Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 66 ~ Penyusup]


__ADS_3

Karena takut kalian lupa cerita sebelumnya, jadi author akan meringkas sedikit dari 2 episode lalu.


"Yang mulia ini teh anda" ucap Yue Ai.


"Hmm, apa kau mendengar sesuatu?" Tanya Xuan Ming.


"Mendengar apa yang mulia?" Tanya Yue Ai.


"Lupakan" ucap Xuan Ming.


Xuan Ming meminum teh tersebut dan bertanya siapa yang membuat teh itu.


"Seorang wanita yang membuat nya yang mulia" jawab Yue Ai. Mereka pun berbicara tentang seorang wanita yang dibicarakan oleh Yue Ai.


Setelah membicarakan wanita tersebut. Yue Ai meminta izin pada Xuan Ming untuk keluar istana. Dan Xuan Ming mengizinkan nya, tapi Yue Ai harus kembali setelah matahari terbenam.


Saat Yue Ai keluar istana, Yue Ai melihat seorang wanita yang sedang di incar oleh pembunuh. Yue Ai menolong nya dan membawa nya ke penginapan dan memesan kamar.


"Jadi Siapa kau?"


"Oh kau tidak perlu berpura pura, kakak"


"Oh, kau cukup pandai mengenali orang, adik"


"Kau juga sangat pandai berpura pura, kakak"


"Kenapa mereka mengejar mu?"


"Karena ingin membunuh ku"


"Siapa yang berani membunuh mu?"


"Li Xian"

__ADS_1


"Li Xian?"


Wanita tersebut adalah Wu An Shu, Wu An Shu memberi tahu Yue Ai semua informasi mengenai Li Xian dan pergi. Yue Ai pulang dan langsung ke kamar nya. Di dalam kamar dia terus memikirkan Li Xian.


"Aku harus menyelidiki lebih lanjut. Aku bisa memulai nya dari Wu An Shu. Tapi bagaimana kalau dia tidak mau memberi tahu?" Tanya Yue Ai pada diri sendiri.


"Ah sudah lah biarkan saja, nanti kalau dia tidak mau aku akan memaksa nya untuk bicara" lanjut Yue Ai.


Sekarang Yue Ai sudah seperti orang stress yang bertanya sendiri menjawab sendiri. Ini semua adalah ulah Li Xian.


Pada malam hari, Yue Ai tidak bisa tidur. Jadi dia memutuskan untuk berjalan jalan, namun saat dia di depan kediaman Xuan Ming. Dia memutuskan untuk memeriksa keadaan Xuan Ming.


Saat dia masuk ke kamar Xuan Ming, dia melihat Xuan Ming yang sudah tertidur pulas. Tapi tanpa Yue Ai sadari bahwa Fhu mengawasi setiap bagian kamar Xuan Ming di atas atap.


Tap.. tap.. tap..


Bunyi langkah kaki yang samar. Yue Ai yang menyadari itu bingung ingin bersembunyi di mana. Namun tiba tiba pintu terbuka dan terdapat Fhu yang sedang menatap seluruh ruangan seakan mencari sesuatu.


"Kemana pergi nya penyusup itu?" Tanya Fhu pada dirinya sendiri. Untungnya Yue Ai sudah bersembunyi di tempat yang aman.


"Seperti nya penyusup itu tidak ada di sini" ucap Fhu lalu pergi dari kamar itu. Setelah Fhu pergi, Yue Ai menghela nafas nya. Ternyata Fhu tidak menyadari keberadaan nya.


Namun tiba tiba Yue Ai mendengar Xuan Ming yang mengigau. Yue Ai keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekati Xuan Ming. Yue Ai menyentuh kening Xuan Ming.


"Astaga, Xuan Ming, kau demam" ucap Yue Ai terkejut.


"Jia Yun" ucap Xuan Ming mengigau dan mengeluarkan keringat dingin.


"Xuan Ming. Xuan Ming" Panggil Yue Ai.


"Jia Yun, jangan pergi" ucap Xuan Ming sambil menggenggam tangan Yue Ai.


"Baik baik aku tidak akan pergi" ucap Yue Ai menenangkan Xuan Ming.

__ADS_1


"Kau tidur lah dengan tenang" ucap Yue Ai mengusap lembut kepala Xuan Ming dengan lembut.


Yue Ai melepaskan tangan Xuan Ming perlahan lahan dan pergi mengambil satu baskom air untuk mengompres Xuan Ming.


Tapi tiba tiba Xuan Ming memeluk Yue Ai dengan erat membuat Yue Ai terpaksa harus menunggu lebih lama. Sampai sampai Yue Ai tertidur.


Besok pagi nya Yue Ai bangun terlebih dahulu dan melepaskan pelukan Xuan Ming yang sudah tidak se erat kemarin.


"Demam nya sudah turun" ucap Yue Ai memegang dahi Xuan Ming.


"Sebaiknya aku pergi" lanjut Yue Ai.


Yue Ai menuang air yang didalam baskom, dan mengembalikan baskom dan kain itu ke tempat semula supaya Xuan Ming tidak curiga.


Dan sebelum pergi Yue Ai mengecup dahi Xuan Ming dan pergi dengan terburu buru, karena takut jika Xuan Ming terbangun dan melihat nya di dalam kamar nya.


Setelah yue ai meninggalkan kamar, Xuan Ming terbangun.


"Tadi malam, aku seperti melihat Jia Yun yang merawat ku" ucap Xuan Ming.


"Sepertinya aku hanya bermimpi" lanjut nya.


Tok.. tok.. tok..


"Siapa?" Tanya Xuan Ming.


"Ini saya, Fhu yang mulia" ucap Fhu yang dibalik pintu.


"Masuklah, katakan apa yang ingin kau katakan" Ucap Xuan Ming.


"Yang mulia, kemarin malam saya melihat penyusup masuk ke kamar yang mulia, lalu saat saya memeriksa, tidak ada siapapun di kamar yang mulia, apa yang mulia kemarin terbangun dan melihat penyusup nya?" Tanya Fhu.


"Tidak, kemarin aku sedang tidak enak badan jadi aku tidak menyadari ada penyusup. Seperti apa ciri ciri penyusup itu?" Tanya Xuan Ming.

__ADS_1


"Seperti nya penyusup itu adalah seorang wanita" ucap Fhu.


Bersambung....


__ADS_2