Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola

Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola
BAB 46: MENIKAH?!


__ADS_3

Perempuan bermata cokelat itu mendengarai mobilnya dengan hati- hati. Bingkisan yang ternyata berisi sebuah ancaman yang ia dapatkan tadi pagi di kantor membuatnya sulit berkonsentrasi. Beberapa kali mobil yang dikemudikannya hampir bersinggungan dengan kendaraan lain karena pikirannya yang terpecah. Perlahan perempuan bermata cokelat itu menepikan mobilnya begitu sampai di depan rumah, namun seketika ia terkejut mendapati pagar rumahnya terbuka dan mobil sang ayah sudah terparkir di garasi. Di depan rumahnya tampak dua orang laki- laki tengah memasang kaca jendela, satu orang lagi tampak membersihkan kepingan kaca yang berserakan di lantai. ‘Lagi?!’ pikir Ega yang kini semakin khawatir karena ia mendapatkan teror sebanyak tiga kali dalam waktu kurang dari satu hari.


“Papa?” sapa perempuan itu begitu mendapati ayahnya tampak mengawasi pekerja dari balik pintu. Raut wajah sang ayah yang tampak tegang karena menahan amarah, menatap Ega dengan tatapan yang tegas. Tatapan yang selalu membuat nyali Ega menciut sejak dulu, bukan karena sang ayah adalah sosok yang penuh amarah, melainkan karena ketegasannya yang membuat siapapun yang di hadapannya merasa segan.


“Kamu sudah datang? Papa ingin bicara sama kamu,” tegas laki- laki paruh baya itu sembari berjalan menuju ruang tengah yang segera diikuti oleh Ega.


“Duduk,” titahnya. Perempuan itu seketika duduk tanpa perlawanan, menundukkan pandangan karena takut.


“Siapa Iko? Apa hubunganmu dengannya?” tanya laki-laki itu sembari menunjukkan sebuah botol berisi pesan ancaman yang hampir sama dengan yang telah Ega terima sebelumnya. Manik mata perempuan itu melebar begitu mendapati secarik kertas yang disodorkan sang ayah hingga seketika membuat Ega gelagapan. Perempuan itu tertunduk tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Jangan bilang ini Iko penyanyi terkenal itu?” Laki- laki itu mencoba menerka.


“Dia …,” Ega tak mampu melanjutkan perkataannya. Suasana hening sejenak, penuh ketegangan.


“Jadi benar, Iko yang dimaksud adalah Iko penyanyi itu?” Laki- laki itu beranjak dari duduknya.


“Pa aku bisa jelasin …,” kata perempuan itu sedikit terbata.


“Oh tentu. Tentu kamu harus memberi penjelasan papa atas kekacauan ini, Ega. Sejak semalam kejadian ini terekam di kamera pengintai, dan siang ini kembali terulang. Apa kamu menjalin hubungan dengan penyanyi itu?” desak sang ayah menuntut penjelasan pada anak perempuannya yang sedari tadi mematung tanpa kata. Bibirnya kelu, ia tak mampu mengeluarkan kata- kata yang sudah pasti akan memancing amarah ayahnya.


“Jawab Papa, Ega!” tegas laki- laki itu yang seketika membuat Ega terhenyak.


“I …, Iya, Pa,” pungkas Ega terbata yang seketika membuat sang ayah menghela napas panjang.


“Astaga, Ega! Sudah berapa kali Papa ingatkan sama kamu, kamu bisa menjalin hubungan dengan siapa saja, tapi tidak dengan seorang publik figur!” ketus sang ayah yang tampak kecewa atas sikap yang diambil oleh putrinya.


“Tapi kenapa, Pa? Kenapa Papa melarangku menjalin hubungan dengan publik figur? Apa salahnya?”


“Ini salahnya! Kamu lihat sendiri, ‘kan? Hidupmu tidak tenang! Teror sana sini, Ga! Kamu mau hidup seperti ini?” tegas sang ayah sembari menunjukkan kekacauan yang kembali terjadi di rumah itu. Perempuan bermata cokelat itu kembali terdiam. Ia tak mampu lagi mendebat sang ayah yang tampak geram atas teror yang menimpa anaknya.

__ADS_1


“Banyak perempuan yang menyukai laki- laki itu. Sayangnya, banyak pula dari mereka yang ingin memilikinya secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan pribadinya. Menjalin hubungan dengan publik figur itu sulit, Ega. Kamu akan banyak berkorban di dalamnya. Papa tidak mau kamu menderita untuk yang kedua kali,” jelas sang ayah sembari memegang pundak sang anak yang masih terpaku tanpa suara.


“Lihat Papa,” pinta laki- laki itu yang seketika membuat Ega memberanikan diri untuk menatap matanya.


Air mata perempuan itu hampir jatuh karena gejolak di dalam dadanya.


“Apa kamu benar- benar mencintainya? Atau hanya sekedar mengisi kekosongan hatimu saja?” tanya laki- laki itu.


“Aku …-,”


“Papa minta hentikan semuanya sekarang juga. Papa akan mencarikan laki- laki yang tepat untukmu jika kamu memang menginginkan untuk mengakhiri kesendirianmu. Tapi Papa mohon, jangan dengan dia.” Seketika perempuan itu terkesiap mendengar permintaan sang ayah agar ia segera mengakhiri hubungannya dengan Iko.


“Papa, Aku …,” Ega tak mampu lagi berkata- kata. Air matanya mengalir perlahan membasahi pipi. Maksud hati ingin meneriakkan bahwa ia berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri, namun wibawa dan ketegasan sang ayah membuat nyalinya menciut.


“Pikirkan baik- baik perkataan Papa,” pungkas laki- laki paruh baya itu sembari meninggalkan Ega yang masih termangu. Perempuan itu tak tahu lagi harus berbuat apa. Ia harus menceritakan semuanya pada Iko, malam ini juga.


Malam menjelang, Ega segera bergegas melesatkan mobilnya menuju tempat di mana Iko berada. Malam ini, laki- laki itu tengah mengerjakan aransemen lagu barunya di studio dan Ega memutuskan untuk datang menemuinya di sana, karena tempat itu adalah tempat yang ia anggap paling aman bagi mereka berdua untuk bertemu. Derap langkahnya sedikit tergesa begitu ia sampai di lokasi studio itu, dan benar saja, laki- laki itu telah ada di sana, tampak sibuk mengerjakan aransemen lagu barunya.


“Kamu sudah datang?” sapa laki- laki itu sembari bergegas menghampiri perempuan cantik yang berdiri di depan pintu, lantas memberinya satu pelukan hangat. Tak seperti biasanya, kali ini Ega membalas pelukan itu dengan sangat erat.


“Aku tahu kamu pasti merindukanku, ‘kan?” tanya laki- laki itu sembari membelai lembut rambut indah Ega, namun kemudian ia segera melepaskan pelukan itu begitu mendengar isak tangis lirih dari perempuan yang ada di hadapannya.


“Hei,” panggil laki- laki itu lembut.


“Kamu kenapa?” tanya laki- laki itu begitu mendapati perempuan yang ada di hadapannya berlinang air mata. Disekanya air mata itu lantas Iko mencoba mengunci pandangan Ega lekat- lekat.


“Ega, katakan padaku apa yang terjadi? Mengapa kamu menangis?” ulang laki- laki itu. Perempuan itu lantas merogoh tas kulit berwarna cokelat yang sedari tadi mengalung di pundaknya, mengeluarkan tiga lembar catatan kecil yang kesemuanya berisi pesan ancaman yang ia dapatkan hari ini dan menyerahkannya pada Iko. Laki- laki itu seketika terkejut begitu membaca isi pesan ancaman itu.


“Siapa yang melakukan semua ini?!” sergah laki- laki itu. Matanya memerah tersulut amarah mendapati perempuan yang dicintainya terancam.

__ADS_1


“Entahlah. Dia menggangguku sejak dini hari,” pungkas Ega pada laki- laki itu.


“Bagaimana denganmu? Apakah kamu terluka?” perempuan itu menggeleng.


“Aku hanya sedikit takut, Ko,” tutur perempuan itu yang seketika membuat Iko merengkuhnya kembali.


“Aku akan mencari tahu siapa yang mengirimkan ini. Kupastikan dia akan mendapatkan balasannya,” geram laki- laki itu.


“Mungkin dia penggemarmu yang tak suka dengan hubungan kita, Ko. Dia pasti mengikutimu kemanapun tanpa kamu sadari sehingga dia juga mengetahui keberadaanku,” pungkasnya. Laki- laki itu menghela napas, lantas meraih kedua tangan lembut Ega dan menatapnya lekat. Keduanya terdiam sesaat, saling tatap tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


“Ega, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi padamu,” kata- kata itu terputus. Hening. Perempuan itu  mematung menunggu apa yang hendak dikatakan oleh laki- laki yang ada di hadapannya.


“Ega-,”


“Ijinkan aku untuk selalu berada di sisimu. Aku ingin melindungimu setiap waktu dari ancaman seperti ini. Aku ingin seluruh dunia tahu bahwa kamu milikku, agar tak ada lagi yang berani mengganggumu."


Keheningan kembali menyapa keduanya.


“Marry me, Ega.” Pinta laki- laki itu. Bola matanya tampak sedikit bergerak- gerak penuh harap. “Menikahlah denganku dan aku akan menjadi pelindungmu.”


“Menikah?!” perempuan itu terperanjat seketika mendengar kata- kata itu. Kata- kata yang terdengar manis bagi semua perempuan, namun menakutkan untuknya.


...****************...


Halooo readers kesayangan! Seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak komentar positif, like, dan plissss banget kasih ulasan bintang 5 jika suka ceritanya ya, terima kasih! 🙏


Oh ya, sambil nunggu author update episode baru, bisa banget baca karya menarik di bawah ini!


__ADS_1


__ADS_2