriak histeris


" Maaaas maaaas tolong hentikan mas"


Mas denis tidak menghiraukan teriakan ku mobil masih melaju dengan kencang aku sudah pasrah jika terjadi hal buruk saat itu.

__ADS_1


" Maaaaas.. tolong hentikan mas aku mohon " ujar ku sambil memegangi lengan mas dennis.   Akhirnya mas dennis perlahan mengurangi laju kendaraan dan menepikan kendaraan  ke bahu jalan.


" Kenapa haaa?? takut mati??! "  bentaknya.


__ADS_2