Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 10. Suku Elang


__ADS_3

3 hari setelah Warphan, Nial, Khar, Azuna, Doglor, Bullan, dan Powerbull melarikan diri dari kejaran pasukan Tigerly.


Diwilayah Suku Harimau, perayaan tahunan sudah selesai di selenggarakan. Walaupun suku yang merayakan adalah para pengkhianat, mereka tetap merayakan itu secara besar-besaran, sekaligus merayakan keberhasilan mereka dalam membantai Helion dan sebagian besar Suku Singa.


Didalam ruangan


Tigerly berkata, "perayaan sudah usai. Liger, panggil 3 anak kita agar menghadap padaku sekarang. Ada hal penting yang mau kubahas dengan mereka bertiga."


Liger menuruti perintah Tigerly, "baik suamiku sayang."


Liger lalu pergi meninggalkan ruangan untuk mencari ketiga anaknya.


Tak lama berselang, Wolfbang dan Leopard masuk dan menemui Tigerly yang sedang duduk bersantai.


Wolfbang melapor, "maaf, Tigerly. Kami gagal menangkap mereka. kita kehilangan jejak mereka."


Tigerly langsung membentak, "dasar tolol. Kenapa kalian tidak bisa menangkap 7 orang yang kabur, bukankah pasukan suku mu sangat banyak?"


sambil berdiri dari kursinya dan memukul meja dengan keras.


Leopard berpikir sejenak, "mereka pasti punya jalan rahasia, Tigerly."


Tigerly lalu berkata, "aku tidak peduli mereka punya jalan rahasia atau tidak. Tapi jika mereka berhasil mendapatkan simpati suku lain, itu akan menjadi bencana buat kita."


Wolfbang berusaha menenangkan Tigerly, "saya siap mengerahkan semua pasukan dari suku saya untuk memberantas suku-suku lain, Tigerly."


Tigerly kemudian berkata, "sepertinya kita harus mempercepat rencana yang sudah kita sepakati. Kalian berdua pergilah dan tetap cari kabar ketujuh orang tersebut. Aku akan memanggil kalian ketika waktunya tiba. Hahahaha." tertawa misterius.


Leopard dan Wolfbang saling berpandangan dan tersenyum licik. Lalu keduanya pun meninggalkan ruangan tersebut.


POV Suku Elang


di wilayah pegunungan, berdiri sebuah istana megah dan dikelilingi oleh barak-barak pasukan. Dan di 4 penjuru mata angin yaitu timur, barat, utara, dan selatan, berdiri tower yang di jaga oleh masing-masing tower terdiri dari 3 orang penjaga.

__ADS_1


Digerbang Istana, ada 2 pasukan yang bertugas menjaga pintu gerbang.


Penjaga A bertanya pada rekannya, "apakah kau sudah mendengar kabar?


Pimpinan suku kita mabuk-mabukan tanpa henti dari pagi. Entah apa yang membuat Pimpinan Suku seperti itu."


Penjaga B menebak, "mungkin karena di tolak lagi sama wanita. Hahaha."


Penjaga A berbisik, "sssstttt. Jangan sembarangan bicara, kau dihukum nanti. Kau belum pernah tahu cara Pimpinan suku memberi hukuman kepada orang. Kau masih baru disini. Jadi jaga bicaramu, kalau kau mau berumur panjang."


Penjaga B lalu merayu, "jangan terus marah, senior. Memangnya bagaimana cara hukuman yang diberikan Pimpinan Suku?"


Penjaga A lalu bercerita, "dengar baik-baik. Dulu Pimpinan Suku mempunyai istri yang sangat cantik dan baik. Nyonya tersebut sering keluar istana untuk melihat kehidupan pasukan dan penduduknya. Beliau juga sering membantu penduduk suku kita. pokoknya, beliau bagaikan cerminan bidadari. Sampai pada saat peristiwa buruk itu terjadi."


Penjaga B penasaran, "peristiwa apa?"


Penjaga A lalu kembali bercerita, "istri Pimpinan Suku berangkat hendak berjalan-jalan mencari bunga-bunga untuk koleksi hiasan di istana. Beliau hanya ditemani oleh 2 dayang-dayang. Naas, pada saat mereka bertiga dihutan, mereka bertemu dengan pangeran Suku Ular, Mamba dan pasukannya berjumlah 10 orang. mereka mencoba menculik istri pimpinan Suku dan 2 dayang-dayang tersebut. Lalu istri pimpinan suku menyuruh 1 dayang-dayangnya kabur untuk mencari bantuan. Dayang-dayang itu berhasil sampai disini dan melaporkan kejadian itu kepada pimpinan Suku. Pimpinan Suku yang murka langsung mengerahkan pasukannya untuk mencari tahu keberadaan istri dan dayang-dayangnya. dan Pimpinan suku langsung mengerahkan 3 penjaga langitnya untuk mencari Mamba dan pasukannya. Malam harinya sang istri dan dayangnya ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tewas keracunan. Melihat itu Pimpinan Suku semakin murka, dan tak butuh waktu lama, sebelum matahari terbit, Mamba dan pasukannya ditangkap dan dibawa ke wilayah ini, sebelum mereka melarikan diri ke wilayahnya. Pimpinan suku lalu menyuruh pasukannya menelanjangi Mamba dan pasukannya, lalu di ikat pada tiang sepanjang hari. Pimpinan suku menyuruh pasukannya menyiksa Mamba dan pasukannya secara brutal dan perlahan. Agar mereka merasakan kesakitan dan tidak langsung mati. Akhirnya 2 hari kemudian, Mamba dan pasukannya pun mati dengan kondisi wajah sampai kaki tercabik-cabik dan kehabisan darah.


setelah itu, suku Ular hendak membalas dendam tapi akhinya mundur perlahan, karena mereka sadar, Pimpinan Suku sangat kuat. sejak itu Pimpinan Suku sering mengurung diri di istananya."


Penjaga A kemudian mengingatkan, "makanya pakai otakmu kalau berbicara."


Penjaga B dengan malas menjawab, "iyaiya. Aku tahu, senior."


Sementara itu, diruangan makan didalam Istana.


seorang lelaki duduk sambil bertopang dagu. Perawakannya tinggi, tegap, berambut panjang, pandangan mata yang tajam dan merah, dengan dagu yang runcing, memakai hiasan bulu elang dileher dan tangannya. Dihadapannya berserakan beberapa tong anggur. Dilihat dari kondisinya, lelaki tersebut sudah mabuk berat. Lalu tak lama kemudian lelaki tersebut kedatangan 3 penjaga langit, yang juga adalah adik-adiknya.


Baldeag, sebagai saudara kedua, dan juga salah satu dari 3 penjaga langit. Bertubuh tinggi dan tegap, berkepala botak, memakai hiasan bulu elang hitam di pinggangnya.


Harpeag, sebagai saudara ketiga, bertubuh kekar, rambut pendek, dan memakai jubah dari bulu elang.


dan sibungsu, Red Tailed Hawk, bertubuh tegap, wajah yang tampan, dan berambut merah.

__ADS_1


Harpeag prihatin dengan keadaan Eagle, "kak, sampai kapan kau mengurung diri dan bermabukan terus di penjara bernama istana ini. Kalau kau mau, ayo kita serang suku cacing itu." menyindir Suku Ular tersebut.


Red Tailed Hawk setuju dengan ucapan Harpeag, "benar, kak. Sudah terlalu lama kita berdiam diri. Badanku jadi kaku karena sudah terlalu malas."


Baldeag tiba-tiba berkata, "pikirkan dulu matang-matang, jangan sampai karena terburu-buru, kita malah mengalami kehancuran." sambil mengambil salah satu tong berisi anggur dari meja kakaknya, mengisi kegelas dan meminumnya.


Harpeag kemudian berkata, "kau benar, kak Baldeag. Tapi ini sudah saatnya kita bergerak. Aku mendengar kabar bahwa Tigerly mendukung suku Ular itu. jika kita tidak segera mengambil tindakan, banyak pihak lawan bergabung untuk menghancurkan kita."


Sang kakak alias pimpinan Suku yang sejak tadi diam langsung berkata,


Pimpinan suku lalu berkata dengan tegas, "jika mereka berpikir aliansi mereka dapat menjatuhkan wilayahku, mereka salah besar. Terutama Cobra, aku akan buat dia merasakan hal yang sama dengan yang di alami putra tunggalnya, Mamba. Aku adalah Eagle, pimpinan suku Elang. Suku kita bukan suku lemah yang mudah ditindas." sambil lanjut meminum isi gelasnya yang berisi anggur.


Tiba-tiba, seorang pasukan penjaga perbatasan menghadap pada Eagle dan 3 penjaga langit.


Penjaga dalam posisi berlutut menghadap Eagle, "lapor Pimpinan Suku, kami melihat ada orang yang berjalan menuju wilayah kita. Kira2 esok mereka akan tiba digerbang wilayah kita."


Eagle langsung menanggapi laporan tersebut dengan antusias, "berapa jumlah mereka? Apa mereka hendak menyerang kita?"


Penjaga lalu menjawab, "hanya 7 orang, Pimpinan Suku. dan saya mengenal mereka semua. Mereka adalah Azuna dari Suku Merak, Doglor dari suku Anjing, Nial dan Khar dari suku Singa, Bullan dan Powerbull dari Suku Banteng, dan Warphan dari suku Macan Kumbang."


Eagle lalu memberi perintah dengan tegas, "temui dan sambut mereka. Bukankah mereka seharusnya kembali ke wilayah masing-masing setelah perayaan beberapa hari lalu?


aku tak hadir diperayaan itu karena aku jijik melihat wajah Cobra dan Tigerly. Untung saja aku tak bertemu dengan Helion. Aku pasti akan dimarahinya.


Aku rindu dengan teman kecilku itu.


Red Tailed Hawk, bawa 5 orang pasukan untuk menyambut mereka. Aku merasa ini bukan pertanda baik, mengingat beberapa dari mereka adalah pimpinan Suku, dan pangeran dari Suku yang berbeda."


Red Tailed Hawk langsung menuruti perintah Eagle, "baik, kak."


kemudian pergi meninggalkan ruangan.


Eagle kembali memberi perintah, "Baldead, Harpeag. Cari tahu kabar berita apa yang terlewatkan oleh kita. segera laporkan jika ada berita yang tidak kita ketahui."

__ADS_1


Baldeag dan Harpeag juga langsung menjalankan perintah Eagle, "baik, kak."


Lalu melangkahkan kaki keluar ruangan.


__ADS_2