
Dua sahabat itu masih mematung. Iko masih menunggu jawaban apa yang akan terucap dari mulut perempuan yang tengah berdiri di hadapannya.
“Aku tidak bisa, Ko.” Perempuan itu menjawab singkat. Seketika jantung Iko membeku mendengar jawaban itu. Jawaban yang masih tetap sama seperti dulu.
“Kenapa, Ga? Kenapa begitu sulit bagimu untuk membuka hati padaku? Sebegitu tak menariknya kah aku di matamu?”
“Bukan begitu, Ko.”
“Lantas kenapa?”
Keduanya kembali terdiam. Perempuan itu tampak kesulitan mengatur irama napas, entah apa penyebabnya.
“Kau tahu? Tidak mudah bagiku untuk membuka hati kembali setelah semua yang terjadi padaku. Aku terlalu takut untuk memulainya lagi.”
Laki- laki itu tersenyum getir.
“Dulu Evan mendahuluiku untuk mendapatkan cintamu. Sekarang, dia juga yang membuatmu tak mau membuka hati lagi untukku. Sial sekali nasibku harus berhadapan dengan laki- laki bedebah itu.”
Perempuan itu hanya tertunduk. Senyumnya getir mengingat semua kejadian yang telah menimpa kehidupan rumah tangganya.
“Aku hanyalah seorang perempuan yang gagal dalam mempertahankan rumah tangga. Suamiku pergi dengan wanita lain, dan bodohnya aku tak mengetahuinya.”
Ega kembali menghela napas dalam, membuangnya ke langit, sebelum akhirnya kembali menatap lekat mata laki- laki itu.
“Apa yang kamu harapkan dari seorang janda sepertiku, Iko? Kamu bahkan bisa mengencani dua atau tiga perempuan cantik sekaligus dengan popularitas yang kamu miliki saat ini.”
__ADS_1
“Aku bisa saja melakukannya jika aku mau. Tapi aku bukan Evan, Ga. Aku bukan Evan yang mampu melakukan hal seperti itu.”
Keduanya kembali dibungkam keheningan. Bola mata itu saling beradu, tanpa kata.
“Perasaanku berhenti di kamu, Ga. Aku tak bisa mencintai perempuan lain selain kamu. Sejak dulu, bahkan sampai saat ini. Aku tak pernah mampu membuka hatiku untuk perempuan lain, bahkan saat aku menerima kenyataan bahwa kamu sudah memiliki pendamping hidup.”
Ega hanya terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
“Bagaimana lagi aku harus membuktikan perasaanku tulus padamu, Ega?”
Perempuan itu hanya terdiam menatap laki laki yang perlahan berjalan mendekatinya, lantas meraih kedua telapak tangannya.
“Ijinkan aku mencintaimu, Ega. Untuk kesekian kalinya aku memintamu.”
Bola mata cokelat itu kini berkaca- kaca. Tersirat jelas ketakutan akan kegagalan di masa lalu kembali membayanginya.
Perempuan itu tak mampu lagi melanjutkan ucapannya. Air matanya berderai. Dengan jelas laki- laki itu mampu melihat ketakutan di binar matanya yang terlihat semakin nyata.
“Percayalah padaku. Aku akan menjadi pelindungmu,” ucap laki- laki itu meyakinkan. Jemari panjangnya menepis air mata Ega yang semakin berlinang. Perempuan itu memejamkan mata menahan apa yang terasa sesak di dalam dadanya.
“Ini bukan tentang aku, Iko. Ini tentang kamu. Akan sulit bagimu jika bersamaku,” ucap perempuan itu dengan isak tangisnya yang setengah tertahan.
“Aku tak peduli, Ga. Aku tak peduli jika aku harus kehilangan apa pun. Selama bukan kehilangan kamu.”
Perempuan itu tak mampu memberikan jawaban. Laki- laki itu kembali menatapnya lekat- lekat, lantas perlahan mendaratkan kecupan pada bibir merah perempuan yang masih berlinang air mata di hadapannya. Keduanya terlarut dalam perasaan yang selama ini selalu terhalang keadaan. Iko lantas merengkuh tubuh perempuan yang masih berbalut gaun itu, mendekapnya penuh kehangatan.
__ADS_1
“Aku mencintaimu, Ega. Aku berjanji akan selalu melindungimu.”
Perempuan itu semakin terisak dalam pelukan Iko selama beberapa saat.
“Bisakah aku meminta satu hal padamu, Iko?”
Pertanyaan itu seketika membuat Iko melepaskan dekapannya lantas kembali menatap Ega lekat- lekat.
“Apapun,”
“Aku tak mau orang lain tahu tentang hubungan ini.”
“Apa?”
Laki- laki itu sedikit terkejut.
“Tapi kenapa, Ga? Kenapa harus bersembunyi?”
“Aku tak ingin kehadiranku mengganggu jalan karirmu.”
“Ega, sudah kukatakan aku tak peduli tentang hal itu,-
“Bisa ‘kan?” Ega menyela perkataan Iko yang belum selesai ia ucapkan. Seolah laki- laki itu Ingin berontak, meneriakkan ke seluruh dunia bahwa perempuan yang ada di hadapannya saat ini telah menerima cintanya, namun laki- laki itu tak tahu harus berbuat apa.
...****************...
__ADS_1
Halo readers kesayangan, seperti biasa jangan lupa tinggalkan jejak komentar positif, like, dan subscribe yaaa supaya tidak ketinggalan episode selanjutnya! Mohon berikan ulasan bintang 5 jika suka ceritanya,
Terima kasih sudah mampir membaca karya author dan jangan lewatkan episode selanjutnya! 😘😘