
Eps Sebelumnya....
Plak!! Terdengar suara tamparan yang sangat kencang. Bukan Jia Yun yang tertampar tapi Wu An Shu. pada saat Wu An Shu ingin menampar Jia Yun, Jia Yun langsung menangkap tangan Wu An Shu, kemudian menampar Wu An Shu dengan kencang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"heh, Hanya seorang istri pangeran berani menampar ku? Aku ingatkan kepada mu, jika suatu hari kau ingin menggunakan tangan mu untuk memukul atau menampar ku akan ku patahkan tangan mu ini. Mengerti?" ucap Jia yun dengan dingin lalu menghempas kasar tangan Wu An Shu.
Entah setan apa yang merasuki Wu An Shu, Wu An Shu benar benar tidak peduli dengan apapun, "Heh, Kau tidak lihat? seperti nya suami mu itu akan segera memiliki selir" ucap Wu An Shu dengan nada mengejek.
Plak!! Lagi lagi Wu An Shu di tampar oleh seseorang. orang itu bukan lah Jia Yun, Jiang Xue ataupun Xuan Ming, orang itu adalah permaisuri lin yang mendengar perkataan Wu An Shu.
//Flash Back On//
permaisuri lin sedang berada di paviliun nya bersama dengan kaisar mo.
"Yang Mulia" panggil permaisuri lin.
"hmm?" ucap kaisar mo yang berarti 'iya?'
__ADS_1
"Yang Mulia, aku ingin pergi mengunjungi Ming Wang Gong, boleh kan?" ucap permaisuri lin meminta izin.
"Ya sudah, jaga diri mu baik baik dan sampai kan salam ku kepada Xuan Ming dan Menantu" ucap Kaisar Mo.
Permaisuri lin dan Kaisar mo memang tidak mengetahui kalau Jiang Xue berada di Ming Wang Gong. Setelah permaisuri lin mendapatkan izin dari kaisar mo, permaisuri lin langsung pergi ke Ming Wang Gong. Sesampainya di Ming Wang Gong permaisuri lin pergi ke paviliun Xuan Ming. Di paviliun Xuan Ming, dia melihat ada Jia Yun, Xuan Ming, Jiang Xue dan Wu An Shu.
Permaisuri lin bingung kenapa Jiang Xue bisa berada di Ming Wang Gong. Permaisuri lin langsung menghampiri mereka sampai permaisuri lin mendengar perkataan Wu An Shu.
"Heh, Kau tidak lihat? seperti nya suami mu itu akan segera memiliki selir" ucap Wu An Shu dengan nada mengejek.
Permaisuri lin yang mendengar ini sangat marah, karena anak perempuan nya dipanggil selir oleh Wu An Shu. Jadi dengan segera dia langsung menampar Wu An Shu. Plak!!
Wu An Shu yang tertampar segera melihat siapa yang menampar nya. Wu An Shu terkejut "i... ibunda" ucap Wu An Shu.
Permaisuri Lin langsung berkata "Siapa ibunda mu? Aku tidak sudi mempunyai menantu seperti mu. Jika saja Chen tidak menikahi mu pasti sekarang kami lebih bahagia. dan satu hal lagi berani sekali kau mengatakan bahwa putri ku seorang selir? memang nya kau siapa? Kau tidak berhak menyebut Gong Zhu dari Kerajaan ini seorang selir" Ucap permaisuri lin dingin.
"Gong... Gong zhu?" Ucap Wu An Shu terkejut.
"Ya, dia adalah Putri bungsu ku dan Putri kesayangan ku" ucap permaisuri lin.
__ADS_1
"Dia adalah Gong Zhu? Adik yang paling disayangi oleh Xuan Ming?" batin Jia Yun.
"Sudah lah ibunda, kita tidak perlu mebuat keributan di Ming Wang Gong" ucap Jia Yun lembut. Permaisuri lin yang mendengar ucapan lembut Jia Yun pun luluh dan berkata "baiklah karena Jia Yun yang meminta. Aku akan mengampuni mu hari ini" ucap permaisuri lin pada Wu An Shu.
Dengan segera Jia Yun memasukkan sebuah kertas ke dalam hanfu Wu An Shu kertas itu bertuliskan peringatan dari Jia Yun "Ini hari terakhir aku mengampuni mu. Jika kau berani macam macam lain kali aku tidak akan mengampuni mu. ingat!! ini adalah peringatan terakhir" isi kertas itu.
Wu An Shu segera pergi dari Ming Wang Gong. Setelah Wu An Shu pergi Jia Yun, Xuan Ming dan Jiang Xue baru ingat untuk memberikan salam pada permaisuri lin. dengan segera mereka memberikan salam pada permaisuri lin.
"Salam Ibunda" ucap mereka bertiga serempak.
"Bangun lah" suruh permaisuri lin.
"baik lah ibunda, Jia Yun pamit ingin berganti Hanfu, Salam ibunda" ucap Jia Yun kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Xiao Xue, kenapa kau ada disini?" tanya permaisuri lin.
"Setelah pulang dari Perguruan, tentunya Xiao Xue akan pergi menemui Qi Ge" Ucap Jiang Xue.
"baiklah baiklah" ucap permaisuri lin.
__ADS_1
bersambung......