
"Kenapa kau bersembunyi sembunyi?" Lanjut Xuan Ming.
"Emnn, itu... itu... Saya... Saya tadi se... sedang membeli barang. Yah saya habis dari pasar yang mulia" ucap Yue Ai panik.
"Lalu dimana barang yang kau beli" tanya Xuan Ming.
"Ahaha, tadi saya tidak jadi membeli barang, jadi saya kembali" ucap Yue Ai canggung.
"Baiklah, kau buatkan teh untuk ku, dan antar ke ruang kerja" suruh Xuan Ming.
"Baik" jawab Yue Ai kemudian pergi.
"Karena kau begitu ingin tahu, maka aku akan memberi tahu mu sesuatu" batin Xuan Ming.
Xuan Ming pergi ke ruang kerja nya, dan membahas sesuatu. Yue Ai berada di depan ruang kerja Xuan Ming dan membawa teh yang Xuan Ming suruh.
"Apa kau dapat informasi" tanya Xuan Ming di dalam ruang kerja.
"Li Xian menyuruh orang untuk meracuni mu, yang mulia" ucap Fhu.
"Hmmm" jawab Xuan Ming.
"Lalu?" Tanya Xuan Ming.
"Mata mata kita sudah berhasil masuk ke markas Li Xian" jawab Fhu.
"Dan mereka berkata bahwa Li Xian seperti mempunyai kelemahan" lanjut Fhu.
"Oh, Kelemahan ya? Pasti kelemahan nya adalah seseorang yang dia sayangi" tebak Xuan Ming.
__ADS_1
"Benar yang mulia, seperti nya Li Xian sangat menyayangi perempuan itu. Perempuan itu adalah adik nya yang bernama Li Xiang" jelas Fhu.
"Adik ya? Baik lah permainan ini jelas semakin menarik" ucap Xuan Ming.
"Apa yang harus kita lakukan yang mulia?" Tanya Fhu.
"Untuk sementara, jangan bertindak. Dan untuk adik nya, namanya Li Xiang ya? Kau bawa dia kesini" ucap Xuan Ming.
"Baik yang mulia, hamba pamit" ucap Fhu.
"Hmmm" jawab Xuan Ming. Setelah mendapat jawaban Xuan Ming, Fhu pamit. Tentu Yue Ai bersembunyi agar Fhu tak melihat nya.
Setelah Fhu pergi Yue Ai masuk dengan membawa teh yang diinginkan Xuan Ming.
"Ini teh nya, yang mulia" ucap Yue Ai menyajikan teh nya.
"Hmmm, tapi kenapa teh nya menjadi hangat dan tidak panas? Seharusnya teh ini panas, apa kau menguping?" Tanya Xuan Ming dengan nada menyelidik.
"Mungkin saja, mungkin kau juga adalah seorang mata mata" ucap Xuan Ming.
"Dia sedang menguji diriku" batin Yue Ai.
"Saya tidak mungkin seorang mata mata, yang mulia" ucap Yue Ai
"Oh? Bagaimana cara kau membuktikan nya?" Tanya Xuan Ming.
"Saya pasti akan membuktikan bahwa saya bukan mata mata dan saya hanya setia pada yang mulia, saya pamit" ucap Yue Ai kemudian pergi.
"Benar, kau pasti akan membuktikan nya" ucap Xuan Ming tersenyum kemudian menatap teh yang dia minum.
__ADS_1
"Dia mencurigai ku sebagai mata mata? Yang benar saja, bagaimana mungkin aku mencelakai dirinya" kesal Yue Ai.
Keesokan harinya, sesuai janji Yue Ai datang ke paviliun Meri Hua. Namun Yue Ai tidak bodoh hingga dia memakai hanfu wanita ke sana. Yue Ai menyamar sebagai pria dan masuk ke paviliun Mei Hua.
Di saat Yue Ai masuk dia langsung di sambut oleh beberapa wanita dengan satu wanita di tengah nya yang tampak seperti pemilik paviliun itu.
Para wanita itu langsung mendekati Yue Ai dan memeluk lengan Yue Ai.
"Aduh tuan muda yang tampan ini, pasti kau baru datang kan" ucap salah satu wanita tersebut.
"Astaga kalian jangan mendekati tuan muda yang satu ini" usir pemilik paviliun.
"Tuan muda katakan hari ini kau ingin bersama siapa?" Tanya Pemilik paviliun itu dengan ramah. Pemilik paviliun itu bukan lah orang bodoh, dia tahu kalau kain pakaian yang dipakai Yue Ai adalah kain yang mahal.
Yue Ai mengeluarkan sebuah emas lalu menaruh nya di tangan pemilik paviliun.
"Hari ini, aku ingin bersama dengan nona Xi Jie" ucap Yue Ai.
"Ah baik baik, Hey kau cepat panggil Xi Jie kemari" suruh pemilik paviliun.
"Tunggu lah sebentar lagi tuan muda" lanjut pemilik paviliun itu.
Setelah menunggu beberapa saat datang seorang wanita yang terlihat cantik dan menawan. Dari penampilan nya yang mewah, Yue Ai yakin kalau dia adalah wanita yang paling laris di paviliun itu.
"Tuan muda ini memesan ku yah?" Ucap Xi Jie sambil membelai pipi Yue Ai.
"Kalau begitu mari ikut dengan ku tuan muda, kita pasti bersenang senang hari ini" lanjut Xi Jie membawa Yue Ai pergi.
Xi Jie membawa Yue Ai ke sebuah kamar di paviliun itu kemudian mengunci pintu nya.
__ADS_1
Bersambung....