Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 36 ~ Ucapan Yang Dipotong]


__ADS_3

'NOTE'


author minta maaf ya hari ini update nya telat banget. karena tugas author banyak jadi sibuk. sekali lagi sorry ya. Happy Reading.....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eps sebelumnya.....


Mo Kang Chen yang mendengar ucapan kaisar tentu saja tidak Terima, tapi dia pasrah dengan terpaksa dia dan Wu An Shu mengatakan "Terima kasih atas kebaikan yang mulia raja ming" ucap mereka dengan senyuman terpaksa nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"hmmm" xuan ming berdehem.

__ADS_1


"Sudahlah karena semua sudah selesai, sidang hari ini Zhen bubar kan kalian boleh pergi dari sini" ucap kaisar mo yang sudah sangat pusing sedari tadi karena masalah ini.


Kemudian kaisar mo bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan ruang sidang. Wu An Shu langsung menjalani hukuman nya. Mo Kang Chen sudah kembali ke paviliun nya. Sedangkan permaisuri lin pergi menyusul kaisar mo. sekarang sisa Xuan Ming sendiri yang di ruang sidang. Xuan Ming langsung pergi ke paviliun Yu an.


Di paviliun Yu an, jia yun sedang meminum teh hijau kesukaan nya dengan tenang. tapi dia dikejutkan oleh sebuah suara. "Apa kau tidak takut ketahuan?" ucap Xuan Ming. yap, suara tersebut adalah suara Xuan Ming.


"tidak akan. oh ya, bagaimana hasil sidang tadi? apa hukuman yang diberikan kepada Wu An Shu itu? apakah hukuman nya berat?" ucap jia yun dan melontarkan pertanyaan bertubi tubi. Xuan Ming tetap menunggu hingga akhirnya jia yun pun terdiam.


"sudah selesai?" tanya Xuan Ming dengan dingin.


"hei, aku mendengar nya" ucap Xuan Ming dengan nada dingin.


"hehe, oh ya kau tadi belum menjawab pertanyaan ku" ucap jia yun.

__ADS_1


"sebenarnya, ayahanda akan menghukum mati adikmu itu... " ucapan xuan ming terpotong dengan ucapan jia yun.


jia yun yang mendengar ucapan xuan ming sangat senang jadi dengan cepatnya jia yun langsung memotong ucapan xuan ming.


"Wahh, apakah itu benar?" ucap jia yun dengan semangat. xuan ming yang dipotong ucapan nya menjadi tidak senang. "bisakah kau tidak memotong ucapan ku dan mendengarkan nya terlebih dahulu?" ucap xuan ming dengan dingin.


"baik lah baik lah" ucap jia yun sambil melambaikan tangan yang berarti 'lanjutkan'. Xuan Ming langsung melanjutkan perkataan nya. "Ayahanda ingin menghukum mati adik mu itu tapi.... " ucap xuan ming terpotong lagi dengan ucapan jia yun.


"tapi apa?" pertanyaan jia yun yang memotong ucapan xuan ming. Xuan Ming yang dipotong ucapan nya dua kali langsung menatap datar jia yun. Jia Yun yang menyadari tatapan datar dari xuan ming langsung cengengesan.


"hehe, maaf... ayo lanjutkan. Kali ini aku tidak akan memotong perkataan mu" ucap jia yun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Xuan Ming pun menghela nafas dan menggelengkan kepala nya pelan karena melihat kelakuan Jia Yun. Dia pun langsung melanjutkan perkataan nya yang tertunda tadi. "tadi saat ayahanda akan menghukum mati adik mu, si Mo Kang Chen itu mengeluarkan plakat pengampunan nya." Kemudian Xuan Ming menceritakan semua kejadian dengan detail saat di sidang. Ekspresi Jia Yun berubah ubah mendengar cerita Xuan Ming.

__ADS_1


"Haish, seharusnya kau memberikan hukuman yang lebih berat lagi" ucap Jia Yun mengeluh. Baru saja Xuan Ming ingin membalas ucapan Jia Yun tapi tidak jadi karena Jia Yun lebih dulu berbicara. "Tapi.. yasudahlah... setidaknya aku bisa beristirahat selama satu bulan." ucap Jia Yun kemudian menyeruput teh hijau nya.


bersambung......


__ADS_2