Pembalasan Dendam

Pembalasan Dendam
[Episode 62 ~ Menghindari]


__ADS_3

Semua yang di katakan paman Luo Hampir semua nya kebohongan belaka. Yang benar hanya saat ini Yue Ai berusia 20 tahun.


"Apa kah itu benar?" tanya Xuan Ming curiga.


"Benar yang mulia" ucap Paman Luo tenang.


Xuan Ming sebenarnya kurang yakin dengan perkataan Paman Luo tapi melihat ekspresi Paman Luo yang tenang Xuan Ming menjadi tidak curiga.


"Baiklah, kalau begitu saya pamit" ucap Xuan Ming.


mendengar Xuan Ming yang ingin pergi, Yue Ai langsung kembali ke kamar nya. sedangkan Paman Luo menghala nafas lega.


"Baiklah yang mulia, mari saya antar" tawar Paman Luo.


"Hmmm" Balas Xuan Ming.


Paman Luo mengantarkan kepergian Xuan Ming. Di kamar, Yue Ai merasa bersalah karena membohongi Xuan Ming. Yue Ai merasa kalau dia sudah salah menuduh dan membohongi Xuan Ming, tapi kenapa?


"Kenapa aku merasa bahwa yang ku lakukan ini salah?" batin Yue Ai.


Saat Yue Ai sesuai melamun dan terjun ke dalam pikiran nya, Tiba tiba terdapat suara ketukan pintu.

__ADS_1


Tok,, Tok,, Tok,,


"Xiao Ai" panggil orang yang mengetuk pintu.


Yue Ai yang masih tenggelam dalam pemikiran nya tidak menyadari ada yang memanggil nya.


"Xiao Ai" panggil orang yang mengetuk pintu lagi.


Tok,, tok,, tok,,


Lagi lagi dia mengetuk pintu, hingga Yue Ai tersadar. Dan mendengar suara yang familiar.


Yang Yue Ai tebak itu adalah suara bibi Luo. Yue Ai mengatakan, "Masuk lah bibi" kemudian masuk lah bibi luo dan Yue Ai meminta maaf, "Maaf membuat mu menunggu" ucap Yue Ai menyesal.


"Tidak apa apa" balas bibi Luo tersenyum.


"Tadi bibi dengar kalau Yang Mulia raja Ming datang, dan sempat menanyakan tentang diri mu" ucap Bibi Luo.


"Itu benar bibi, tapi untuk saat ini aku harus menghindari nya." ucap Yue Ai.


"Ini sudah dua bulan, sampai kapan kau mau menghindari nya?" tanya bibi Luo.

__ADS_1


"Sampai aku mengetahui, apakah dia atau bukan pelaku nya" ucap Yue Ai.


"Mau sampai kapan? Bibi rasa kau harus menemui nya agar kalian bisa menyelesaikan kesalah pahaman di antara kalian" saran bibi Luo.


"Bibi, aku berencana untuk menjadi pelayan di Ming Wang Gong, agar aku bisa menyelidiki nya lebih lanjut" ucap Yue Ai.


"Itu semua tergantung keputusan mu, bibi Luo akan selalu mendukung mu" ucap Bibi Luo.


"Terima Kasih" ucap Yue Ai sambil tersenyum.


Yue Ai memutuskan untuk menunggu sampai satu minggu kedepan, karena Yue Ai sangat hafal, setiap Akhir bulan, Ming Wang Gong akan memilih pelayan baru.


Jadi Yue Ai memutuskan untuk menunggu, Satu minggu telah berlalu, Kini Yue Ai sedang bersiap, Dia memakai pakaian yang sederhana, tidak terlihat seperti orang yang berstatus.


Merubah sedikit riasan nya menjadi lebih tipis. Dengan rambut yang di sanggul ke atas dengan tusuk konde yang dia beli kemarin. Mungkin Yue Ai lupa atau bagaimana, sampai dia bisa memakai tusuk konde itu.


Dia berniat membuat Xuan Ming tidak dapat mengenali nya tapi malah menggunakan tusuk konde itu? Entah apa yang dia pikirkan.


Setelah selesai bersiap dia berpamitan dengan paman dan bibi Luo, lalu pergi ke istana. Saat tiba di Ming Wang Gong. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah sebuah gerbang yang terbuat dari emas dengan dua penjaga di sisi nya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2