Pegat

Pegat
Nasehat ibu


__ADS_3

Ibu terkejut saat melihat ku datang dengan mengendari mobil baru tapi juga sekaligus bahagia karena mas dennis benar benar memberikan kehidupan yang sejahtera bagi istri dan anak anaknya.


" Anyar to ndok?" tanya ibu sambil mengusap body mobil ku senyum terkembang di wajahnya yang semakin banyak dihiasi keriput


" Nggeh bu nembe sedinten" ujarku sambil menggandeng tangannya


" Wes mantep tenan nar bojo mu" timpal mbak tyas


" Alhamdullilah mbak" sahut ku


Aku mengobrol dengan ibu dan mbak tyas di teras sementara anak anak bermain dengan sepupunya.


"Ndok jenenge Wong umah umah kuwi harus bisa menekan ego masing"


"Kalau kedua belah pihak tidak ada yang mau ngalah yo wes ambyar" aku diam terpekur menyimak wejangan dari ibu dulu aku bertekad untuk tidak memberi beliau apa pun yang ku hadapi takut menjadi beban di usia beliau yang sudah sepuh.


" Nggih bu"


Mas dennis memberi tahu bahwa dia kembali di tugaskan di manado karena ingat wejangan ibu tempo hari salah satu harus ada yang mengalah kali ini aku tidak bnya bertamya atau pun protes.


"Ya sudah mas saya siapkan baju baju yang akan di bawa" ujar saat mas dennis mengatakan lusa akan berangkat .


Mas dennis seakan tidak percaya dengan perubahan sikap ku aku yang biasanya akan marah saat dia mengatakan di tugas kan di manado, kali ini aku tidak banyak bertanya tentang berapa lama atau pun untuk urusan apa.


" Sayang kamu gak apa apa kan?" tanya mas dennis yang heran dengan reaksi ku yang datar dan tidak seperti biasanya


" Maksud mas?" sahut ku


" Biasanya kan kamu selalu uring uringan sayang saat mas dintugas kan di sana".


Aku menyunggingkan senyum tipis seraya berlalu menuju kamar sementara mas dennis bermain dengan anak ibra di ruang tamu.


Kami mengantarkan mas dennis menuju bandara entah kenapa emosi ku benar benar datar dengan kepergian mas dennis kali ini tidak ada air mata maupun ledakan emosi .


Seperti biasa sebelum chek in mas dennis berpamitan dengan kami terlebih dahulu


" Mas pergi dulu sayang" ujarnya sambil mengecup kening ku aku bals merangkul dan mencium tangannya


" Hati hati mas"

__ADS_1


" Papa pelgi mana?" celoteh ibra saat mas dennis membopong nya mas dennis


" Papa kerja sayang ibra baik baik dirumah sama mama dan kak isel, ya jagoan papa"


ibra menganguk dan mencium pipi mas dennis mereka saling menggesekkan hidung.


" Papa cepat pulang ya" ujar michelle sambil memcium tangan papanya


" Iya sayang, kakak jaga mama dan adik ya"


Mas dennis melirik arlojinya kemudian kembali mencium ibra dan michelle


" Papa pergi ya ya sayang" ujarnya sambil bergegas menuju ke ruang untuk chek in.


Michelle dan ibra tak henti hentinya melambaikan tangan , saat mas dennis sudah tidak terlihat lagi aku mengajak anak anak meninggal kan bandara.


" Ayok sayang kita pulang" aja ku seraya menggendong ibra


" Maa maa papa pelgi mana?" ujar ibra mengulangi pertanyaan nya yang tadi disampaikan pada mas dennis wajahnya terlihat sedih


" Papa kerja sayang cari uang buat kita" jawab ku


Atas permintaan anak anak akhirnya aku membawa mereka menuju ke salah satu mall.


Sudah 3 hari mas dennis tugas di kota itu selama itu pula kami komunikasi intens melalui video call .


TRIIIIIING !


Ada notif pesan masuk di ponsel ku segera ku buka pesan itu siapa tahu itu pesan penting pikir ku tapi mataku terbelalak saat ku buka isi pesan itu.


" Dasar perempuan bodoh!" aku berfikir keras siapa kira kira pengirim pesan ini seingat ku aku tidak punya musuh di luaran sana, aku hanya berhubungan dengan keluarga ku , keluarga mas dennis, guru sekolah michelle.


Jadi teka teki siapa pengirim teror ini membuat ku bingung


Karena tidak merasa punya musuh aku abaikan isi pesan itu dan menganggapnya hanya pekerjaan orang iseng.


Berhari hari aku tidak merespon pesan teror aku kembali menyibukan diri dengan rutinitas ku mengurus ibra dan michelle , tapi mungkin karena merasa tidak mendapat respons yang diinginkan ,si peneror kembali mengirimkan pesan yang membuat kening ku berkerut karena berfikir keras maksud dan tujuan dari si peneror.


" hey perempuan bodoh ngaca!!!

__ADS_1


Setelah berfikir keras dan memang aku merasa tidak punya musuh akhirnya emosi ku terpancing.


" Kamu itu siapa dan apa maksud mu ngirim chat seperti ini?" tulisku dalam pesan


" Ya kamu memang perempuan bodoh" balasnya


" Hey aku bisa melacak nomor kamu dan akan ku laporkan kalau terus terusan menerorku" Ancam ku


" Silahkan laporkan kamu fikir aku takut?" balas nya menantang


Karena malas mengetik aku putuskan


menelfonnya tapi berkali kali ku telfon selalu di reject.


Aku hampir frustasi berkali kali panggilan ku di reject oleh si peneror akhirnya aku menyerah dari pada gila di buat nya ku tuliskan pesan balasan yang menohok pada si peneror.


" Hey siapa pun kamu aku tidak mengenal mu aku tidak punya urusan dengan mu jika mental mu terganggu mohon hubungi RSJ terdekat!"


Si peneror tidak memberikan balasan sampai berhari hari jujur saja kejadian sangat menggangu fikiran ku.


Aku berusaha mengingat ingat dengan siapa aku bermasalah tapi seberapa keras aku berusaha untuk mengingat memang aku tidak merasa punya musuh.


Aku merasa firasat yang tidak enak terkait hal ini entah mengapa bahwa teror itu ada hubungannya dengan kepergian mas dennis ke manado tapi entah lah!


Untuk membahas hal ini dengan mas dennis jelas bukan putusan yang tepat akhirnya ku putuskan ke rumah ibu aku ingin berbagi cerita dengan mereka bahwasanya aku mendapat teror bertubi tubi.


"Michelle , ibra ayo kita kerumah yangti" ajak ku pada ke dua buah hati ku.


"Asyiiiik " sorak mereka kegirangan selama kami menginap di rumah ibu mbak prapti aku izinkan untuk menginap di rumah keluarganya.


" Mbak ibu mau kerumah yangti mbak prapti mau tidur disini boleh ,mau tidur dirumah mbak prapti juga boleh.


Bukan tanpa alasan aku tidak mengajak mbak prapti kerumah ibu karena mbak prapti jarang libur selama bekerja dengan ku.


" Begitu ya bu, saya ndak berani tidur dirumah sebesar ini sendirian lebih baik saya pulang dulu kerumah ibu saya."


" Oh Iya sudah ini untuk jajan mbak prapti, " ujar ku seraya menyelipkan 2 lembar uang seratus ribuan ketangan mbak prapti


"oh ya mbak kunci gerbang mbak bawa satu , tolong selama ibu di rumah yangti mbak datang siram bunga ya" " lanjut ku

__ADS_1


Mbak prapti mengangguk setelah mengantarkan mbak prapti kerumahnya aku langsung menuju kerumah ibu.


__ADS_2