Pegat

Pegat
Makin cinta


__ADS_3

Hari ini 14 mei tepat 38 tahun mas denis dilahirkan, terimakasih mama mertua yang telah melahirkan lelaki yang tampan, bertanggung jawab yang kini menjadi pendamping ku.


Aku memandangi wajah mas dennis saat dia terlelap wajah Ku merasa sangat berdosa tatkala ku ingat kadang aku meninggikan suara ku.


Dia yang tidak ada hubungan darah dengan ku rela membanting tulang demi memberikan kehidupan yang layak untuk ku, pantas kah aku meninggikan suara di depannya? patut kah sikap ku selama ini?.


Aku mendekat dan ku cium wajah lelah nya maafkan akumas..


TEP TEP TEP TEP!


Air mataku menetes satu persatu dan membasahi wajah mas dennis mas dennis rupanya dapat merasakan tetesan air mataku dia terperanjat dan bangun


' Errrrgh ..erghh aa .. paa ini "ujar nya sambil mengusap tetesan air mataku


"sayang kamu kenapa? " aku menghambur ke pelukan mas dennis tangis ku pecah dalam pelukannya


" Sayang kamu kenapa,coba bilang sama ma hmm?" mas dennis berusaha melepaskan pelukan ku dari nya agar bisa melihat wajah ku


" Maafkan aku ya mas ,, maaaf" aku semakin larut dalam tangis yang membuat mas dennis kebingungan.


" Sayang jangan buat mas bingung dong ayo cerita sini"


ujar mas dennis meminta ku dudukk didekat nya


" Tidak ada apa mas tadi waktu mas tidur tiba tiba saja aku teringat semua kesalahan ku yang ku lakukan pada mas" ujar ku sambil tertunduk


mas dennis meraihku dalam pelukannya setelah mendengar penjelasan ku


" Mas juga minta maaf ya sayang..muuuachhh" mas denis membelai rambut dan mengecup kening ku berkali kali.


tiba tiba aku merasakan rasa takut yang amat sangat rasa takut kehilangan dia..


"Mas aku tidak tahu bagaimana gelap nya hari ku jika suatu saat mas pergi .."


" Ngaco, ngomong apa kamu?! bentak mas dennis ayo coba sini" ujar mas dennis meraba dahi ku.


TOK.. TOK ..TOK


'"Maaa michelle mau Bobo sama Maa maa" seru michelle dari luar kamar


" Masuk sayang" ujar mas dennis


michelle terlihat membuka pintu dan menghampiri kami


" Michelle takut Maa boleh ya bobok disini satu malam saja" ujar michelle merayu


PLAAAK !! mas dennis menepuk jidatnya


" Gagal dech "


" Apa yang gagal pa?" Tanya michelle polos

__ADS_1


" Gak ada sayang sekarang michelle bobok ya hmm" sahut mas dennis sambil menyelimuti dan menepuk nepuk lembut tubuh putri kecil kami sementara tangannya mencubit paha ku karena merasa rikuh dengan pertanyaan michelle tadi.


" Rasain" bisikku tepat di telinga nya.


" Mas mau di masakin apa?" tanya ku saat mas dennis tengah menonton televisi usai sarapan


sementara aku tiduran di pahanya


Mas dennis menundukan wajahnya ke arah ku


"kita makan di luar saja ya sayang hmm?" sambil mencolek hidung ku


satu kata yang bakal sangat aku rindukan adalah kebiasan mas dennis menggumam kan suara hmm di setiap kalimatnya dan tidak lupa mencolek hidung ku.


" kenapa masakan ku gak enak ya sayang?


" enak sayang tapi kan kita harus menikmati hidup"


ujar nya dengan senyum tipis khas miliknya


" ok dech"


tiba tiba mas dennis mematikan tivi dan mengajak ku bangkit dari sofa mas dennis melingkarkan tangannya di pundak ku


"yuuuk" sambil mengerlingkan sebelah matanya


" Mas kita mau ngapain?" ujarku yang masih tidak mengerti kode dari mas dennis


" Hahahahahah hahahaha hahahahah dasar kamu mas "ujar ku sembari mencubit pinggang mas dennis setelah Iya membisikan apa tujuannya mengajak ku ke kamar.


Menjelang siang kami sudah siap untuk pergi keluar


" Come on baby, ujarnya mencoba menggendong michelle tapi segera di turunkannya lagi mas dennis tampak kualahan menggendong putrinya .


" Yah papa payah" ledek michelle cekikikan


"eeeeh udah bisa meledek papa ya" mas dennis menangkap michelle dan menggelitik pinggang nya.


" Aaaammmmp ..... aaaaaampuuun paaaa paaaaa hahahhaha hahahahah hahahaha" teriak michelle


" Masih mau meledek papa enggak?"


" Nggak paaa papa hahahhaha hahahahah"


Aku menggeleng kan kepala melihat kelakuan anak dan papa nya. melihat kecerian mas dennis dan michelle membuat ku teringat akan kenangan ku pada ayah sedekat itulah hubungan ku dengan ayah dulu.


Ayah selalu menyempatkan bermain dengan ku di waktu senggang nya atau membawa ku kekantor nya sampai wanita itu merubah segalanya.


merenggut kebahagian ku dan mas ndaru serta merubah dunia ibu.


Tapi sudahlah ibu mengajari kami untuk tidak menyimpan dendam pada siapa pun yang menoreh kan luka di hati kami.

__ADS_1


bahkan di saat hari bahagiaku ibu tampak akrab dengan madunya.tidak tampak sedikit pun kebencian apalagi dendam di wajah ibu meski kebahagiannya di rampas.


" Ndok cah ayu senajan ayah mu meninggalkan kita semua demi orang lain, ibu minta jangan pernah sedikit pun terbersit rasa benci apalagi dendam sama ayah dan istri barunya ya"


" Apa yang terjadi wes dadi kersaning gusti allah yo ndok yo, dongak no seng apik apik kanggo ayah mu, mergo donga seng apik bakalan mbalik nang awak mu"


" Semono ugo donga seng ra becik yo bakal mbalik nang awak mu reti cah ayu?" ucap ibu sambil mengelus kepala ku saat itu.


sejak saat itu aku berusaha berdamai dengan keadaan aku tidak membenci ayah dan tetap bersikap baik pada madu ibu ku.


" Kok murung sayang kenapa hmm?" ujar mas dennis mengagetkan ku yang tahu tahu sudah berada di samping ku.


" Eeerh ...eerghhh mas... gak apa apa yuk " ujar ku gugup.


kami segera masuk mobil menuju mall.


" Kamu kenapa sich sayang? ujar mas dennis sambil menggenggam tangan ku sementara pandangannya fokus ke depan.


" Gak apa apa sayang hanya teringat ibu" sahut ku


" Oouhh mau mampir kerumah ibu? atau sekalian kita ajak ibu" tawarnya


" Mas gak keberatan?"


" Gak dong sayang kamu memperlakukan papa dan mama, dengan sangat baik masa mas tidak berlaku hal yang sama ibu?"


mas dennis segera memutar haluan kearah rumah ibu


" Michelle kita jemput yang ti dulu ya sayang"


'" Yeeeeeeeayyyyyyy kerumah eyang ya maaa?" pekik michelle girang


"Iyaaaa sayaaaang"


Akhirnya kami tiba di rumah ibu disana juga tampak ada renita dan daffa anak mbak tyas yang sedang berkunjung, Renata dan daffa di masukan ke pesantren modern sebulan sekali orang tuanya menjemputnya pulang kerumah.


" Yaaaaang tiiiii" ujar michelle berlari kearah ibu sesampainya kami di rumah ibu.


" Uchhh cayaaang baru yang ti mau telfon eeh udah datang" ujar ibu menciumi micheĺle


" Pripun kabare bu, ujarku memeluk ibu


" Apik ndok alhamdullilah "


mas, mbak" Sapa mas denni pada mas ndaru dan mbak tyas sambil menyalami mereka


" Eeh den gimana sehat? "balas mas ndaru


" Sehat alhamdullilah mas"mereka keluar duduk di teras


Karena semua sedang kumpul akhirnya mas dennis mengajak keluarga mas ndaru sekalian bergabung untuk pergi dengan kami dan mereka pun setuju.

__ADS_1


__ADS_2