Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 39 ~ Pelajaran]


__ADS_3

//Notes//


*mulai sekarang kalau tuan putri kita ganti //gong zhu// aja ya, biar lebih gampang bedain istri pangeran ama anak perempuan Kaisar. jadi kalau istri pangeran dipanggil (putri) kalau anak perempuan Kaisar (gong zhu)


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eps sebelumnya...


"ada apa?" ucap Jiang Xue dingin. jangan salah, Jiang Xue jika di depan orang yang dia sayang dia pasti akan ceria. tapi saat dia bertemu orang asing atau orang yang tidak dia sukai maka Jiang Xue akan menjadi dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Yang Mulia di luar ada putri ke empat dan yang mulia ratu Yun pergi untuk menemui putri ke empat" ucap pelayan itu sambil berlutut.


"Qi Ge, seperti nya kita harus ke sana" ucap Jiang Xue.

__ADS_1


"Hmm" Xuan Ming berdehem.


Xuan Ming dan Jiang Xue pun pergi ke tempat dimana Jia Yun dan Wu An Shu berada. Di sana mereka melihat Jia Yun baru saja sampai dan Wu An Shu sedang duduk menunggu dengan ekspresi yang sangat kesal. mereka pun memutuskan untuk melihat nya terlebih dahulu.


Jia Yun pov.....


Jia Yun sengaja membuat Wu An Shu menunggu, setelah Jia Yun puas membuat Wu An Shu menunggu, Jia Yun langsung pergi menemui Wu An Shu. saat jia yun baru tiba dia melihat Wu An Shu seperti nya sudah kesal karena menunggu, jia yun tersenyum licik. Jia Yun pun menghampiri Wu An Shu. Wu An Shu yang melihat Jia Yun mendekat langsung mencibir.


"Aiya, adik ipar ketujuh kau dari mana saja? apa Ming Wang Gong menyambut tamunya dengan cara seperti ini" ucap Wu An Shu mencibir. Tapi Jia Yun mengabaikan cibiran Wu An Shu dan membalas nya.


"Aiya, seperti nya di kuil Ning An selama sebulan belum cukup untuk mengajar kan tata krama seorang putri dengan baik" lanjut Jia Yun dengan nada yang dingin kemudian duduk di kursi yang tersedia.


"Adik ipar, aku ini kakak ipar mu" ucap Wu An Shu.


"heh" Jia Yun tersenyum sinis.

__ADS_1


"Meskipun kau adalah kakak ipar ku, kau tetap lah adik ku. umur mu lebih muda dari ku. dan meskipun kau tidak peduli dengan hal itu tapi aku masih menyandang gelar Ratu bagaimana bisa kau tidak memberikan hormat kepada diri ku?" ucapan Jia Yun dengan nada yang terkesan dingin dan berhasil membuat Wu An Shu kesal.


Dengan terpaksa pun Wu An Shu membungkukkan badan dan memberikan hormat. "Hormat pada Yang Mulia Ratu Yun" ucap Wu An Shu.


"Aiya, Putri ke empat ini masih belum cukup, aku ingin kau berlutut dan memberikan teh kepada ku" ucap Jia Yun.


"Kau... " ucap Wu An Shu tidak terima.


"apa putri keempat keberatan?" ucap Jia Yun dengan nada yang dingin. Dengan terpaksa Wu An Shu berlutut dan memberikan teh kepada Jia Yun karena tidak ingin mendapatkan hukuman lagi.


"heh, hari ini ku beri kau sedikit pelajaran" batin Jia Yun.


"Ratu Yun, terima lah teh dari putri ini" ucap Wu An Shu sambil berlutut dan menawarkan teh untuk Jia Yun.


"hmmm, terimakasih silakan duduk" ucap Jia Yun dengan nada yang dingin kemudian menunjukkan kursi di seberang nya. Akhirnya Wu An Shu pun duduk di kursi.

__ADS_1


"Jadi apa yang membuat mu kesini? setelah kejadian kemarin kau masih memiliki muka untuk datang ke Ming Wang Gong?" tanya Jia Yun dingin.


Bersambung.....


__ADS_2