
Eps Sebelumnya.....
"Haish, seharusnya kau memberikan hukuman yang lebih berat lagi" ucap Jia Yun mengeluh. Baru saja Xuan Ming ingin membalas ucapan Jia Yun tapi tidak jadi karena Jia Yun lebih dulu berbicara. "Tapi.. yasudahlah... setidaknya aku bisa beristirahat selama satu bulan." ucap Jia Yun kemudian menyeruput teh hijau nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
satu bulan pun berlalu... Sudah Waktunya Wu An Shu bebas dari hukuman nya. Hubungan Jia Yun dan Xuan Ming juga semakin dekat mereka sudah mulai saling mencintai tapi tidak menyadari nya. Sekarang Kaisar Mo dan Permaisuri Lin tidak menyukai Wu An Shu. Selama sebulan ini Jia Yun berakting seolah dia berubah menjadi dingin.
Pagi hari, Ming Wang Gong.......
Jia Yun sedang berada di paviliun nya, Jia Yun merasa bosan jadi dia memutuskan untuk melukis. saat Jia Yun sedang melukis ia teringat akan satu hal.
"nuan nuan" panggil Jia Yun.
"iya yang mulia?" ucap nuan nuan.
"apakah hari ini hari pembebasan putri ke empat?" tanya Jia Yun dengan nada yang dingin.
"i.... iya, yang mu... mulia" ucap nuan nuan ketakutan dengan nada dingin Jia Yun.
Jia Yun yang mendengar itu langsung sangat kesal dan secara tidak sadar Jia Yun mematahkan kuas yang dia pegang.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa melupakan hal sepenting ini? dan kenapa si Xuan Ming itu tidak mengingat kan diriku?" batin jia yun.
"Dimana yang mulia raja?" tanya Jia Yun dengan nada dingin.
"di... di ru... ruang kerja, yang mulia" ucap nuan nuan terbata bata.
"hmm" Jia Yun berdehem dan kemudian berkata "ayo".
Jia Yun pun berangkat menuju Ruang kerja Xuan Ming.
Saat di ruang kerja Xuan Ming......
"ekhmm" Suara Jia Yun berhasil membuat Xuan Ming menoleh ke arahnya.
"apa aku boleh masuk terlebih dahulu" ucap Jia Yun.
"hmmm" balas Xuan Ming.
"ada apa?" lanjut Xuan Ming.
"kenapa kau tidak mengingat kan ku, jika hari ini adalah hari pembebasan Wu An Shu" ucap Jia Yun dengan nada kesal.
__ADS_1
"apa kau tidak bisa mengingat nya sendiri?" ucap Xuan Ming, yang berhasil membuat Jia Yun kesal.
"kau... " ucap Jia Yun sambil menunjukkan jari telunjuk nya ke arah Xuan Ming.
"huh, sudahlah... jadi apa rencana kita selanjutnya?" Ucap Jia Yun pasrah dengan Xuan Ming. karena setiap berdebat dengan Xuan Ming pasti Jia Yun selalu kalah.
"jadi... " ucapan Xuan Ming terpotong karena tiba-tiba.....
Brakkkkkk......
suara pintu yang di buka dengan kencang. otomatis Xuan Ming dan Jia Yun akan menoleh melihat siapa yang membuka pintu seperti itu.
Ternyata yang membuka nya adalah seorang gadis cantik umurnya lebih muda dari Xuan Ming. Gadis itu langsung memeluk Xuan Ming dengan eratnya. Jia Yun yang melihat itu mengerutkan dahinya.
"emmm, nona? boleh aku tau siapa dirimu?" tanya Jia Yun dengan dingin nya.
"Emn, na.. nama.. k.. ku" ucap gadis itu ketakutan. Xuan Ming yang melihat itu tidak senang.
"hei, apa kau harus menggunakan nada itu? kau lihat dia ketakutan" ucap Xuan Ming sambil mengeratkan pelukan nya. sedangkan Jia Yun yang mendengar ucapan Xuan Ming tidak senang.
"terserah" ucap Jia Yun dengan nada yang sangat dingin. kemudian dengan kesal nya dia kembali ke paviliun nya.
__ADS_1
bersambung......