Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
14. Adu Domba


__ADS_3

Beberapa hari sebelum Wolfbang dan pasukannya menyerang suku Trenggiling.


Diperbatasan wilayah suku Serigala,


Red Tailed Hawk berkata, "Warphan, buru serigala-serigala liar itu. Lalu tinggalkan jubah kulit Hyena itu di sekitar serigala yang kau bunuh dan tumpuk itu." awalnya, sebelum mereka memburu serigala, mereka terlebih dahulu membunuh Hyena, mengulitinya dan membentuk kulit tersebut menyerupai jubah.


"Biar suku Serigala berpikir bahwa kalau suku Hyena sudah mulai berkhianat. Begitu juga sebaliknya. Lalu kita tinggal melihat kedua suku saling bertikai. Kau fokus untuk menghabisi binatang serigala itu. Jika ada pasukan suku Serigala melihat, singkirkan juga mereka.


aku akan mengawasimu dari udara. Ayo kita lakukan. Lebih cepat lebih baik."


bersiul memanggil peliharaannya, dan tak lama kemudian datanglah burung elang berekor merah dan hinggap di bahunya. Lalu Red Tailed Hawk mengucap mantra, seketika itu juga Red Tailed Hawk berbagi penglihatan dengan elang peliharaannya. Dalam arti, Red Tailed Hawk bisa melihat melalui mata elang peliharannya. Kemudian burung itu mulai terbang melihat situasi dari udara.


Warphan takjub melihat keahlian sihir Red Tailed Hawk, "inikah salah satu kemampuan sihir Suku Elang? Sangat menguntungkan. Kita bisa melihat pergerakan musuh dan kita tahu rencana apa yang akan diambil."


Tak butuh waktu lama untuk memburu binatang serigala itu, lalu Warphan menumpuknya dan meletakkan jubah dari kulit Hyena. Setelah itu mereka menjauh dari tempat tersebut dan tetap memantau pergerakan suku Serigala dari udara.


Pada saat Wolfbang mendapat berita buruk dari pasukannya.


POV Suku Serigala


Wolfbang seketika terkejut, "APA??


bagaimana bisa? apa suku Hyena juga ingin ditambahkan kedalam daftar orang yang akan kubunuh?


persiapkan 100 pasukan 2 hari lagi, lalu berangkatlah ke wilayah suku Hyena. Habisi mereka kecuali pimpinan dan pangerannya. Agar mereka tahu, itu adalah peringatan bagi orang yang mencoba cari masalah dengan suku Serigala."


Pasukan lalu menjawab, "baik, pimpinan Suku Serigala."


POV Suku Hyena


Sementara itu, diwilayah suku Hyena, pada waktu yang sama ketika suku Serigala menghancurkan suku Trenggiling.


Arshye geram, "Wolfbang keparat, beraninya dia membunuh binatang peliharaan suku ku?


dan dia tidak menghormati ku dengan menggantung kumpulan taring Serigala di perbatasan wilayah ku.


apa dia bermaksud merebut wilayahku juga?


Suku Serigala tamak dan rakus. Akan ku ajarkan kalian bahwa tidak semua hal yang kalian inginkan bisa terkabul."


Syahre lalu mengambil inisiatif, "aku akan turun keperbatasan untuk memantau pergerakan Suku Serigala, ayah. Jika mereka sampai diperbatasan wilayah kita, aku akan usir mereka secara paksa."


Arshye kemudian berpesan pada Syahre, "baik, anakku. hati-hati. Aku sudah kehilangan Kiena, jangan kau juga."

__ADS_1


tanpa mereka sadari, mereka di intai oleh burung elang di udara milik Red tailed Hawk.


Red Tailed Hawk berpendapat, "dari gelagatnya, sepertinya Arshye marah besar dan mengira itu ulah Wolfbang. kemudian, Syahre sudah bersiap membawa pasukan. Besar kemungkinan, Syahre akan menjaga perbatasan wilayah suku Hyena. 2 hari lagi akan terjadi perang atas suku Serigala dan suku Hyena. Kita lihat situasi dulu. Biarkan mereka saling menghancurkan, lalu disaat terakhir, kita rampas kemenangan kita. Untuk sekarang, kita bersembunyi dulu dengan pasukan kita."


Warphan lalu menjawab, "baik, paman."


2 hari kemudian, diperbatasan wilayah suku Hyena.


Syahre berkata dengan kencang, "kalian tidak diterima disini, para suku Serigala ompong. Pergilah kalau tidak ingin kehilangan nyawa."


Ruwolf membalas perkataan Syahre tersebut, "kau banyak bicara, Syahre. Kau dan suku Hyena penjilatmu itu yang akan kehilangan nyawa hari ini. Ayo mulai."


Rewolf yang terpancing emosi langsung memerintahkan pasukannya, "baik, kak. Pasukan, maju dan bantai suku Hyena."


sehabis memerintahkan pasukan, perlahan pun pasukan Suku Serigala maju menyerang suku Hyena.


Syahre mengejek para musuh dihadapannya, "2 pangeran suku Serigala ompong disini rupanya. baiklah. Pasukan, ayo ikuti aku. Kita habisi suku Serigala ini."


lalu mulai bergerak maju bersama pasukan suku Hyena.


Perang pun pecah. suku Serigala dan suku Hyena awalnya berimbang dan banyak korban dari kedua belah pihak suku yang berjatuhan. Tapi perlahan, suku Serigala dipojokkan.


Ruwolf lalu memerintahkan, "pergilah adikku, Rewolf. Kita berdua tak akan selamat jika tetap bertahan disini. Sampaikan pada ayah, agar mengirimkan semua pasukan kita."


langsung diam setelah di pelototin oleh Ruwolf.


"baik, kak. Tetap bertahan sampai ayah dan aku tiba disini."


lalu mulai melarikan diri secepatnya.


Ruwolf masih mempertahankan dirinya dan tetap membunuh pasukan suku Hyena yang menyerangnya. Sampai akhirnya Ruwolf tersisa sendirian dan dikepung oleh Syahre dan sisa pasukannya.


Syahre bertanya, "apakah kau punya kata-kata terakhir, Ruwolf?"


Ruwolf lalu menjawab dengan hina, "aku ingin memenggal kepala Arsyhe? Bisakah?"


dalam posisi berlutut Ruwolf mengatakan permintaannya kepada Syahre.


Syahre kemudian berkata, "tak akan pernah terjadi. Matilah."


Lalu mengayunkan pedangnya ke leher Ruwolf, dan detik juga Ruwolf mati dengan kepala terpenggal. Dan tak berapa lama kemudian.


"Hahaha. Ini akibatnya jika mengusik suku Hyena diwilayahnya sendiri. Kecuali kalian punya seribu nyawa, jangan coba mengacau di wilayah suku Hyena. Hahahaha. Rasakan akibat dari melawan kami, Ruwolf dan pasukan Suku Serigala.

__ADS_1


ayo kita pulang dan merayakan kemenangan kita, pasukan."


Pasukan pun menjawab, "baik, pangeran suku Hyena."


Tiba-tiba pasukan suku Elang yang dipimpin oleh Red Tailed Hawk dan Warphan bermunculan dari tempat tersembunyi disekeliling mereka.


Red Tailed Hawk muncul dihadapan Syahre dan bertanya, "kata siapa kau boleh pulang, Syahre?


bukankah kau sudah menang? Ayo bersamaku merayakan kemenanganmu. Itu jika kau layak untuk menemaniku."


Syahre tak menduga hal seperti ini terjadi, dan terkejut melihat kehadiran Red Tailed Hawk, Warphan, dan pasukan Suku Elang, "apa-apaan ini?


sejak kapan mereka ada disekeliling kami tanpa kami sadari?"


Beberapa saat sebelum perang suku Serigala dan suku Hyena pecah


Red Tailed Hawk memberi perintah, "Warphan, bawa pasukan dari timur dan menyebar. Aku akan membawa pasukan dari barat dan menyebar juga. Kita tunggu sampai salah satu pihak kalah, lalu sisanya kita habisi."


Warphan menuruti perintah tersebut, "baik, paman. sebagian pasukan, ikuti saya ke arah timur."


lalu berangkat dan bersembunyi, menunggu aba-aba dari Red Tailed Hawk.


Setelah itu,


Syahre dengan geram berkata, "kau benar-benar licik, Red Tailed Hawk.


kau juga pengkhianat, Warphan. Kau berbeda dengan ayahmu."


Warphan menanggapi ucapan Syahre tersebut, "aku berbeda dari ayahku. Aku bukan pembelot. Dan ayahku mati sia-sia kalian bunuh, padahal dia percaya pada kalian para pengkhianat.


kau yang licik, Syahre." sambil menatap geram pada Syahre.


Red Tailed Hawk lalu berkata, "kalian yang licik, para Hyena. Kalian tamak dan rakus, menghancurkan hidup suku lain, merebut wilayah mereka dan membantai mereka. Jadi, aku datang sebagai karma, apa yang kau perbuat bagi suku lain, aku datang mewakili mereka, untuk mengambil kepalamu. Tak perlu bicara panjang lebar lagi. Pasukan, habisi mereka semua dan sisakan Syahre."


Lalu pasukan suku Elang mulai membantai habis pasukan suku Hyena. pasukan Hyena yang sudah tinggal sedikit, dan dalam kondisi lelah dan terluka sehabis berperang dengan suku Serigala, akhirnya tewas satu persatu dan tak lama, hanya menyisakan Syahre seorang.


Syahre yang ditengah kepungan hanya pasrah, "hahahaha. Tadi aku melakukan hal seperti ini kepada Ruwolf, dan tak lama, aku yang dalam posisi seperti Ruwolf. Kau benar-benar karma, Red Tailed Hawk." dalam posisi berlutut di tengah kepungan suku Elang.


Red Tailed Hawk tak menghiraukan ucapan Syahre, "aku tak punya banyak waktu. Mati lah kau, Syahre." lalu memenggal leher Syahre, seketika itu kepala Syahre terpisah dari badannya.


Warphan kemudian bertanya pada Red Tailed Hawk, "apa rencana kita selanjutnya, paman?"


Red Tailed Hawk lalu menjawab pertanyaan tersebut, "tancapkan tombak disini. Lalu letakkan kepala Syahre di ujung tombak, lalu tutupi dengan kulit serigala. Kemudian, lakukan hal seperti ini juga kepada kepala Ruwolf diperbatasan wilayah suku Serigala. Biarkan 2 suku ini saling memanas dan menjadi perang besar antara 2 suku. Sekarang kita harus bergerak dari sini sebelum bantuan masing-masing suku tiba."

__ADS_1


__ADS_2