
Pagi hari, Jia Yun terbangun dan menatap wajah Xuan Ming yang begitu tenang.
"Kau terlihat begitu tenang dan tampan saat tertidur" ucap Jia Yun sambil memegang pipi Xuan Ming.
"Begitu kah?" tanya Xuan Ming.
"Hmm" ucap Jia Yun.
"Kalau begitu kau bisa istirahat, aku ingin pergi ke ruang kerja" ucap Xuan Ming dan pergi ke ruang kerja nya.
"Hah, Tapi aku tidak bisa tidur lagi" ucap Jia Yun lalu memanggil nuan nuan.
"nuan nuan" panggil Jia Yun.
"Hamba yang mulia" ucap nuan nuan.
"apa selir Rong masih di luar?" Tanya Jia Yun.
"Selir Rong sudah pergi yang mulia" ucap nuan nuan.
"Hmm, baiklah siapkan air hangat untuk ku" ucap Jia Yun.
__ADS_1
"Anda ingin aroma apa yang mulia" tanya nuan nuan.
"Seperti biasa saja, setelah ini aku akan pergi ke ruang kerja" ucap Jia Yun.
"Baik yang mulia" ucap nuan nuan lalu pergi untuk menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan majikan nya ini.
Setelah selesai bersiap siap Jia Yun pergi ke ruang kerja Xuan Ming dan saat sampai di sana dia mendengar suara familiar, Jia Yun pun menghentikan langkah nya.
"Jia Yun, Bunuh dia" ucap orang yang berada di dalam sana.
Suara orang tersebut membuat Jia Yun merasa kalau suara orang tersebut sangat familiar. Dan dia pun merasa kalau suara orang itu sangat mirip dengan suara Xuan Ming.
Tapi dengan segera dia menepis hal buruk itu. Mana mungkin Xuan Ming akan melakukan hal buruk padanya? apalagi sampai membunuh nya? itu tidak mungkin kan? pikir Jia Yun.
"Nuan Nuan aku akan berjalan jalan sebentar, kalau Raja Ming bertanya kau bilang saja kalau aku keluar sebentar" ucap Jia Yun.
"Tapi yang mulia... anda ingin pergi kemana?" ucap Nuan nuan.
"Keluar... tenang lah hanya sebentar saja" ucap Jia Yun.
"Baik lah yang mulia" ucap nuan nuan.
__ADS_1
Jia Yun pergi berjalan jalan di hutan. Dulu di Kekaisaran Wu dia sangat suka pergi ke hutan, karena itu kaisar wu selalu melarang nya keluar istana.
Saat Jia Yun berada di hutan di melihat satu kelinci putih yang sangat lucu.
"Wahh, kelinci siapa ini? lucu sekali" ucap Jia Yun.
Saat Jia Yun ingin mengambil kelinci itu, kelinci itu melompat. Membuat Jia Yun pergi mengikuti kelinci tersebut, dan tiba di tepi jurang.
Saat Jia Yun lengah tiba tiba ada yang mendorong nya. Karena Jia Yun tidak siap dengan dorongan yang tiba tiba seperti itu dia terjatuh.
Saat dia ingin terjatuh tadi dia tidak sengaja menarik sebuah gelang yang di pakai orang yang mendorong nya tersebut. Dan sekilas saat dia melihat orang itu dia sangat terkejut.
Hati nya amat sakit saat dia melihat sekilas orang tersebut. Dia berdoa semoga yang dia lihat tadi salah. Sedangkan orang itu, dia langsung pergi setelah mendorong Jia Yun.
Saat ini orang itu berada di kediaman nya. Bawahan nya bingung kenapa tuan nya langsung pergi setelah mendorong Jia Yun? Kenapa tidak memastikan nya dulu, apa kah Jia Yun benar benar jatuh atau tidak?
"Tuan, kenapa anda langsung pergi begitu saja? Apa anda tidak memastikan nya dulu?" ucap Bawahan dari orang tersebut.
"Biarkan saja, Jika dia mati itu bagus. Tapi jika dia masih hidup maka dia beruntung" ucap orang tersebut.
"Baik tuan, bawahan ini sudah mengerti" ucap Bawahan orang tersebut lalu pergi.
__ADS_1
bersambung....