Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 55 ~ Pasar Ibu Kota]


__ADS_3

"Xiao Ai, kau terlihat senang saat menaiki ayunan itu. Apa yang membuat mu begitu senang?" tanya Xiao Xi.


Perlahan mata nya yang tertutup mulai terbuka. Senyuman yang berada di bibir mungil nya pun tak kunjung hilang.


"Xiao Xi, apa kau tau? Sedari kecil kalau aku sedang sedih atau tidak tenang, aku selalu menaiki ayunan. Karena setiap kali aku menaiki ayunan, hati ku selalu tenang dan itu membuat ku senang" ucap Yue Ai tersenyum.


"Jadi begitu, Kau senang setiap kali menaiki ayunan?" tanya Xiao Xi tersenyum pada Yue Ai. "Hmm" ucap Yue Ai menganggukkan Kepala nya pelan.


Xiao Xi dengan cepat berkata, "Sudah sudah, sudah cukup main ayunan nya. Aku akan membawa mu ke tempat yang lebih menyenangkan"


Dengan cepat Xiao Xi menarik tangan Yue Ai, hal itu membuat Yue Ai terkejut dan langsung turun dari ayunan nya itu.


"Hei, Xiao Xi pelan pelan... Kau membuat ku terkejut" ucap Yue Ai sambil menahan tangan Xiao Xi.


Xiao Xi terkekeh pelan dan berkata, "Maaf kan aku Xiao Ai, ayo... kita pergi ke tempat yang lebih menyenangkan"

__ADS_1


Xiao Xi langsung menarik pelan tangan Yue Ai, lalu menarik nya ke luar kediaman Luo. Mereka pergi menaiki kereta kuda sederhana yang di sewa oleh Xiao Xi.


Saat di kereta kuda, Yue Ai bertanya, "Xiao Xi, kau mau membawa ku kemana? Bagaimana jika Paman Luo dan Bibi Luo tau?"


Xiao Xi hanya tersenyum saja, dan menjawab, "Lihat saja nanti, kau akan tahu sendiri nya saat sampai di sana"


Yue Ai hanya menganggukkan kepala nya pelan, sudah pasrah dengan sifat Xiao Xi yang terlalu bebas. Beberapa saat kemudian, kereta kuda nya berhenti. "Kita sudah sampai nona" ucap kusir tersebut.


Yue Ai mengintip dari jendela kereta kuda tersebut. Dia terkejut akan tempat pemberhentian nya. Yue Ai langsung menoleh ke arah Xiao Xi yang tersenyum.


"Tentu saja untuk melihat lihat, banyak yang mengatakan kalau pasar di ibu kota Kekaisaran mo sangat indah, jadi pasti menyenangkan. benar bukan?" Jawab Xiao Xi.


Yue Ai yang mendengar itu hanya tersenyum paksa. dan meminta sesuatu, "Jadi, apa kau memiliki sebuah cadar?"


Xiao Xi menjadi bingung dengan pertanyaan Yue Ai, "Untuk apa kau meminta cadar, Xiao Ai... kau sudah sangat cantik tidak perlu malu seperti itu"

__ADS_1


Yue Ai hanya tersenyum canggung, "Xiao Xi, bisakah kau membeli kan cadar yang senada dengan warna hanfu ku ini? Aku mohon"


Xiao Xi hanya tersenyum saja, "Aiya, untuk apa memohon? aku akan membeli kan nya. kau tunggu sebentar"


Xiao Xi keluar, dan setelah beberapa saat dia kembali dengan cadar yang senada dengan hanfu Yue Ai yang berwarna biru dengan sedikit corak bunga di atas nya.


"Ini, cadar mu" Xiao Xi memberi cadar nya pada Yue Ai. Yue Ai mengambil nya dan memakai kan cadar tersebut.


"Terima Kasih Xiao Xi" lanjut Yue Ai kemudian tersenyum pada Xiao Xi di balik cadar nya.


Xiao Xi yang mendengar itu tersenyum, "Jadi... tunggu apa lagi? Ayo kita bersenang senang di pasar ibu kota ini"


Yue Ai hanya menganggukkan kepala nya pelan dan tersenyum. Mereka pun turun dan membayar kereta kuda yang mereka sewa.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2