
“Aluna, benarkah anda yang ada di video ini? Kami membutuhkan penjelasan anda!” celetuk salah seorang wartawan di aula itu.
“Aluna, siapa laki- laki yang ada di dalam video ini? sepertinya bukan dari kalangan artis ataupun idola?” sahut wartawan yang lain. Aluna yang kini menjadi sasaran pertanyaan semakin tak mengerti atas apa yang terjadi. Mendapati hal itu, baik manajer Aluna maupun manajer Iko dengan segera menghampiri salah satu wartawan untuk mencari tahu. Beberapa saat kemudian kedua manajer itu tampak terkejut begitu mendapati wartawan yang memberitahukan isi tautan yang dikirim secara bersamaan itu kemudian hampir bersamaan menunjukkannya pada Aluna dan Iko. Kedua idola itu sontak terkejut, terlebih lagi Aluna. Gadis muda itu terperangah begitu sang manajer menunjukkan isi tautan itu padanya. Sebuah video asusila atas dirinya dan seorang laki- laki dengan durasi empat puluh lima menit. Laki- laki yang dengan sangat jelas terlihat wajahnya, tanpa ada cela sedikitpun. Laki- laki yang tak lain adalah Evan, sosok yang telah ia rebut dari Ega. Seketika pandangan Aluna tampak berkunang- kunang begitu mendapati dirinya sendiri dan Evan tengah melakukan perbuatan tak pantas di video tersebut. Tubuhnya seketika lemas hingga akhirnya ia limbung di hadapan puluhan wartawan yang dengan seketika menyalakan kilatan kameranya untuk mengabadikan momen tak terduga itu. Mendapati hal itu, Iko mengisyaratkan manajernya dan manajer Aluna untuk segera mengangkat tubuh lemah Aluna keluar aula, sementara dirinya berusaha menenangkan kegaduhan wartawan.
“Iko, berikan tanggapan anda mengenai video mengejutkan yang baru saja kami dapatkan secara bersamaan. Apakah anda mengetahui hal ini?” Wartawan dengan kemeja berwarna biru kembali bertanya. Kegaduhan semakin tak terkendali karena seluruh kuli tinta yang ada di ruangan itu mulai berspekulasi dengan pemikiran masing- masing.
“Mohon maaf. Saya hanya mengklarifikasi hal- hal yang berhubungan dengan saya secara langsung. Mengenai video yang entah dari mana baru saja anda semua dapatkan, tidak ada hubungannya dengan saya sama sekali. Jadi silakan anda meminta klarifikasi pada yang bersangkutan secara langsung,” pungkas Iko.
“Tapi apakah anda benar- benar tidak mengetahui semua itu?” wartawan lain kembali melontarkan pertanyaan, dan kali ini Iko benar- benar sudah tidak tahan.
“Saya tidak bisa memberikan tanggapan lebih jauh. Saya akhiri konferensi hari ini dan saya ucapkan terima kasih banyak atas kehadiran rekan- rekan sekalian,” tutup Iko sembari beranjak pergi meninggalkan aula. Suara wartawan kembali sahut menyahut memanggil dirinya untuk meminta keterangan, namun laki- laki itu memilih diam dan bergegas meninggalkan mereka dengan berbagai pertanyaan yang belum terjawab.
...***...
Gadis muda itu perlahan membuka matanya begitu sang manajer beruang kali mendekatkan aroma minyak kayu putih pada hidungnya. Kepala gadis itu terasa pening, sesekali mendesis karena merasa ada sesuatu yang amat berat di kepalanya.
__ADS_1
“Aluna, kamu sudah sadar?” tanya sang manajer itu kepada Aluna. Sebisanya gadis itu berusaha mengingat apa yang membuatnya tak sadarkan diri, dan seketika ia terhenyak begitu mampu mengingat sepenuhnya.
“Video itu, siapa yang berani merekam dan menyebarkannya? Siapa?!” teriak gadis itu pada sang manajer dengan panik dan penuh emosi. Napasnya terengah- engah, pikirannya kacau karena video tak senonoh itu tersebar secara bersamaan di kalangan wartawan langsung di hadapannya.
“Iko! Pasti Iko yang melakukan semua ini untuk menghancurkanku!” teriak gadis itu sembari beranjak keluar untuk mencari sosok Iko yang justru datang menghampirinya.
“Kau! Berani sekali kau melakukan ini padaku, Iko!” teriak gadis itu penuh emosi pada laki- laki yang ada di hadapannya sembari memukul tubuh Iko dengan sisa tenaga yang ia punya.
“Aku tidak melakukan apapun!” bentak Iko sembari menahan kedua lengan gadis yang tetap memukulinya itu.
“Lantas siapa, huh? Kau ingin membuktikan ancamanmu tadi pagi, kan? Sekarang kau puas, Iko? Kau puas telah menghancurkan aku?!”Teriak gadis itu parau. Air matanya berderai penuh kebencian.
“Dengar! Aku akan menuntutmu! Aku akan membuktikan semuanya dan aku akan menuntutmu! Ingat itu!” teriak gadis itu sembari mengacungkan telunjuknya pada Iko, lantas segera ditarik oleh manajernya mengingat situasi yang semakin tak terkendali. Sang manajer dan gadis itu lantas bergegas meninggalkan kantor agensi untuk bersembunyi dari kejaran para wartawan yang dapat dipastikan masih menunggu mereka di luar kantor. Sementara Iko yang masih berdiri tertinggal, terlihat berpikir mengenai siapa sosok yang telah menyebarkan video itu di kalangan wartawan.
“Bagaimana bisa video itu terekam dengan begitu jelas?” Siapa yang sengaja merekam dan dengan menyebarkannya?”
__ADS_1
...***...
Sementara dalam sebuah ruangan kecil berukuran tak kurang dari duapuluh lima meter persegi. Seorang perempuan tampak mengamati seorang laki- laki yang tengah menghadap layar computer dengan kode- kode rumit yang memenuhi hampir keseluruhan layar gelap itu. Sesekali perempuan itu meneguk secangkir cappuccino dalam genggamannya dan mencecap panas yang sedikit membakar lidahnya. Perempuan itu tampak sedikit tidak sabar sehingga berulang kali menghampiri laki- laki itu untuk memastikan apakah ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.
“Kupastikan semua pemburu berita sudah mendapatkan video itu, termasuk mereka yang sedang tidak hadir dalam konferensi pers itu,” tutur laki- laki berambut ikal itu penuh percaya diri.
“Apa kamu yakin?” perempuan itu berbisik meminta kepastian. Laki- laki itu mengangguk tegas, hingga membuat perempuan yang berdiri di belakangnya menyunggingkan senyum penuh kepuasan. Kembali diteguknya cappucinno itu, dan kini laki- laki yang duduk di hadapannya beranjak mengambil secangkir kopi hitam yang sedari tadi ia biarkan di atas meja.
“Jadi kamu mau tinggal di mana?” tawar perempuan itu.
“Satu unit apartemen di Madrid. Aku tak ingin lagi melewatkan pertandingan sepak bola setiap akhir pekan karena ocehanmu,” pungkas laki- laki itu yang seketika diiringi gelak tawa oleh perempuan yang ada di hadapannya.
“Deal! Akan aku urus semuanya," pungkas perempuan itu seraya menyunggingkan senyum di salah satu sudut bibirnya.
...****************...
__ADS_1
*To be continued!
PS: Jangan lupa like, tinggalkan jejak komentar dan vote bintang 5 jika suka ya readers, ulasan kalian sangat berarti bagi author untuk belajar lebih baik lagi, subscribe agar tak ketinggalan episode selanjutnya! Terima kasih 😘😘