
Sebenarnya tidak ada yang kurang dari mas dennis, ganteng,berwibawa, bertanggung jawab , lemah lembut berpendidikan..simpatik dan berasal dari keluarga yang baik baik.
Nyaris tanpa cela tapi justru figur mas dennis yang nyaris tanpa cela membuat ku di cekam ketakutan saat mas dennis tidak di samping ku karena mas dennis adalah sosok ideal sebagai seorang laki laki.
angan ku melayang pada kenangan 11 tahun silam awal mula aku berkenalan dengannya .
Berawal saat aku mengantar anisa teman karib ku mendatangi kantornya, anisa merasa di tipu oleh perusahaan tempat mas dennis bekerja.
" Silah kan duduk bu, mohon tunggu sebentar pak dennis dari bagian legal akan menemui ibu" ujar recepsionis kantor mas dennis saat kami mengutarakan permasalahan teman ku.
Setelah menunggu hampir sekitar 10 menit seorang lelaki muda , bertubuh atletis bercambang sekilas mirip dengan aktor kenamaan yg mendapat julukan hot daddy. ferry Salim itu.
"Selamat siang Saya dennis Harsha silahkan duduk ada yang bisa Saya bantu? ujarnya sambil menyunggingkan senyum.. senyum tipis tapi terlihat sangat menggoda. wajahnya benar benar memancarkan kewibawaan meski saat itu usia nya baru sekitar 27 tahun.
Kami berdebat cukup alot saat itu jelas dia membela perusahaannya dia mengatakan bahwa itu bukan kesalahan dari pihak perusahaannya tapi dari pihak ke 3 bla bla bla.
" Bapak maaf ya ini jelas jelas sudah menyalahi aturan, ini sudah bisa di kategorikan penipuan, pemalsuan , dll apalagi ini tanda tangan teman saya di palsukan ini berat loch pak sanksinya, perusahaan bapak di pertaruhkan reputasinya disini kalau sampai kasus ini sampai ke jalur hukum" ujar ku berapi api.
"Maaf ibu siapa dari kantor hukum mana, dan mana surat kuasanya?"
" Saya bukan orang hukum tapi setidaknya saya mengerti hukum!!
" Kalau ibu bukan dari kantor hukum dan tidak ada surat kuasa ibu tidak ada kapasitas untuk bicara disini!!" berawal dari adu mulut akhirnya menjadi suami yang sudah 11 tahun mendampingi ku dalam suka dan duka.
Aku Sama sekali tidak menyangka jika mas dennis akan tertarik pada ku orang yang beradu mulut dengannya di kantor tempat dia bekerja.
aku tersenyum sendiri mengingat kejadian 11 tahun silam itu, rencana tuhan memang tidak ada satupun yang tahu .
" Hayoooo kok senyum senyum sendiri?" aku terkejut karena tanpa ku sadari mas dennis sudah berdiri di disamping sofa dia memperhatikan gerak gerik ku dari tadi.
" Errgghh, Maas bikin kaget aja, sini" ujar ku sambil menepuk sofa menyuruh mas dennis untuk duduk disana.
Mas dennis menghempaskan pantat nya di tempat yang aku tunjuk dia melingkarkan lengannya ke bahuku.
" Ada apa sich sayang kok tadi senyum senyum sendiri hmm"
" Mau tahu aja apa mau tahu banget" ledek ku
__ADS_1
" Iiihhhh ...ihhhh nakal di tanya malah meledek" sahutnya sambil menggelitiki pinggang ku
" Aaaammmmp uuun maaaas,,, hahahahaha" ujarku tersengal di sela tawa ku karena di gelitiki.
" Mau jawab enggak hmmm " mas dennis meneruskan menggilitiku
" Oo..ok ...ok ..hahahahhaha hahahah.. stop ..stop . aku tidak bisa ber...na..fas.. aku haaa ...uuus " akhirnya mas dennis berhenti menggelitiki
Aku menuju dapur mengambil air minum dan duduk kembali setelah meneguk segelas air dingin dan mengatur nafas ku.
" Tadi aku itu teringat kenangan awal mula kita jadian mas ingat gak?" ujar ku berusaha mengingatkan mas dennis tentang kejadian 11 tahun silam itu
' Ya ingat lah justru karena itu mas tertarik pada kamu, kamu wanita yang cerdas pemberani mengitimidasi tapi cantik ayu." sahut mas dennis sambil tersenyum
" Gak nyangka ya mas kita bakal jadi suami istri" lanjut ku sambil menatap mesra ke arah mas dennis mas dennis memeluk dan mencium kening ku.
" Iya sayang rencana tuhan tidak ada yang tahu"
karena ini hari libur kami punya banyak waktu untuk bercengkerama.
tiba tiba mas dennis mendekatkan wajahnya ke telingaku hembusan nafasnya didekat leherku membuat bulu kuduk ku berdiri.
mendengar bisikannnya membuat ku gemas dan mencubit pahanya
" Awwwwwww sakit dong sayang" mas dennis meringis sambil mengusap usap bekas cubitan ku.
" Nanti malam ya mas " rayuku
mas dennis menggelengkan kepalanya ekspresi wajahnya mirip anak kecil yang ngambek minta di belikan permen .
...****************...
Dia perempuan yang memang terlihat sangat modis, cantik putih berambut pirang di high light agak sedikit kebarat baratan wajah nya moudy michella tilaar nama yang cantik sesuai dengan wajah si empunya nama . aku menemukan fotonya di rumah mama mertua saat masih di manado dulu dan mama nya mas dennis menjelas kan siapa dia.
Diam diam aku mencuri foto itu dari album foto keluarga mereka dan menyimpannya sampai kini. di belakang nya ada tanggal lahir nya meski kini tulisan itu sudah agak memudar
Sepertinya itu tulisan tangan dennis dia menyimpan tanggal lahir nya sebagai pengingat ulang tahunnya.
__ADS_1
20 November 1984 terpaut 2 tahun lebih tua dari ku
Aku pun tidak tahu untuk apa saat itu sehingga aku terfikir untuk mencuri foto ini dari album foto mereka.
entah kenapa naluri ku berkata kalau mas dennis tidak benar benar melupakan mantannya.
...*Aku punya raga mu tapi tidak hati mu Katakanlah sekarang bahwa kau tidak bahagia Aku relakau dengan nya asal kau bahagiaaaaaa" ...
Sebuah band ternama sedang menyanyikan lagi yang sedang trending terdegar dari televisi semoga itu bukan gambaran situasi ku
sejak mas dennis pergi ke Kota itu aku jadi selalu over thinking.
" Sayang bulan depan mas terbang lagi ke manado untuk mendampingi bos menandatangi MOU degan partner tapi seperti sebelumnya kalau lebih cepat selesai ya mas lebih cepat pulang.
" Oòuh selamat ya mas" jawab ku pendek dan datar"
"Sayang kok reaksinya begitu "
" Terus saya mesti gimana mas?"
" Entah lah dinar mas merasa sikap mu berubah akhir akhir ini "
What's ssssst??! dia memanggil ku dinar? menyebut nama bukan lah kebiasaan mas dennis sejak masih pacaran kecuali dalam keadaan yang sangat emosi baru dia akan menyebut nama ku.
" Mas ... saya tidak tahu harus bagaimana menghadapi mas
" Saya manusia biasa mas punya keterbatasan, saya bukan orang yang sempurna dan mas tahu akan hal itu"
" Mas tahu sayaaang mas hanya kaget saat lihat reaksi mu"
" Saya sudah mengucapkan selamat lalu harus apalagi mas? harus menyemprotkan champagne dan berjingkrak jingkrak ?"
"Nggak lucu dinar , kamu gak perlu sinis begitu, apa salahnya menyenangkan hati suami mu!"
" Cukup mas! aku gak tahu menyenangkan yang seperti apa yang mas maksud?? tolong ajari!"
" Semua dimata mas serba salah, semua harus sempurna"
__ADS_1
" Aaakh sudah mas aku capek" ujar ku berlalu keluar kamar agar pertengkaran tidak semakin melebar. aku benar benar tidak suka mendengar nama Kota itu bukan tanpa alasan mantan mas dennis ada disana.
Agak tidak beralasan memang mengingat kami sudah menjadi suami istri hampir 11 tahun lebih tapi bukan kah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini?.