Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 52 ~ Yue Ai]


__ADS_3

Di saat pria paruh baya dan wanita paruh baya itu sedang berbincang tiba tiba wanita yang pingsan itu tersadar "Akh" wanita itu memegang Kepala nya yang sedikit pusing.


Mendengar suara dari arah ranjang, kedua orang itu langsung menoleh kan kepala nya ke arah ranjang tersebut, dan menghampiri wanita yang sudah bangun itu.


"Ah, kau sudah sadar nak?" tanya wanita paruh baya tersebut.


Wanita yang baru sadar tersebut langsung menoleh ke arah wanita paruh baya tersebut, dan menjawab pertanyaan nya dan bertanya, "Iya, emm... nyonya di mana ini?"


Wanita paruh baya yang di panggil nyonya pun menjawab nya, "nak kau bisa memanggil ku bibi Luo, sekarang ini kau sedang berada di desa kami, Desa Jiangxi"


Kemudian wanita yang di panggil bibi Luo tersebut bertanya, "Siapa nama mu nak?"


"Emm, Bibi Luo nama ku adalah --" jawab nya kemudian menjeda perkataan nya.


"Nama ku adalah ------" lanjut nya menjeda perkataan nya lagi seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Ah, Nama ku adalah Yue Ai, Yue [月] yang berarti bulan dan Ai [爱] yang berarti Cinta, Paman dan Bibi Luo bisa memanggil ku Xiao Ai [小爱]" jawabnya menerus kan ucapan nya yang terjeda tadi.


Segera pandangan Yue Ai beralih ke pria paruh baya yang tadi bersama dengan bibi Luo, bisa di tebak kalau dia adalah suami nya.


"Salam paman Luo" Yue Ai memberi salam pada pria paruh baya tersebut.


Pria yang di panggil paman Luo itu tersenyum dan mengangguk kan kepala nya dengan pelan. "Selamat datang di Desa kami nak, kau bisa tinggal di sini kalau kau mau. Aku adalah kepala Desa desa Jiangxi"


Yue Ai menganggukkan kepala nya dengan pelan, Kemudia bibi Luo langsung memberi kan sebuah gelang, gelang tersebut adalah gelang perlindungan.


Gelang itu terbuat dari benang merah yang indah dengan sebuah koin emas di tengah nya.



"Apa ini milik mu?" lanjut bibi Luo

__ADS_1


Melihat gelang itu senyuman yang berada di bibir Yue Ai menghilang. Beberapa saat kemudian Yue Ai tersenyum kembali, lebih terlihat seperti senyum yang di paksa kan.


Dengan cepat Yue Ai berkata, "Ah iya, Terima kasih bibi Luo" Yue Ai mengambil gelang yang berada di tangan bibi Luo.


Bibi Luo yang melihat ekspresi Yue Ai langsung mengerti kalau Yue Ai membutuhkan waktu untuk menyendiri.


Dengan cepat bibi Luo berkata, "Baik lah, Xiao Ai, kau beristirahat lah dulu. Paman dan bibi Luo keluar dulu" bibi Luo tersenyum lembut pada Yue Ai.


Yue Ai menganggukkan kepala nya kemudian tersenyum pada paman dan bibi luo.


Setelah paman dan bibi Luo keluar, senyuman di bibir Yue Ai menghilang. Kemudian dia menatap gelang itu dengan perasaan yang bercampur. Entah sedih, marah, kecewa, benci, atau bahkan yang lain.


Tiba tiba saja Yue Ai tertawa, tapi Yue Ai tertawa sambil menangis dan berkata, "Hahaha, aku memang bodoh. Seharusnya aku belajar dari kehidupan ku yang sebelumnya"


"Aku tidak seharusnya percaya dengan cinta palsu yang Mo Xuan Ming berikan kepada ku" lanjut nya.

__ADS_1


"Di kehidupan lalu, aku di khianati oleh Mo Kang Chen, dan di kehidupan ini? Aku di khianati oleh adik nya, Mo Xuan Ming. Seharusnya aku menyadari hal itu dan belajar dari kehidupan lalu ku. Betapa miris nya hidup ku ini. Mo Kang Chen, Mo Xuan Ming. Tidak heran, mereka memang sedarah. Tapi aku menganggap bahwa mereka berdua berbeda? Heh, betapa bodoh nya aku." ucap Yue Ai sambil menggenggam erat gelang tersebut.


bersambung....


__ADS_2