
"Seperti nya penyusup itu adalah seorang wanita" ucap Fhu.
"Seorang wanita?" Ucap Xuan Ming tersenyum tipis.
"Benar yang mulia" ucap Fhu membenarkan pertanyaan Xuan Ming.
"Kau boleh pergi Fhu" ucap Xuan Ming.
"Sepertinya aku tahu siapa penyusup itu" ucap Xuan Ming sambil memegang sebuah tusuk rambut.
Sementara di kamar Yue Ai. Yue Ai terlihat sedang merawat lukanya. Luka ditelapak tangan nya, yang terkena pisau karena Menyelamatkan Wu An Shu.
"Shh" ringis Yue Ai, karena saat luka terkena obat pasti perih. *author juga pernah rasain kok :(
"Harus nya luka nya tidak terkena air, tapi tidak apa apa lah. Kemarin itu demi Xuan Ming" gumam Yue Ai sambil membalut lukanya. *kalian pernah penasaran ga kenapa kamar Yue Ai pisah dari yang lain? karena hanya beberapa pelayan yang cewe di sana, dan nuan nuan yang izin pulang ke kampung halaman nya. Nah kamar nya tuh yang lain sekamar karena 1 kamar 4 orang. 4 pelayan tuh 1 kamar. dan Yue Ai pisah kamar nya.
"Bagaimana cara aku agar bisa bertemu dengan Wu An Shu?" tanya Yue Ai.
__ADS_1
"Ah, Xuan Ming, maafkan aku. Seperti nya kita tidak bisa bersama untuk sementara waktu. Aku berpura pura tidak mengenal dirimu, itu semua demi dirimu juga. Aku harus menyelidiki lebih lanjut tentang Li Xian. Saat kebenaran sudah terungkap aku akan kembali pada mu" gumam Yue Ai.
"Tapi sekarang bagaimana cara menemui Wu An Shu?" tanya Yue Ai. Namun tiba tiba terlintas ide di pikiran Yue Ai.
"Bagaimana jika aku menyelinap ke dalam istana pangeran ke empat?" Yap itulah ide Yue Ai, menyelinap ke dalam istana pangeran ke empat.
"Ide yang bagus!" seru Yue Ai.
Yue Ai keluar Ming Wang Gong diam diam dan pergi ke istana pangeran ke empat. Saat sampai ke tempat pangeran keempat, Yue Ai masuk ke dalam sebuah ruangan yang Yue Ai tidak ketahui itu ruangan apa.
Saat Yue Ai sedang berkeliling tiba tiba terdengar suara langkah kaki. Yue Ai ingin bersembunyi namun tidak tahu tempat mana yang pas karena dia tidak mengenal ruangan tersebut dengan jelas.
Untung lah tidak ada penjaga bayangan yang bersembunyi dia ruang itu. Kalau tidak akan ketahuan. Saat Yue Ai menoleh ke arah orang tersebut dan ingin berbicara. Orang tersebut menutup mulut Yue Ai dengan tangan nya dan menyuruh Yue Ai untuk fokus pada yang dibawah dengan isyarat mata.
Ternyata dibawah sudah ada seseorang yang bertudung yang berbicara dengan 2 orang. Orang bertudung itu sedang berbicara dengan Mo Kang Chen dan Wu An Shu.
"Ini untuk kalian" ucap orang bertudung itu memberikan sebuah botol kecil.
__ADS_1
"ini apa?" tanya Mo Kang Chen menerima botol kecil itu.
"Racun" jawab orang bertudung dengan jelas.
"Tapi racun ini, untuk siapa?" tanya Wu An Shu.
"Mo Xuan Ming, kalian usahakan agar Mo Xuan Ming meminum racun itu" ucap orang bertudung.
"Tapi kami sudah bukan anak buah kalian lagi" ucap Wu An Shu.
"Kau turuti saja apa yang diperintahkan, kalau tidak, kalian benar benar akan menghilang dari dunia ini" ucap orang bertudung itu mengeluarkan pisau nya dan mendekatkan pisau itu ke leher Wu An Shu kemudian menarik pisau itu kembali dan pergi dari sana.
"Kau tidak perlu berbicara seperti itu pada nya. Kau bisa saja kehilangan nyawa" ucap Mo Kang Chen khawatir. Yah, sejak 2 bulan terakhir hubungan mereka semakin dekat.
"Tapi kita sudah bukan anak buah nya lagi" ucap Wu An Shu.
"Kenapa kau sangat patuh dengan nya" ucap Wu An Shu dengan keras kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"Tentu saja karena dirimu" lirih Mo Kang Chen.
bersambung....