Pegat

Pegat
Cobaan


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit mas dennis segera melakukan pendaftaran dan kami menunggu antrian karena ini kunjungan mendadak setelah menunggu hampir 30 menit akhirnya tiba giliran kami .


"Selamat usia kandungannya ini sudah memasuki 2 bulan"


Mas dennis tidak bisa menahan luapan kegembiraanya dia memeluku di depan dokter dokter yang memeriksaku ikut tersenyum melihat kebahagiaan kami.


Mas Dennis menggegam erat tangan ku senyum tidak terlepas dari bibirnya , melihat tingkah mas dennis mengingatkan ku sepuluh tahun yang lalu saat kami pertama kali periksa kehamilan saat aku mengandung michelle.


Sejak kau hamil lagi mas dennis meminta mbak prapti menginap karena mencemaskan kondisi ku.


" Mbak prapti ..mbak minta berapa kalau kami suruh nginap tanya mas dennis langsung pada mbak prapti


"Saya terserah ibu dan bapak sungkan saya pak,karena bapak dan ibu sudah sangat baik sama saya"sahut mbak prapti


"Jangan terserah kami dong mbak itu tenaga mbak prapti loch," ujarku menimpali ,


Mas dennis mengangguk mendengar ucapan ku akhirnya karena mbak prapti tetap sungkan akhirnya aku tawarkan nominal yang membuat ku sangat pantas mengingat kali ini mbak prapti harus menginap dan mbak prapti setuju.


" Alhamdullilah ya Allah terima kasih pak ,bu jadi kapan saya mulai menginap?"


" Besok juga boleh mbak " jawab ku


Dengan adanya mbak prapti dirumah setidak nya mas dennis tidak perlu terlalu khawatir dengan keadaan ku saat dia di kantor .


Seperti saat kehamilan pertama kehamilan ku ini juga aku tidak ada yang namanya ngidam atau morning sickness kalau orang jawa bilang hamil Ngebo.


"Sayang kok kamu gak seperti istri teman teman mas sich?" tanya mas dennis yang sedikit heran dengan kondisi ku


"Maksudnya mas?"


"Istri teman mas itu pas hamil minta ini minta itu" sahutnya


" Kan gak semua sama mas, emang mas mau aku seperti mas?"


" Iya mas tuch pingin rasain gimana di repotin seperti teman mas waktu istrinya hamil"


ujarnya sambil melirik kearah perutku yang membuncit


Mas dennis mengelus dan menempelkan kepalanya di perut ku


"Anak papa bilang dong mau apa" ujar mas dennis


" Aku mau papa naik tiang listrik" celetuk ku "

__ADS_1


Hahahahhahaha hahaha hahahah hahah hahah mas dennis terbahak bahak mendengar celetukan ku.


" Jangan dong sayang bahaya" ujarnya sambil kembali mengelus perut ku


Sudah lama sekali aku tidak menghubungi mertua ku ada rasa rindu dengan kedua mertua ku meskipun mertua tapi serasa orang tua kandung, aku sangat bersyukur atas karunia allah memberiku suami dan mertua yang sangat baik.


" Assalamualaikum mamaaa" sapaku saat sudah tersambung melalui video call


" Waalaikum Salam sayang, tumben telfon mama"


" Kangeeeeeeeen" ucap ku manja aku memang terbiasa manja dengan mama mertua dan papa mertua ku


" Kapan kalian kesini sayang" tanya mama mertua ku


" tahun depan oma, dan kami bukan bertiga lagi tapi berempat nanti"


" maksudmu michelle punya adik?" lanjut mama mertua


" Betul oma"


"Mana dennis sayang?" tanya mama mertua karena tidak melihat anak lelakinya


Mas dennis yang datang dari arah dapur segera nimbrung


'"Hei dennis kiapa ngana nyanda kase tau pa mama kalau pe istri sedang hamil lagi?"


" Biar surprise maaa"


" Jang kwa bagitu neh"


Setelah puas melepaskan rindu kami mengakhiri panggilan


"Ok lah Bae Bae ngoni disana"


Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah mas dennis segera mandi dan bersiap siap kekantor seperti biasanya begitu pun juga dengan michelle kini dia sudah duduk di bangku kelas 5 SD aku siapkan sarapan mereka di bantu mbak prapti.


"Mbak ini catatan dan uang untuk kepasar nanti ya" ujar ku menyerahkan uang untuk belanja pada mbak prapti


" Ya bu" mbak prapti sangat bisa di andalkan kerjanya cekatan dan rapi yang paling penting sangat jujur.


Mas dennis dan michelle sudah menyelesaikan sarapan mereka dan bersiap siap untuk pergi.


" Mas pergi dulu ya sayang, kalau ada apa apa langsung kabari mas" ujar mas dennis sambil mengecup kening dan mengelus perutku mengingat ini adalah 3 semester ke dua kehamilan ku

__ADS_1


" Iya mas hati hati ya " sahutku sambil mencium tangan nya aku mengantar mereka sampai di pintu gerbang


" Daaa daaah" aku melambaikan tangan pada mereka


Kebahagian mas dennis berlipat lipat saat mengetahui bahwa calon adik michelle berjenis kelamin laki laki sejak lama dia mendambakan anak laki laki dalam rumah tangga kami akhirnya Allah mengabulkan keinginannya.


Entah kenapa malam ini tidak seperti biasanya aku merasa haus sekali tapi untuk membangun kan mas dennis aku merasa kasihan karena hari ini dia pulang sudah larut aku bangun untuk mengambil minum di karenakan masih setengah sadar aku kurang hati hati saat turun dari ranjang yang mengakibatkan aku terjerembab ke lantai dengan cukup keras


Bruuuuk!!


Mas dennis tidak terbangun mendengar suara tubuh ku yang terjerembab padahal suaranya cukup keras saking nyenyak nya dia tidur sampai tidak mendengar suara itu.


Susah payah aku berusaha bangun dan berusaha menggapai tepian ranjang akhirnya aku bisa duduk bersandar di tepian ranjang aku merasakan sakit yang amat sangat di bagian perut seperti di remas dengan kuat dan tanpa ku sadari aku merasa cairan mengalir ke betis ku saat aku usap aku terkejut bukan main cairan itu darah! aku berusaha membangun kan mas dennis tapi suara ku seperti tercekat di tenggorokan karena syok


Maaa... maaa... maaasss" dan rasa sakit itu semakin kuat kurasa darah terus merembes dari arah organ vital ku ku


"Maaa ...maaa ...maaasss !! aku berusaha mengerahkan tenaga ku agar suara ku terdengar oleh mas dennis dan berusaha meraih kaki mas dennis dan menguncang nya


Usaha ku tidak sia sia akhirya mas dennis terbangun begitu melihat kondisi ku mas dennis terkejut bukan alang kepalang tanpa berfikir panjang langsung melompat dari tempat tidur


" Ya Allah sayang kamu kenapaaaaa?" mas dennis panik melihat kondisi ku yang sudah berlumuran darah mas dennis merebahkan kepalaku ku di pangkuannya


" Aku jatuh mas " ujarku lemah


sementara pandangan ku mulai menggelap rasa sakit di perutku sudah tidak tertahan lagi


arghhhhhh!! pekik ku sambil memegangi perut ku


Mas dennis membopong ku keatas ranjang dan berlari keluar memanggil mbak prapti


"mbaaaaaak mbaaaaaak tolong mbaaaak " teriak mas dennis panik aku mendengar suara teriakannya sayup sayup


" Ya allah ibu kenapa paaak" suara mbak prapti berlari kearah kamar kami


"Buuuu buuuu ya allah bu" ujar mbak prapti sambil memegangi tangan ku


terdengar michelle terbangun dan menangis


" Huaaaaa maaa maaa maaa aaaa huuuuuu huuuu"


" Maa maa kenapa paa" tanya michelle


" Tenang sayang mama gak kenapa napa" ujar mas dennis menenangkan michelle.

__ADS_1


__ADS_2