Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola

Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola
BAB 32: KETOK PALU


__ADS_3

Beberapa bulan setelah kasus video asusila itu terkuak di dunia maya dan berita tanah air, Ega bersama dengan pengacara kepercayaan sang papa mengupayakan percepatan sidang perceraiannya bersama Evan. Tahap demi tahap persidangan dilalui oleh perempuan itu hingga menguras tenaga dan waktu. Bukti dugaan penganiayaan atas Evan terhadap Ega, serta video asusila Evan dan Aluna menjadi hal terkuat untuk mempercepat proses peradilan itu, hingga pada akhirnya hari ini perempuan itu menerima akta cerai setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan. Ketok palu hakim dan tepuk tangan riuh dari tim pengacara dan perwakilan anggota keluarga Ega menjadi saksi atas keputusan final status perkawinan antara Ega dan Evan. Perempuan itu melenggang penuh percaya diri keluar dari ruang sidang, sementara Evan yang duduk terpaku di kursi peradilan, menatapnya dengan penuh harap.


“Ega, tolong maafkan aku dan cabut tuntutan itu,” pinta laki- laki itu saat Ega melintas di hadapannya. Ega terhenti sejenak, menatapnya sesaat lalu memilih untuk meninggalkan laki- laki yang telah mengkhianatinya itu tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Laki- laki yang dulu sangat tampan, kharismatik, dan berwibawa, kini terlihat lusuh dan tak terawat. Tubuhnya terlihat membungkuk tak ada harapan karena setelah sidang perceraian dan peradilan atas kasus kekerasan dalam rumah tangga yang ia lakukan, laki- laki itu harus dihadapkan dengan ancaman hukuman lain yang menantinya terkait penggelapan dana perusahaan La Lemonada senilai 11,7 miliar. Hidup Evan kini benar- benar berada di ambang kehancuran atas perbuatannya sendiri.


Ega menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. Kembali ia membuka sebuah map cokelat yang sejak tadi ia bawa dari ruang sidang itu. AKTA CERAI. Tulisan itu yang ia tangkap pertama kali saat membuka isi map cokelat yang ia bawa. Seketika semua kenangan manis yang dulu ia lewati bersama Evan terputar kembali. Saat bagaimana ia pertama kali bertemu Evan di kampus, saat- saat bersama The Five Hunters mengerjakan proyek La Lemonada, kebersamaan manis setelah menikah, dan semuanya. Segala kenangan indah itu sirna manakala berkelebat di benak Ega mengenai video tak senonoh Evan bersama Aluna, idola muda yang bersembunyi di balik wajah polosnya. Seketika Ega menundukkan kepalanya di atas kemudi, meluapkan air mata yang kembali menetes begitu mengingat semuanya. Perempuan itu seakan tak percaya bahwa statusnya telah berubah menjadi janda di usianya yang terbilang masih muda.


“Welcome to a new life, Ega,” gumam perempuan itu lirih sembari menyeka air matanya. Perempuan itu tampak meyakinkan dirinya sendiri untuk menata hidupnya kembali tanpa menoleh ke belakang lagi. Semuanya sudah berakhir, dan kini ia akan memulai lembaran baru dalam kesendirian hidupnya. Ega tampak memasang sabuk pengaman bersiap meninggalkan area pengadilan agama itu, namun tiba- tiba sebuah panggilan masuk membuat ponsel pintarnya bergetar.


“Apa kamu baik- baik saja?” suara di seberang seketika menyahut begitu Ega mengangkat panggilan.


“Hm,” jawab Ega singkat.


“Kamu yakin? Aku akan mengantarmu ke manapun kamu mau jika kamu ingin meluapkan semua yang kamu rasakan saat ini,” pungkas suara laki- laki di seberang. Sambungan telepon itu hening sejenak sebelum kahirnya Ega kembali bersuara.


“Aku masih ingin sendiri, Ko. Beri aku waktu. Aku benar- benar tak ingin menemui siapapun untuk sementara waktu,” pinta Ega. Laki- laki itu terdengar menghela napas.


“Aku mengerti. Take your time, Ega. Hubungi aku sewaktu- waktu jika kamu memerlukan teman. Aku siap kapanpun kamu membutuhkannya,” ucapnya.

__ADS_1


“Iko …,” panggil perempuan itu lirih.


“Hm?” laki- laki di seberang menjawab singkat. Kembali sambungan telepon itu hening sesaat.


“Terima kasih sudah menguatkanku selama ini,” ucapnya. Laki- laki itu terdengar terkekeh kecil.


“Anytime,” pungkasnya singkat. “Sebentar lagi aku akan tampil. Tidakkah kamu ingin memberiku semangat?” pintanya kemudian. Perempuan itu tersenyum singkat.


“Lakukan yang terbaik, idola hebat!” tutur Ega menyemangati, sebelum akhirnya sambungan telepon itu ditutup.


...***...


“Semoga hanya kebahagiaan yang menghampirimu mulai hari ini dan seterusnya, Ga,” gumam laki- laki itu lirih sembari melangkah naik ke atas panggung. Setelah kabar burung yang sempat menurunkan pamornya beberapa waktu yang lalu, ditambah dengan kasus video Aluna, keadaan seakan berbalik. Para penggemar yang semula sempat mengirimkan hujatan dan ujaran kebencian padanya, kini  menghujat Aluna atas perbuatan menjijikkan yang ia lakukan. Hal itu membuat Aluna memblokir semua akun media sosial yang ia miliki, serta pemutusan kontrak secara sepihak pasca kejadian tersebut. Santer terdengar bahwa saat ini idola muda itu memutuskan untuk menghindari cercaan masyarakat dengan memilih tinggal bersama kakaknya di Australia. Hingga akhirnya agensi The Stars memutuskan Iko debut kembali sebagai penyanyi solo laki- laki dengan penampilan khas yang selalu membawa sebuah gitar cokelat, gitar pemberian Ega.


“Semuanya tangan di atas dan mari kita bernyanyi bersama!” pinta Iko pada seluruh penonton yang hadir dalam acara itu yang seketika diikuti saja oleh mereka.


“Sing!” teriaknya bersamaan petikan gitar yang ia mainkan.

__ADS_1


‘Bahkan bila pada akhirnya takdir tak berpihak kepadaku’


‘Ingatlah aku sebagai kenangan terindahmu’


‘Dan apabila suatu saat takdir membawa kita bertemu’


‘Kau harus tahu, ku masih mencintaimu.’


...****************...


To be continued!


PS: Halo readers kesayangan! Jangan lupa tinggalkan komentar positif, like, dan vote yaaa plis banget vote bintang 5 jika suka, karena vote kalian sangat berarti bagi author. Jangan lupa subscribe agar tak ketinggalan episode selanjutnya yaaa 🥳


Oh iya sambil nunggu author update episode selanjutnya, boleh banget baca cerita seru di bawah ini!!


__ADS_1


 


__ADS_2