
Pak Joseph terlihat mondar- mandir dengan ponsel pintar yang ia tempelkan pada daun telinganya. Sesekali ia mendengus kesal karena seseorang yang tengah dihubunginya tak juga menjawab panggilan itu.
“Ke mana dia sebenarnya?!” geram Pak Joseph sembari mengepalkan tangannya.
“Apakah kita perlu menyewa jasa pengacara untuknya, Pak?” tawar salah satu staff yang tergabung dalam ruang rapat itu. Iko yang sedari tadi mengamati pimpinannya yang kembali emosi, hanya bisa menghela napas.
“Pengacara? Untuk apa menyewakan pengacara? Apakah dia ingin mengatakan bahwa sosok dalam video itu bukan dirinya? Tidak mungkin! Video itu terlalu jelas bahkan sekalipun mata rabun yang melihatnya, mereka akan tahu bahwa itu Aluna!” Pak Joseph semakin emosi.
“Aku tidak percaya di balik kepolosan gadis itu ternyata dia begitu liar! Dan siapa itu yang menjadi lawan mainnya? Dia bukan dari kalangan artis, kan? Aish, Aluna benar- benar gila!” laki- laki tambun itu kembali meracau.
“Laki- laki itu …,” Iko menyahut namun seketika menghentikan ucapannya begitu melihat sekelebat bayangan Ega melintas di depan pintu kaca ruang rapat itu.
“Kau mengenali laki- laki itu?” tanya Pak Joseph.
“Ah, uhm, tidak. Maaf Pak Joseph saya tidak bisa mengikuti rapat ini. Apapun keputusannya akan saya pertimbangkan nanti,” tutur Iko sembari bergegas meninggalkan ruang rapat itu dengan setengah berlari.
“Mau ke mana kamu Iko?! Hei!!” teriak Pak Joseph berusaha menghentikan laki- laki itu, namun gagal. “Argh! Laki- laki itu selalu saja semaunya sendiri! Kalau saja dia tidak berpotensi, aku tidak mau mempertahankannya!” racau Pak Joseph melampiaskan kekesalannya.
__ADS_1
Sementara Iko tampak berlari menyusuri lorong kantor agensi The Stars, berharap menemukan sosok Ega yang baru saja dilihatnya. Laki- laki itu melempar pandangan ke segala arah, namun nihil. Ia tak menemukan Ega di sudut manapun.
“Ega, kamu di mana?” gumamnya sembari tetap berjalan keluar area kantor, hingga ia dapati mobil Ega yang berlalu membelah jalan raya. Tanpa pikir panjang Iko bergegas menuju mobilnya dan dengan sigap mobil yang dikendarainya turut membelah jalan, mencoba mengejar Ega yang telah berjarak cukup jauh dengannya. “Apakah kamu juga sudah menyaksikan video itu?” gumam Iko lirih sembari tetap berfokus pada keberadaan mobil Ega yang berjarak beberapa puluh meter di depannya. Laki- laki itu mengekor di belakang sampai pada akhirnya mobil yang dikendarai Ega berbelok pada sebuah kafe rooftop tempat di mana perempuan itu biasa menghabiskan waktunya. Iko bergegas mengenakan topi dan masker untuk menyembunyikan identitasnya, mengambil tempat duduk sedikit jauh dari perempuan yang sedari tadi dibuntutinya namun dapat dipastikan laki- laki itu masih bisa melihat Ega dari kejauhan. Perempuan itu terlihat biasa saja, namun Iko benar- benar dapat menangkap kekosongan pada raut wajahnya. Tak menyerah begitu saja, laki- laki itu berupaya keras untuk mengembalikan senyum sahabat yang amat dicintainya itu. Dengan bergegas laki- laki itu memanggil salah satu karyawan kafe dan memesankan sepotong cheese cake, menambahkan sebuah catatan kecil untuk diberikan padanya.
“Tolong berikan pada seorang perempuan yang duduk di sana. Berikan ini setelah saya pergi,” tutur laki- laki itu sembari meninggalkan area kafe. Dalam hati, laki- laki itu ingin sekali berada di dekat Ega untuk menghiburnya, namun ia begitu memahami bahwa saat ini perempuan itu sedang ingin sendiri.
...***...
“Permisi, Kak. Ada yang memesankan ini untuk anda, selamat menikmati,” ucap pelayan kafe itu ramah sembari menyerahkan sepotong cheese cake lengkap dengan catatan kecil. “Tersenyumlah karena kamu kuat,” bunyi pesan singkat itu dilengkapi dengan gambar wajah yang tersenyum.
“Orangnya sudah pergi, Kak. Dia memakai masker dan topi berwarna biru,” tutupnya. Mendapati ciri- ciri itu, Ega seketika melemparkan pandangan untuk menemukan sosoknya, namun tak dapat ia temukan. Pelayan kafe itu lantas meninggalkan Ega setelah mempersilakannya menikmati menu yang telah siap di hadapannya.
Setelah menikmati semua menu yang telah ia pesan beserta cheese cake yang ia terima, perempuan itu bergegas meninggalkan area kafe, namun ia kembali dikejutkan oleh seorang penjual bunga jalanan yang mendatanginya sembari menyerahkan tiga tangkai mawar berwarna merah, lengkap dengan secarik kertas berisi pesan singkat yang sama persis dengan yang ia terima sebelumnya. Perempuan itu menghela napas berat. “Cukup, ya.” Gumamnya sembari bergegas mengemudikan mobilnya kembali. Ia tahu siapa yang harus ia temui setelah menerima semua hadiah itu. Dengan hati- hati Ega kembali mengemudikan mobilnya, mengurai kemacetan dan melesat sedikit jauh dari pusat kota, menuju tempat di mana si pemberi hadiah itu berada.
“Mengapa kamu membuntutiku?” sergah Ega setelah membuka pintu studio itu sedikit kesal, dengan tiga tangkai mawar merah dalam genggamannya.
“E …, Ega.” Iko sedikit gelagapan karena tak menyangka Ega yang ia pikir sedang ingin menikmati waktunya sendiri justru datang menghampirinya. Laki- laki itu terhenyak dari rebahnya di atas sofa lantas berjalan mendekat.
__ADS_1
“Mengapa, Ko?” perempuan itu mengulangi pertanyaannya.
“Aku hanya ingin melihat senyum indah di wajahmu kembali, Ega.” Ungkapnya penuh ketulusan. Perempuan itu terdiam lantas menghela napas.
“Aku sangat mengerti bagaimana diriku. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku secara berlebihan seperti itu,”-
“Tolong jangan pernah melihat video yang tengah beredar itu,” sela Iko kemudian, yang justru membuat air mata Ega menitik dengan sendirinya. Perempuan itu lantas tertunduk berusaha menyembunyikan tangisnya.
“Jangan katakan bahwa kamu sudah melihatnya, Ega,” ujar Iko sembari menengadahkan wajah Ega yang tertunduk sehingga membuat tangis perempuan itu terlihat semakin jelas. Entah mengapa Ega selalu, dan selalu lemah ketika berada di hadapan Iko, setegar apapun ia sebelumnya. Laki- laki itu menyeka air mata Ega dengan penuh kelembutan.
“Apakah aku terlihat begitu menyedihkan, Ko?” tangis perempuan itu kembali pecah hingga membuat Iko seketika merengkuhnya, berusaha menenangkan agar air mata itu terhenti.
...****************...
To be continued!
PS: Halo readers kesayangan! Setelah membaca mohon tinggalkan jejak komentar positif, like, dan pliiiis banget vote bintang 5 ya untuk mendukung karya author, ulasan kalian sangat berarti untuk perkembangan karya author menjadi lebih baik lagi. Jangan lupa subscribe agar tak ketinggalan episode karena author up setiap hari. Terima kasih 🙏🥰
__ADS_1