Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 75 ~ Sudah Berakhir]


__ADS_3

"Kau sudah kalah, Li Xian" ucap Xuan Ming.


"Mo Xuan Ming, kau sudah mengenal ku sejak lama. Seharusnya kau tahu bahwa aku Li Xian tidak suka yang nama nya kekalahan" ucap Li Xian lalu menusuk kan pedang nya ke arah jantung nya.


"Kakak!" Teriak Li Xiang menghampiri Li Xian.


"Kakak!" Ucap Li Xiang memangku kepala Li Xian di paha nya.


"M-mo Xuan Ming, a- aku mohon. Ja-jaga lah ad-dik ku. Ji-jika k-kau me-menya-kiti nya. Ja-jadi han-hantu pun, a-aku pasti ak-akan men-neror mu" ucap Li Xian.


"Kau jangan bicara dulu" ucap Xuan Ming.


"Kakak" ucap Li Xiang sambil menangis.


"Li-Li Xiang, ma-maaf kan ka-kak, ke-kelak k-kau ha-harus men-jaga di-dirimu ba-baik ba-ik. Ak-aku ber-ha-harap, di-di k-kehidupan se-lanjut-nya k-kau te-tap me-menjadi a-adik-ku. Sa-sampai J-jumpa" ucap Li Xian lalu menutup matanya.


"Kakak! Kakak!" Ucap Li Xiang lalu memeluk tubuh Li Xian.


"Akhir nya, semua ini telah berakhir" ucap Xuan Ming.


"Iya, semua telah berakhir" ucap Jia Yun kemudian pingsan.


"Jia Yun!" Ucap Xuan Ming yang langsung menangkap tubuh Jia Yun.


Kini Xuan Ming sedang berada di kamar nya bersama tabib yang memeriksa keadaan Jia Yun.


"Apa yang terjadi?" Tanya Xuan Ming khawatir.

__ADS_1


"Tidak terjadi apa apa, yang mulia. Yang mulia ratu hanya kelelahan. Yang mulia ratu tidak boleh terlalu lelah karena kehamilan nya. Selamat yang mulia, yang mulia ratu sedang mengandung" ucap tabib tersebut.


"Dia mengandung?" Ucap Xuan Ming kemudian tersenyum bahagia.


"Terima Kasih tabib. Ini untuk mu" ucap Xuan Ming mengeluarkan satu kantong koin emas.


"Terima kasih, yang mulia" ucap Tabib tersebut.


"Fhu, antarkan tabib ini. Dan juga, kubur Li Xian dengan layak" ucap Xuan Ming.


"Baik yang mulia" ucap Fhu.


Xuan Ming pun menemani Jia Yun yang masih pingsan sampai besok pagi. Keesokan harinya, Jia Yun terbangun dan melihat seseorang yang lama tidak di jumpai nya.


"Nuan Nuan!" Ucap Jia Yun.


"Bukankah kau, akan kembali 1 Minggu lagi?" Tanya Jia Yun.


"Yang mulia raja, menyuruh ku untuk kembali. Apa lagi sekarang Yang Mulia ratu sedang mengandung" ucap Nuan Nuan.


"Apa?! Aku sedang mengandung?" Ucap Jia Yun tidak percaya.


"Apa Xuan Ming tahu hal ini? Tapi di mana dia?" Tanya Jia Yun.


"Yang mulia raja tadi pergi ke upacara kremasi Li Xian bersama dengan Li Xiang. Setelah pulang, yang mulia membersihkan diri lalu pergi ke ruang kerja" ucap Nuan Nuan.


"Li Xiang pasti sangat sedih kan?" Tanya Jia Yun.

__ADS_1


"Benar, yang mulia, apa anda mau sarapan?" Tanya Nuan Nuan.


"Boleh, tapi aku ingin bersiap siap terlebih dahulu" ucap Jia Yun.


"Baik lah" ucap Nuan Nuan membantu Jia Yun bersiap siap.


Setelah sarapan Jia Yun menemui Xuan Ming di ruang kerja nya.


"Xuan Ming" panggil Jia Yun.


"Kenapa kau datang?" Tanya Xuan Ming.


Jia Yun menghampiri Xuan Ming dan duduk di pangkuan Xuan Ming kemudian mengalungkan tangannya di leher Xuan Ming.


"Aku merindukan mu" ucap Jia Yun manja.


"Oh? Sejak kapan kau menjadi manja seperti ini hmm?" Tanya Xuan Ming.


"Sejak aku tahu bahwa aku sedang mengandung" ucap Jia Yun.


"Nuan Nuan memberi tahu mu ya?" Tanya Xuan Ming.


"Emm" ucap Jia Yun mengangguk kan kepala nya.


"Aku senang, semua masalah sudah selesai" ucap Jia Yun.


"Ya, semua sudah selesai. Kita bisa hidup dengan damai sekarang" ucap Xuan Ming lalu ******* bibir Jia Yun dengan lembut.

__ADS_1


Tamat🎉🎉


__ADS_2