Pembalasan Pangeran Hutan

Pembalasan Pangeran Hutan
Bab 19. Suku Kuda Nil


__ADS_3

Perlahan sipemilik suara tadi berjalan kearah pasukan Suku Kuda Nil dan secara serentak pasukan Suku Kuda Nil membuka jalan bagi pemilik suara tersebut. Lalu sipemilik suara tersebut melihat Nial, Bullan, Powerbull, dan Pota. Kemudian pemilik suara tersebut menghampiri Pota dan langsung menjewernya sekuat tenaga


Pota meringis, "ampun, kak. Telingaku hampir lepas." mengadu kesakitan.


Pemilik Suara lalu memarahi Pota, "kau seenaknya saja membawa pasukan sebanyak ini dan membuat keributan dengan orang-orang ini. kau sudah terlalu nakal, Pota. Aku akan mengadukan perbuatanmu pada ayah."


Pota langsung ketakutan, "jangan, kak. Dengar dulu, aku mendapatkan Warphan, pangeran abal-abal dari Suku Macan Kumbang. Dan mereka ini adalah temannya."


Pemilik Suara penasaran, "apakah itu benar?" melepas tangannya dari telinga Pota, lalu melihat kearah Nial, Bullan, dan Powerbull.


"aku adalah Himus, Pangeran pertama Suku Kuda Nil dan kakak dari Pota, bocah ingusan ini. Perkenalkan nama kalian."


Nial lalu mengenalkan diri, "salam kenal, saya Nial, Pangeran dari Suku Singa."


Bullan juga lanjut mengenalkan dirinya, "saya Bullan, Pangeran dari Suku Banteng."


Powerbull kemudian ikut mengenalkan diri, "saya Powerbull, Pangeran kedua dari Suku Banteng."


Himus lalu berpikir, "Suku Singa dan Suku Banteng?


jarang sekali melihat pangeran dari Suku yang berbeda berjalan berdampingan. jelaskan tujuan kalian."


Nial lalu menjelaskan tujuan mereka, "kami hanya hendak melewati daerah hutan gelap. Kami mau ke wilayah Suku Beruang. Tapi ditengah perjalanan, teman kami Warphan dan adik saya Khar diculik oleh pasukan Suku Kuda Nil."


Himus tidak langsung percaya sepenuhnya, "sekedar lewat ya? Baiklah. Aku akan izinkan. aku juga akan melepaskan Khar. tapi Warphan tidak akan pernah bisa melewati hutan gelap ini."


Nial tak terima dengan keputusan Himus, "bagaimana bisa?"


Himus kemudian memberi tahu pada Nial, "dia adalah pangeran dari Suku Macan Kumbang. sukunya telah banyak merugikan kami. Dan sekarang pangeran Suku Kumbang berada tepat dihadapan kami, lalu kau mengatakan agar dia dilepaskan. Itu tak akan terjadi."


Nial tetap tak terima dengan keputusan sepihak itu, "aku akan tetap memaksa."


Himus, "kau mau memaksa? Baik. Pasukan, tangkap dan siksa mereka sampai mereka membuka mulut."


Pasukan menuruti perkataan Himus, "baik, pangeran pertama.."


langsung mengambil posisi menyerang ke arah Nial, Bullan, dan Powerbull.


Nial berbisik pada Bullan dan Powerbull, "fokus Bullan, Powerbull. Cengkeraman mereka sangat kuat, tapi serang bagian pergelangan tangan mereka."


Bullan lalu berniat mempraktikkan arahan Nial, "akan kucoba."

__ADS_1


Powerbull, "baik, Nial."


Lalu mereka bertiga mulai diserang oleh pasukan Suku Kuda Nil. Salah satu pasukan mencoba menyerang bagian leher Nial dengan cengkeramannya, tapi Nial dengan gesit berbalik dan menangkap pergelangan tangan pasukan tersebut. Lalu,


Pasukan, "arrrrrgggghhhhhh. Tanganku,,,"


sambil berteriak kesakitan karena pergelangan tangannya yang patah.


Bullan lalu percaya dengan perkataan Nial, "apa yang dikatakan Nial benar. Kelemahan cara bertarung mereka ada dipergelangan tangan."


Powerbull lalu berniat mengambil ancang-ancang, "iya, kak. Ayo kita mulai serangan balik."


Nial tiba-tiba saja menahan Bullan dan Powerbull, "tak perlu Bullan dan Powerbull. Himus dan Pota, kita sudahi pertarungan sia-sia ini. Jika kalian ingin bersikeras ingin melanjutkan pertarungan, kalian akan kalah. Kami bertiga sudah mengetahui kelemahan pasukan kalian."


Himus, "apa kau sedang mengancamku?"


mata memerah menahan amarah.


Nial berusaha menjelaskan, "bukan seperti itu. jika kalian tak mengizinkan kami membawa Warphan, izinkan kami berbicara pada paman Hippotam, Pimpinan Suku Kuda Nil."


Pota penasaran bagaimana Nial mengenal ayahnya, "paman? Apa kau mengenal ayahku? Sehingga kau menyebut ayahku dengan sebutan paman?"


Bullan juga ikut menjelaskan, "sudah dengarkan saja temanku ini, bocah kecil. Kami ada berita yang mau disampaikan. Kami yakin bahwa kalian belum mengetahui berita tersebut."


"Baiklah. Aku akan membawa kalian bertiga untuk menemui ayahku. Tapi jika berita yang kalian katakan hanya omong kosong, aku akan membunuh kalian saat itu juga. Ayo ikuti kami." kemudian mulai bergerak memasuki hutan gelap bersama pasukan Suku Kuda Nil


Nial menuruti ajakan Himus, "baik, Himus. Bullan, Powerbull, ayo kita ikuti mereka."


lalu berjalan mengikuti pasukan Suku Kuda Nil.


Setelah melakukan perjalanan yang lumayan lama di dalam hutan gelap,


Nial menebak, "sepertinya itu wilayah mereka. Mereka hidup didaerah sungai besar dalam hutan gelap ini."


Bullan, "iya, Nial. Suku Kuda Nil ini termasuk kelompok yang besar. Sayangnya mereka menutup diri mereka dari dunia luar."


Himus kemudian berkata, "sebentar. Aku akan masuk kedalam tenda ayahku. Kalian silahkan tunggu disini."


Nial, "baik, Himus."


Himus lalu masuk kedalam tenda besar milik ayahnya. Dan tak lama kemudian, Himus keluar dari tenda itu.

__ADS_1


Himus lalu memanggil Nial, Bullan, dan Powerbull, "kalian bertiga, silahkan masuk. Dan kau, Pota. Kau ikut masuk juga."


Pota langsung mematuhi perintah Himus, "baik, kak." ketakutan karena berpikir bahwa Himus, kakaknya memberitahukan perbuatannya tadi pada ayah mereka.


Sesampainya didalam tenda, mereka bertiga langsung berlutut dihadapan Hippotam, Pimpinan Suku Kuda Nil. Lalu di sebelah kiri dan kanan Hippotam berdiri Himus dan Pota


Nial langsung menyapa, "Hormat saya yang bernama Nial, Pangeran dari Suku Singa pada Pimpinan Suku Kuda Nil."


Bullan dan Powerbull juga langsung menyapa, "hormat kami yang bernama Bullan dan Powerbull, Pangeran dari Suku Banteng pada Pimpinan Suku Kuda Nil."


Hippotam lalu berkata, "aku mengenal ayah kalian berdua. Terutama dengan ayahmu Nial. Aku mengenal Helion sejak lama. Aku bertanya padamu saat ini. Apakah Helion sudah melakukan yang dikatakannya? Bahwa dia sudah meminta suku Macan Kumbang memberi kami keadilan dan kehormatan? Atau mungkin itu tujuan kalian kewilayah ku ini. Untuk mengantarkan pangeran Suku Macan Kumbang sebagai bentuk keadilan pada kami?"


sambil menatap tajam kepada Nial sambil meminum melalui cawan besar.


Nial berkata dengan pelan, "maaf, paman. Ayahku gagal melakukan itu. Karena ayah beserta ibuku sudah tewas karena dibantai."


Hippotam, "pppppffffffffffttt." langsung menyemburkan minumannya tiba-tiba karena rasa terkejut.


"SIAPA YANG BERANI MEMBUNUH HELION??"


Nial kemudian memberitahukan semuanya, "Suku Harimau, Suku Macan Tutul, Suku Kelelawar, Suku Hyena, Suku Serigala, Suku Macan Kumbang tapi Warphan hanya kambing hitam walaupun Suku nya dan ayahnya terlibat, Suku Ular, dan Suku Kalajengking." lalu Nial menceritakan semua nya dari awal pemberontakan dan peperangan yang mengakibatkan ayah ibunya, serta sebagian besar orang mati


Himus, "aku tak menyangka bahwa seperti itu yang terjadi." mengalami keterkejutan besar.


Pota yang menanggapi berita tersebut dengan penuh kekesalan, "ayo kita jumpain Tigerly itu, kak Himus. Akan ku tendang pantatnya."


Hippotam, "diamlah dulu, Pota!" jengkel melihat tingkah laku anaknya yang kedua.


Pota seketika itu juga langsung terdiam dan hanya menjawab, "baik, ayah."


Hippotam lalu menyalahkan anak sulungnya atas informasi yang kurang tepat, "Himus, kau akan kuhukum karena berani menyiksa Khar dan Warphan tanpa menanyakan dulu seluk beluk apa yang terjadi."


Himus kemudian mencoba membela diri, "aku sudah bertanya, yah. Dan mereka mengatakan bahwa mereka hanya mau melewati hutan gelap. Tujuan mereka adalah pergi ke wilayah Suku Beruang, yah."


Hippotam, "Suku Beruang?" bertanya pada Nial


Nial lalu berkata sambil memohon, "benar, paman. kami bertiga memohon, lepaskanlah adik saya Khar dan rekan kami, Warphan. Akan kami ingat dan kami balas perbuatan baik paman kelak."


Hippotam kemudian berkata, "aku bersedia melepaskan Khar, adikmu. Tapi Warphan, dia itu dari Suku Macan Kumbang. Dan dia berstatus pangeran. Kaumnya sudah banyak menghancurkan kaumku."


Nial lalu mencoba berunding agar Hippotam berubah pikiran, "tidak pantas kesalahan ayah dan sukunya, lalu ditimpakan ke anaknya, paman. Dia hanya alat dan dijebak untuk keberhasilan Suku Harimau. Lebih baik lepaskan dia, paman. Agar Warphan bisa membalas kebaikan paman kelak."

__ADS_1


Hippotam langsung tersentak kaget mendengar perkataan Nial tersebut, lalu diam dan berpikir beberapa saat. "kau benar-benar anak brengsek. Hahahaha. Aku menyukaimu, Nial. kata-katamu membuatku mengingat masa laluku dengan ayahmu."


__ADS_2