
Yue Ai menghela nafas, kemudian berkata, "Baiklah yang mulia, Kalau begitu saya pamit" ucap Yue Ai sambil menekan kata saya.
"Tunggu" kata Xuan Ming yang menghentikan Yue Ai. Yue Ai berbalik dan bertanya, "Ada apa yang mulia?"
"Apa dia mengenali ku?" batin Yue Ai yang merasa gelisah dan takut.
"Entah kenapa, aku merasa kau sedikit familiar. Apa kita pernah bertemu sebelum nya?" tanya Xuan Ming.
"Dia mulai mencurigai diri ku?" batin Yue Ai yang sedari tadi gelisah tapi berusaha untuk tenang.
"Kita tidak pernah bertemu, yang mulia" balas Yue Ai lalu dengan dapat Yue Ai kembali berbicara, "Kalau tidak ada urusan lagi saya pamit" ucap nya lalu pergi dengan cepat.
"Kita pasti akan bertemu lagi" gumam Xuan Ming yang yakin akan hal itu.
Kini Yue Ai tengah menunggu Xiao Xi di rumah makan yang tadi di ucap kan oleh Xiao Xi, Tak lama Xiao Xi datang dengan satu bungkus kecil yang Yue Ai tebak adalah belanjaan Xiao Xi.
__ADS_1
Xiao Xi yang melihat Yue Ai langsung melambaikan tahan nya ke arah Yue Ai, tentu di balas dengan senyuman dari Yue Ai.
Xiao Xi berjalan ke arah meja yang di duduki oleh Yue Ai. "Apa kau sudah menunggu lama?" tanya nya pada Yue Ai.
"Tidak lama" balas Yue Ai dan melanjutkan kata kata nya, "Kapan kita kembali?" tanya nya. Xiao Xi tersenyum lebar dan membalas nya, "Tentu saja setelah selesai makan di sini"
Yue Ai yang mendengar hal itu menggeleng kan kepala nya pelan. Bingung dengan sifat Xiao Xi yang selalu ceria.
Mereka memesan makanan dan memakan nya dengn tenang, setelah itu mereka pulang ke desa Jiangxi. Di rumah paman luo dan bibi luo merasa khawatir karena Xiao Xi dan Yue Ai belum kembali.
"Akhir nya kalian pulang" ucap Bibi Luo khawatir. "Kalian pergi kemana saja? kenapa baru pulang sekarang?" tanya Bibi luo.
"Oh, aku mengajak Xiao Ai pergi ke pasar di ibu kota, di sana sangat ramai" ucap Xiao Xi senang.
Paman Luo dan Bibi Luo yang mendengar ucapan Xiao Xi langsung menoleh ke arah Yue Ai yang sudah tidak memakai cadar karena dia lepas pada saat di kereta kuda.
__ADS_1
Mereka menatap Yue Ai yang tersenyum tenang, mereka menyimpulkan bahwa tidak terjadi apa pun di sana.
Bibi Luo langsung menghela nafas lega, "Hah, sudah lah, lain kali beri tahu dulu kalau kalian ingin pergi. Jangan membuat kami khawatir seperti ini"
Xiao Xi tersenyum dan berkata, "Baiklah ibu, lain kali aku akan meminta izin. Tapi sekarang aku ingin pergi ke kamar ku dulu. Sampai jumpa semua nya" ucap Xiao Xi sambil melambaikan tangan nya.
Semua orang hanya menggeleng kan kepala nya pelan. Kemudian bibi luo beralih menatap Yue Ai dan bertanya, "Apa terjadi sesuatu di pasar ibu kota?"
Yue Ai hanya menggeleng kan kepala nya pelan dan tersenyum, "Tidak, hanya saja, tadi ada beberapa masalah kecil"
"Tapi tidak apa apa lagi sekarang" lanjut Yue Ai lalu tersenyum. "Tenang saja" Ucap nya pada paman Luo dan bibi Luo.
"Kalau begitu, Yue Ai pamit" kata Yue Ai lalu pergi meninggalkan ruang tengah.
bersambung....
__ADS_1