
"Fhu kau pergi lah" suruh Xuan Ming.
"Masuk" ucap Xuan Ming setelah Fhu pergi.
Yue Ai masuk dan meletakan cangkir teh yang berisi teh di meja Xuan Ming.
"Yang Mulia, ini teh anda" ucap Yue Ai.
"Hmm, apa kau mendengar sesuatu tadi?" tanya Xuan Ming.
"Mendengar apa yang mulia?" ucap Yue Ai.
"Lupakan" balas Xuan Ming.
Xuan Ming meminum teh tersebut. Dan Yue Ai pamit undur diri.
"Saya pamit yang mulia" pamit Yue Ai, namun Xuan Ming menghentikan nya.
"Tunggu" ucap Xuan Ming, Membuat Yue Ai berbalik dan menatap Xuan Ming.
"Apakah kau yang membuat teh ini?" tanya Xuan Ming dengan nada menyelidik.
"Benar yang mulia" Jawab Yue Ai.
__ADS_1
"Dari mana kau belajar cara membuat teh?" tanya Xuan Ming.
"Ada apa yang mulia?" tanya Yue Ai kembali.
"Rasa teh ini mengingat kan ku akan seseorang" ucap Xuan Ming.
"Pasti dia mengingat rasa teh yang pernah aku buat dulu" batin Yue Ai.
"Saya belajar dari seorang wanita yang mulia" jawab Yue Ai.
"Siapa?" tanya Xuan Ming.
"Seorang wanita, Satu bulan lalu, dia pernah mengunjungi desa jiang Xi saat saya baru kembali yang mulia, dia menginap di tempat paman luo dan mengajari ku cara membuat teh ini" jelas Yue Ai.
"Tidak yang mulia, dia selalu memakai topi dan cadar, yang mulia" ucap Yue Ai.
"Lalu apa kau tau dimana dia sekarang?" tanya Xuan Ming.
"Tidak tau yang mulia, dia berkata akan pergi jauh dan berkelana. Saat aku bertanya siapa nama nya dia menjawab bahwa dia tidak akan memberi tahu siapa pun nama nya" jelas Yue Ai.
"Baik lah, kau boleh pergi" ucap Xuan Ming.
"Baik yang mulia" ucap Yue Ai.
__ADS_1
"Yang mulia, saya ingin pergi keluar istana sebentar apakah boleh?" ucap Yue Ai meminta izin pada Xuan Ming.
"Ya, kau boleh pergi dan kembali sebelum matahari terbenam" ucap Xuan Ming mengizinkan.
"Terima Kasih yang mulia" ucap Yue Ai lalu pergi dari ruang kerja Xuan Ming.
"Apakah yang mengajari Yue Ai itu kau?" gumam Xuan Ming.
Kini Yue Ai keluar dari istana dan berjalan jalan di ibu kota, saat dia sadang berjalan samar samar dia mendengar suara minta tolong terdengar seperti suara seorang wanita.
Semakin dia berjalan ke gang terpencil itu maka semakin jelas suara minta tolong tersebut. Yue Ai sudah di depan gang terpencil itu dan melihat seorang wanita yang ingin di bunuh oleh beberapa orang.
Ketika ada salah satu orang yang ingin menusuk kan pisau nya pada wanita itu, Yue Ai menahan pisau nya. Pisau tersebut membuat telapak tangan Yue Ai tergores.
Yue Ai dengan lincah menendang orang tersebut dan merebut pisau nya. Sebelum semua nya bergerak Yue Ai menusuk jantung mereka satu persatu, hingga mereka semua mati.
Yue Ai menarik tangan wanita itu dan membawa nya ke sebuah penginapan untuk membersihkan hanfu nya karena terkena noda darah.
Sampai di penginapan mereka memesan kamar dan membersihkan diri mereka. Dan mereka duduk di kursi dengan meja di tengah nya.
"Jadi siapa kau?" tanya Yue Ai agar tidak di curigai.
"Oh, kau tidak perlu berpura-pura, Kakak" ucap Wanita itu.
__ADS_1
bersambung....