
Tiba tiba terdengar suara, "Jadi... Xiao Ai, kapan kau ingin kembali ke istana?" tanya paman Luo.
"Emn paman Luo, untuk sementara ini.. boleh kah aku tinggal di sini?" tanya Yue Ai pada paman Luo.
Bibi Luo yang mendengar ini terkejut, "Tapi kenapa? Bukan kan di istana lebih baik dari pada di sini?"
Yue Ai yang mendengar perkataan bibi Luo tersenyum pahit, "Aku hanya tidak ingin kembali sekarang"
"Tidak apa apa, kau boleh tinggal di sini. Kau boleh tinggal di sini selama yang kau inginkan. Anggap lah ini sebagai rumah mu sendiri" ucap Paman Luo.
Yue Ai yang mendengar jawaban dari Paman Luo, menitikan air mata nya tanpa sadar, Yue Ai terharu. Dia begitu beruntung bisa di pertemukan dengan keluarga Luo ini.
Bibi Luo yang melihat Yue Ai menitikan air mata nya pun bertanya, "Xiao Ai, kenapa kau menangis?"
Yue Ai yang mendengar pertanyaan Bibi Luo hanya menggelengkan kepala nya pelan dan menjawab, "Tidak bibi, aku hanya terharu saja. Aku sangat beruntung bisa bertemu kalian"
__ADS_1
Bibi Luo menggeleng kan kepala nya kemudian tersenyum lembut. "Aiya, Xiao Ai, Kami yang beruntung bisa bertemu dengan diri mu"
Yue Ai tersenyum tipis dan berkata, "Bibi berlebihan, Terima kasih" Yue Ai menggenggam tangan bibi Luo. "Tapi bisakah aku meminta satu hal lagi?" lanjut Bibi Luo.
Paman Luo tersenyum pada Yue Ai, "Tentu, kau bahkan bisa meminta apa pun di sini"
Yue Ai lagi lagi sangat bersyukur karena di pertemukan dengan orang yang baik, "Aku ingin, paman dan bibi Luo, rahasia kan identitas ku dari siapapun. termasuk Xiao Xi"
Tiba Tiba semua orang yang berada di sana diam dan tidak berbicara sedikit pun, membuat Yue Ai panik, "Tidak, tidak, maksud ku itu kalau kalian berkenan. kalau kalian tidak ingin maka itu tidak masalah"
Yue Ai menghela napas lega setelah itu dia berkata, "Terima Kasih, aku akan kembali dulu ke kamar ku, Xiao Ai pamit" Yue Ai pun pergi ke kamar nya sendiri.
Dua Bulan telah berlalu sejak kejadian Yue Ai mengatakan identitas asli nya. Tidak ada yang tau identitas asli nya selain Paman dan Bibi Luo, bahkan Xiao Xi pun tidak di beritahu.
Mereka memberitahu semua orang kalau Yue Ai adalah anak dari kerabat jauh nya dan akan tinggal di rumah Luo selama beberapa waktu.
__ADS_1
Sekarang di taman belakang keluarga Luo terdapat seorang wanita yang sedang bermain ayunan. Wanita yang anggun, dengan paras yang cantik bak dewi.
Alis yang tipis, Bulu mata yang lentik, Mata yang indah, bibir yang mungil dan semerah cherry. Rambut yang di sanggul separuh dan setengah rambut lain nya tergerai bebas.
Senyuman yang begitu indah berasal dari bibir mungil wanita tersebut. Di tambah angin pelan yang membuat setengah rambut yang terurai itu terbang.
Dengan ekspresi nya yang begitu tenang dia sedang mengayunkan ayunan nya tersebut, sambil menutup mata nya.
"Sudah lama, aku tidak menaiki ayunan. Sejak kecil, Ayunan selalu membuat hati ku merasa tenang. dengan begitu aku pun akan senang saat menaiki ayunan" Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Yue Ai.
Tiba tiba ada suara derap kaki yang berlari kecil ke arah Yue Ai. Orang yang berlari kecil ke arah Yue Ai tak lain dan tak bukan adalah Xiao Xi. Bahkan dengan tak menoleh pun Yue Ai tahu bahwa orang itu adalah Xiao Xi.
"Xiao Ai, kau terlihat senang saat menaiki ayunan itu. Apa yang membuat mu begitu senang?" tanya Xiao Xi.
bersambung.....
__ADS_1