
Di Ming Wang Gong, Jia Yun langsung pergi ke paviliun nya. Sampai di kamar nya, tak lupa Jia Yun menyuruh nuan nuan untuk tidak mengganggu nya.
Di kamar Jia Yun terus mengeluarkan air mata nya. Semakin ia tidak mau menangis, semakin banyak air mata nya yang keluar.
"Kenapa? Kenapa rasanya begitu sesak? kenapa!?" tanya Jia Yun pada diri nya sendiri.
"Apa aku sudah mencintai nya?" tanya Jia Yun lagi.
"Aku mencintainya" ucap Jia Yun.
"Aku mencintaimu Mo Xuan Ming" gumam Jia Yun.
Tiba tiba ada seseorang yang memeluk Jia Yun dari belakang. "Aku juga mencintai mu" balas seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Xuan Ming.
"Lepaskan" ucap Jia Yun memberontak.
"Tidak akan" ucap Xuan Ming.
"Le Pas Kan" ucap Jia Yun.
"Jika kau mencintai ku, kau tidak akan menerima selir itu" ucap Jia Yun.
"Aku sungguh mencintai mu seorang" ucap Xuan Ming.
"Tadi aku menerima selir itu hanya agar janji ayahanda terpenuhi" ucap Xuan Ming.
"Terserah, kau mau apa kan selir itu. Terserah mu saja" lanjut Xuan Ming.
"Benar kah?" tanya Jia Yun antusias.
__ADS_1
"Hmm" ucap Xuan Ming meyakinkan.
"Baiklah Terima Kasih" ucap Jia Yun senang.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Sedangkan di suatu tempat yang gelap. terdapat orang yang sedang duduk di meja nya dan memegang kuas.
"Apa ada kabar baru?" tanya orang tersebut.
"Tidak ada tuan" ucap orang yang merupakan bawahan nya.
"Tuan apa tidak sebaiknya kau melepaskan mereka saja?" tangan bawahan nya.
Mendengar kata bawahan nya itu membuat orang tersebut berhenti, dan menatap tajam orang yang merupakan bawahan nya itu.
Bawahan nya itu langsung berlutut dan meminta maaf pada orang tersebut "Maafkan hamba tuan, hamba terlalu banyak bicara dan lancang sampai mencampuri urusan tuan" ucap bawahan itu sambil berlutut.
"Satu hal lagi, orang yang sudah ku benci hanya satu akibatnya" ucap orang itu menjeda. dan menulis sesuatu di kertas nya.
"Mati" ucap orang itu sambil menulis kata mati (死 Shi ) di kertas itu.
"Baik tuan, bawahan ini mengerti" ucap bawahan nya.
"Kalau begitu kau pergi lah" ucap orang tersebut
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•
Pada saat Jia Yun ingin pergi Xuan Ming menarik lembut pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Kau ingin kemana?" tanya Xuan Ming yang tiba tiba terlintas ide nakal di otak nya.
"Aku ingin ke halaman" ucap Jia Yun.
"Tidak boleh, kau temani aku sekarang dan... " ucap Xuan Ming menjeda.
Kemudian Xuan Ming mendekat kan wajah nya dengan wajah Jia Yun dan membisikkan "Nanti malam" ucap nya lalu meniup pelan telinga Jia Yun.
Ucapan Xuan Ming berhasil membuat Jia Yun merona malu. "Kau... " ucap Jia Yun terjeda karena tidak bisa mengeluarkan kata katanya.
Ya karena tidak bisa mengeluarkan kata kata nya Jia Yun pergi keluar dengan berlarian kecil dengan wajah nya yang memerah itu.
"Lucu sekali" gumam Xuan Ming sambil terkekeh pelan.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
Keesokan harinya...
Rong Bai Yu atau Selir Rong di kirim ke Ming Wang Gong. dan sifat nya seperti selir pada umum nya yaitu, arogan dan yang pasti ingin merebut perhatian Xuan Ming.
"Ratu, Selir Rong datang untuk memberikan salam" ucap Nuan Nuan.
"Nuan nuan, kau suruh dia tunggu saja. aku masih mengantuk, ingin tidur dulu" ucap Jia Yun dengan begitu santai nya.
"Tapi.... " ucap Nuan nuan terpotong.
"Lakukan saja apa yang aku minta" ucap Jia Yun lalu tidur.
"Baik yang mulia" ucap nuan nuan.
__ADS_1
bersambung......