
Aku membalas pesan si peneror
" Mbak... saya yakin kamu perempuan maaf apa saya ada salah sama kamu?" tulisku dalam pesan
tidak lama si peneror membalas pesan ku.
Rupanya si peneror tersentuh hatinya membaca pesan yang ku kirimkan
" Maaf mbak justru saya kasihan sama mbak, suami yang mbak sangka setia nyatanya hanya seorang pecundang!
" Jangan ngaco kamu, memangnya kamu tahu suami saya?" balas ku
" Sangat tahu, dia mempunyai sepasang putra putri dan istri yang ayu, bapak Dennis Harsya"
Deghhh!....
jantung seakan berhenti saat si peneror bisa menyebutkan dengan lengkap nama mas Dennis , juga tahu bahwa kami punya sepasang putra putri.
"Kamu siapa?" balas ku
Kali ini pesan ku tidak berbalas hingga selang beberapa hari kemudian si peneror kembali membalas pesan ku.
" Saya bukan siapa, siapa tapi saya hanya turut bersimpati pada mbak"
" Tahukah mbak di balik nama putri mbak itu?"
" Apa maksudnya?"
" Dennis sengaja memberi nama michelle bukan tanpa alasan, dia memberi nama itu karena itu adalah nama cinta pertamanya!"
Setelah mengirimkan balasan itu nomor si peneror mendadak tidak aktif saat ku hubungi nafas ku tersengal terasa sesak, tangan ku bergetar karena tidak kuasa menahan dorongan amarah yang timbul setelah membaca penjelasan dari si peneror
Mas Dennis pulang lebih awal dari biasanya dan langsung menuju kamar tidak lama aku segera menyusulnya
" Mas aku mau bicara" ujarku masih berusaha menahan emosi
" Mau bicara apa sayang hmm?"
" Keterlaluan kamu mas! ujar ku ketus
" Apa apan sayang suami pulang kantor kok malah di sambut dengan cara seperti ini?!"
ucap Mas Dennis dengan tatapan tidak mengerti
" Tidak perlu berpura pura lagi mas aku sudah tahu semua!"
" Tahu apa?! apa yang kamu kamu?"
Aku menjelaskan bahwa ada perempuan yang sudah memberi tahu ku mengapa Mas dennis memilih Michelle, sebagai nama putri kami alasannya adalah Karena mas Dennis tidak bisa lupa dengan cinta pertamanya itu.
__ADS_1
Dan Michelle adalah nama depan pacar pertamanya yang gagal di nikahi karena terhalang restu kedua orang tuanya.
"Oouhh ****!! Dinar mas tidak menyangka perempuan cerdas seperti kamu ,bisa dengan mudah terhasut omongan sampah seperti itu?!"
" Cukup mas aku tidak sebodoh yang mas kira, tidak mungkin perempuan itu bisa mengarang bebas!"
"Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api!" lanjut ku sengit
" Fine !memang benar terus kamu mau apa?"
ujar mas dennis yang sudah merasa terpojok
" Keterlaluan kamu mas!" aku beranjak hendak keluar kamar, tapi belum sempat membuka pintu mas dennis meraih tangan ku.
" Lepaskan mas! ujarku seraya berusaha melepaskan cengkraman lengan mas dennis di pergelangan tangan ku
Mas dennis mendorong ku hingga aku terduduk di tepi ranjang dia menatap ku tajam seakan akan bertanya apa yang menjadi kemauan ku sekarang.
" Sekarang Maumu apa hmm?!"
" Kita bercerai itu jalan yang yang terbaik mas" ujar ku datar.
Mas dennis memicingkan matanya kemudian semakin mendekat kearahku , tangannya meraih wajahku mendongakkan keatas dengan kasar
nafasnya memburu mukanya merah padam.
"Apa kamu bilang barusan dinar, ulangi sekali lagi!"
PLAKKK!
Mas dennis mendaratkan sebuah tamparan di pipi ku , terasa panas dan perih aku merasakan rasa asin dari dalam mulut ku, akibat tamparan tangan kekar mas dennis pipi bagian dalam ku sepertinya luka.
Aku meraba sudut bibir ku yang terasa sangat perih benar saja dari sudut bibir ku mengalir darah segar.
" Ceraikan aku sekarang Mas! aku tidak terima dengan perlakuan mu! ayah dan ibu ku ynag membesarkan aku tidak pernah sekali pun berani memukul ku!" pekik ku seraya bangkit dari posisi ku.
Aku bergegas menyambar koper membuka lemari dan memasukan baju baju ku kedalamnya.
Mas dennis menghampiri ku dan merebut koper kemudian menghempaskannya hingga isi nya berhamburan
" Berani kamu melangkah dari rumah ini kamu tahu akibatnya!
" Terserah apa yang kamu mau lakukan mas aku tidak peduli!" aku berlari pintu tapi kalah cepat mas dennis kembali mencengkeram tangan ku dan menghempas kan aku keatas kasur
" Kamu bisa bicara baik baik atau tidaaaaaak!!!!"
" Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi Mas, , aku mau kita cerai!"
Tok Tok Tok !
__ADS_1
terdengar ketukan dari pintu bertubi tubi
" Siapa?" sahut mas Dennis
"kakak sama ibra papa" sahut michelle dari luar rupanya anak anak memdengar teriakan papanya tadi
"Boleh kami masuk?"
" Tidak boleh sayang papa sedang sibuk" sahut mas dennis lagi
Aku mendengar langkah langkah kecil mereka menjauh dari kamar kami.
" Puas kamu Kalau begitu hmm? puas kamu dinnar?!"
...****************...
Rumah ini bagaikan neraka sejak aku tahu semua yang mas dennis rahasiakan, mas dennis sudah bersumpah apa pun yang terjadi tidak akan pernah menceraikan aku.
Masalah ku dengan mas dennis tidak kunjung selesai ,karena sama sama mempertahan kan ego Mas dennis tidak mau di salahkan atas apa yang terjadi .
Saat akan berangkat kekantor mas dennis lagi lagi mengancam ku
" Kalau Mas pulang kantor kamu dan anak anak tidak ada dirumah , kamu tahu akibatnya dinar mas gak main main" ucap mas dennis smabil beranjak menuju mobil nya.
Sepeninggal mas dennis dan michelle aku menumpahkan tangis ku mas dennis kini tidak ubahnya monster.
Aku mencoba untuk menghubungi nomor yang meneror ku berdering dan tidak lama diangkatnya
" Hallo" Sapa ku
" Ya hallo"
Akhirnya si peneror membuka jati dirinya siapa dia dan kenapa membuka rahasia mas Dennis dia mengakui kalau dia adalah perempuan yang di bawa mas Dennis saat bertugas di manado dan suara ******* itu adalah suaranya.
"Sudah berapa lama mbak berhubungan dengan suami saya?"
"Sudah 5 tahun, saya juga punya anak dari pak Dennis tapi meninggal dalam kandungan"
" Innalillahi kapan itu terjadi mbak? "
" Enam bulan yang lalu itu sebabnya saya sakit hati dan ingin menghancurkan pak dennis"
Aku seakan tidak percaya dengan cerita dari Soffie ,Mas dennis ternyata menduakan aku selama bertahun tahun tanpa tercium jejaknya, di depan ku dia menjadi suami yang nyaris sempurna tapi di belakang?"
" Kalau mbak tidak percaya saya bisa tunjukan bukti pernikahan kami walaupun itu pernikahan siri.
" Jadi mbak Soffie masih menginginkan pak dennis?" tanya ku
" Tidak, setelah anak itu meninggal yang ada adalah kebencian di hati saya!"
__ADS_1
Aku tidak sanggup lagi meneruskan pembicaraan ku dangan Soffie hati ku benar benar hancur dan duniaku terasa gelap gulita , benar benar tidak menyangka Mas dennis telah mengkhianati ku selama ini .
Lima tahun? dan aku tidak menyadari apa pun benar benar rapi permainan mas dennis.