Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola

Pembalasan Istri CEO Dan Sang Idola
BAB 47: TRAUMA


__ADS_3

"Aku tidak bisa, Ko!"


Perempuan itu perlahan melepas genggaman tangan Iko dan memundurkan langkahnya beberapa jengkal begitu mendengar kata pernikahan. Seketika ia teringat kembali bayang- bayang pengkhianatan yang dilakukan oleh mantan suaminya. Rangkaian bunga mawar, cincin bermata biru, tamparan keras laki- laki itu, dan semua pedih yang pernah ia rasakan seolah kembali menghujam jantungnya hingga tenggorokannya merasa tercekat. Tanpa disadari bulir air mata jatuh melambat membasahi pipinya.


“Ega …,” panggil Iko berusaha meyakinkan perempuan yang ada di hadapannya, namun perempuan itu justru berlari meninggalkan studio dengan berlinang air mata.


“Ega tunggu!” teriak laki- laki itu berusaha menghentikan langkahnya, namun perempuan itu justru bergegas masuk ke dalam mobil, melesatkannya ke jalan meninggalkan studio. Iko yang kini panik turut melesatkan mobilnya mengejar perempuan itu.


“Oh, sial! Mengapa kamu begitu ceroboh, Iko!” Laki- laki itu mengutuk dirinya sendiri atas perkataan yang belum lama ia lontarkan pada Ega. Tanpa ia sangka, ternyata perempuan itu masih menyimpan luka trauma atas kegagalan pernikahan pertamanya. Mata laki- laki itu tetap awas mengamati Ega yang mengemudikan mobilnya semakin kencang, namun ia tak mampu menyalipnya karena kondisi jalan yang masih cukup padat.


...***...


Perempuan itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rasa sakit yang pernah ia alami kembali menghampiri. Kenangan buruk mengenai mantan suaminya itu terus bermunculan, bagaikan slide film yang diputar cepat. Kenangan- kenangan itu seketika berganti dengan perkataan sang ayah yang memintanya untuk segera mengakhiri hubungan dengan Iko.


“Kamu akan banyak berkorban di dalamnya, Ega! Tinggalkan dia sekarang juga! Kamu boleh menjalin hubungan dengan siapapun, asal jangan dengan publik figur! Papa tidak ingin kamu terluka untuk yang kedua kali!”

__ADS_1


Suara- suara itu terus berdengung secara bergantian hingga membuat  kepalanya terasa begitu berat dan dadanya semakin sesak.


“Bagaimana jika aku gagal lagi? Bagaimana jika pada akhirnya Iko meninggalkanku? Bagaimana jika ia memilih perempuan lain selain aku?” Kekhawatiran demi kekhawatiran itu terus saja bermunculan mengganggu pikirannya, hingga membuatnya semakin panik dan serta merta menambah kecepatan laju mobilnya. Dalam kekalutan fikirannya itu, tiba- tiba seseorang dengan mengendarai sepeda motor tampak melemparkan sesuatu tepat di depan kaca kemudinya hingga membuat perempuan itu terkejut. Seketika ia menyemprotkan cairan pembersih dan menyalakan wipers, namun naas yang terjadi justru kaca itu memutih dan berbusa hingga benar- benar menutupi seluruh pandangannya. Kepanikan perempuan itu semakin tak terkendali hingga pada akhirnya ia membanting kemudi ke arah kanan dan ia rasakan bagian depan mobilnya menghantam benda yang sangat keras. Guncangan cukup hebat dirasakan oleh perempun itu sampai seketika pandangannya terasa gelap, tak mampu melihat apa apa lagi.


“Astaga, Ega!!” pekik laki- laki itu begitu mendapati mobil yang ia kejar membentur pembatas jalan begitu keras setelah terlihat seseorang melemparkan sesuatu pada bagian kaca kemudi. Dengan segera laki- laki itu menepikan mobilnya untuk memastikan keadaan Ega yang masih terjebak di dalam mobil itu. Sekilas laki- laki itu sempat melihat plat nomor kendaraan bermotor yang ditumpangi pelaku pelemparan itu, kemudian ia bergegas menghampiri Ega. Bagian depan mobil itu mengalami kerusakan cukup parah, dan hal itu semakin membuat Iko khawatir akan kondisi perempuan yang ada di dalamnya. Kepanikannya semakin memuncak begitu mendapati sosok perempuan yang masih terjebak di kursi kemudi kini bersimbah darah.


“Ya Tuhan, Ega!”pekik laki- laki itu panik sembari berusaha membuka pintu mobil yang ringsek. Beberapa orang yang menjadi saksi mata atas kejadian itu tampak berkerumun berusaha memberikan bantuan.


“Siapapun tolong hubungi ambulans dan kepolisian!” titah laki- laki itu ke sembarang orang karena darah segar terus mengalir dari hidung dan telinga perempuan itu.


...***...


“Iko …,” rintihnya pelan begitu merasakan seseorang perlahan menopang kepalanya.


“Aku disini, Sayang. Tenaga medis akan segera datang. Kumohon bertahanlah untukku,” bisik laki- laki itu dengan suara yang bergetar. Sebisa mungkin perempuan itu berusaha membuka matanya, dan samar- samar ia lihat bayangan Iko yang tengah berlinang air mata terus menyeka cairan pekat yang masih mengalir dari hidungnya.

__ADS_1


“Bertahanlah! Kumohon bertahanlah!” suara itu yang dapat ia dengar untuk terakhir kali sebelum akhirnya semua kembali gelap dan perempuan itu tak mampu merasakan apa-apa lagi.


...****************...


Halo, readers yang baiik! Terima kasih sudah mengikuti alur ceritanya sampai episode ini, jangan lupa tinggalkan jejak komentar positif, like, dan beri ulasan bintang 5 jika suka ya!


Oh ya, sambil menunggu author update bab baru, author ada rekomendasi cerita yang seru nih! Wajib banget masuk daftar favorit!


 



 


 

__ADS_1


 


__ADS_2